Aku Dan Tanteku

Source:pinteres.at.com



Radi, Saat itu tahun 2000,dan aku berumur 14 tahun,Sebagai anak tunggal yang mulai punya rasa ingin tahu terhadap dirinya sendiri, dalam usia itu aku mulai sering memperhatikan alat kelamin sendiri,memain-mainkannya dan larut dalam kebingungan, untuk apa semua itu ada.Di rumah,aku lebih sering tidur dengan pembantu rumahku. Keadaan itu berubah waktu tanteku (adiknya ibuku) yang bernama lisa ,ikut menumpang tinggal dengan orang tuaku. Ia waktu itu berusia belasan(masih SMA) ,dan bakat tubuhnya yang sintal mulai terbentuk. Tante lisa sangat menyayangiku, karena aku adalah cucu pertama di keluarga besarkami.

Mulai saat itu aku lebih sering tidur sekamar dengan tanteku.Mulai tumbuh perasaan nyaman tidur bersama orang dekat, dan mulai terbiasa dengan pelukan dan sentuhan yang hangat diantara kami. Tentu saja walupun saat itu aku sudah bisa ereksi, tapi usia segitu belum memungkinkan aku untuk memahami persoalan seks. Tanteku punya kebiasaan yang unik, setiap tidur dia menanggalkan pakaiannya, menyisakan bra dan CD, kemudian membungkus kami berdua dalam selimut yang hangat,dan mulai memelukku sampai pagi. Kebiasaan ini berlangsung berbulan-bulan.

Suatu malam,karena kegerahan, aku terbangun.Aku terkejut karena tanteku tidak dalam posisi biasanya yang selalu memelukku dari belakang. Saat mataku membuka,aku melihat pemandangan baru,yaitu bongkahan pantat tanteku yang sedang tidur menyamping, terpangpang jelas di depan mataku, Dengan berdebar dan gemetaran, naluriku mulai bertindak.Aku mendekatkan wajahku, menghirup bautubuh yang terasa aneh namun menggairahkan, dan meraba-raba bongkahan pantat tanteku sehati-hati mungkin, kebiasaan ini berlangsung terus, dan di hari-hari berikutnya keberanianku tumbuh perlahan-lahan, untuk melakukan sesuatu  yang lebih dari sekedar itu.Kadangkala aku meraba pantatnya, sembari tanganku yang lain memain-mainkan penis kecilku. Pernah pula beberapa kali tanganku mencoba menyusup kedalam CD-nya,namun belum pernah mencapai hasil yang memuaskan, karena biasanya tanteku mulai menggeliat. Dan akhirnya semua kesenangan ini mesti terputus karena setelah genap setahun,tanteku kembali tinggal bersama orang tuanya untuk melanjutkan ke perguruan Tinggi.

Suatu kali di tahun 2004 (usiaku 16 tahun) aku sekeluarga berlibur ke rumah nenekku,yang terpisah pulau dari rumah tempat aku dan orang tuaku tinggal. Aku senang sekali berjumpa kembali dengan tante lisa,dan masa-masa liburan itu dia sering mengajaku jalan-jalan, membelikanku mainan dan sebagainya. Suatu siang, sepulang dari bermain-main di sekitar rumah,aku menemukan rumah dalam keadaan sepi. Semuanya sedang tidur. Iseng-iseng aku masuk ke kamarnya tante lisa,dan ternyata dia sedang tidur pulas. Saat itu tadinya aku bermain kembali dengan anak-anak tetangga,tapi melihat tante lisa yang tidur terlentang dengan roknya dalam keadaan tersingkap,membuatku teringat kembali mainanku beberapa tahun yang lalu.

Aku naik pinggiran ranjang, dag-dig-dug,ragu, wajahku memerah,tapi tidak ada waktu untuk kembali. Telapak tanganku mulai menyusuri kaki Tante lisa dari bawah,dan dia tetap tertidur. Sambil meneguk ludah dan susu bernafas, kusadari telapak tanganku sudah berada di pangkal pahanya. Aku naikan rok tanteku, dan terpangpanglah di depan mataku,CD berenda yang berwarna krem, dengan latar beberapa helai bulu kemaluan yang keluar dar orbit,dan cetakan bibir kemaluan yang tebal dan indah dalam keadaan yang basah dan hangat. Aku makin susah menelan ludah,tapi semuanya sudah dalam keadaan tanggung. Kuteruskan aksiku,dengan tanganku perlahan-lahan mulai masuk ke CD tanteku dari samping. Tiba-tiba tanteku terbangun seperti kaget,dan sebelum sempet mengucapkan apa-apa,aku tarik tanganku keluar,dan kabur secepatnya ke ruang keluarga. Entah kenapa,aku merasa berdosa sekali. walaupun aku belum tahu apa-apa soal itu,aku merasa bersalah, dan takut tanteku marah. Ternyata tanteku tidak marah, ia menghampiriku, dan mengajaku tidur bareng. Akhirnya akupun mengikutinya tidur, dan tidak melakukan apapun.

Keesokan harinya adalah salah satu hari yang bersejarah bagiku. Saat terbangun,orang tuaku bersama kakek nenekku sedang mengunjungi kerabat yang lain. Tinggal aku dan tante lisa ku saja dirumah. Belum sempet aku turun ke kamar mandi,aku melihat tanteku melewati kamarku, hanya dengan lilitan handuk di tubuhnya. Aku pun segera beranjak, dan mencoba menengok ke kamarnya yang pintunya tidak ditutup.Ya ampun, di kamarnya,aku melihat tanteku yang membelakangiku, mulai menurunkan handuk dari tubuhnya. pantatnya yang besar itu bergoyang-goyang sementara dia memilih-milih pakaiannya dalam lemari. Pandanganku nanar, tidak tahu harus berbuat apa.Dan ketika dia berbalik,aku yang hanya berjarak beberapa meter darinya, dengan terpakasa harus menerima pemandangan bugil tubuh depannya yang montok itu . Aku tidak tahu tanteku sedang apa,dan mengapa ia tidak bereaksi dengan kehadiranku. Mungkin ia tidak melihatku yang sedang duduk dari luar kamarnya,atau mungkin ia berpura-pura tidak melihatku, entah dengan motif apa. Tampak bagiku ia seperti sedang memessage dirinya sendiri, melakukan gerakan-gerakan reaksi, dengan payudara bulat kencang besarnya tengah berayun-ayun, perutnya yang meliuk-liuk,dan.. ya tuhan! Aku tidak tahan melihat kakainya yang perlahan meregang-regang dengan belahan vaginanya yang indah itu terbuka seperti mengajakku untuk bermain.Aku langsung pergi ke kamarku, merasa pusing dengan kejadian barusan, merasa terundang untuk melakukan sesuatu,tapi aku tidak tahu apa dan hrus bagaimana.

Sepulang dari liburan,dan selama masa pertumbuhanku berikutnya, bayangan tentang tanteku sulit sekali disingkirkan dari kepala, dan beberapa banyak waktu fantasi seks-ku mulai terbentuk. Ketika mulai mengenal mastubisi dan ejakulasi, aku selalu membayangkan belahan vaginanya yang menerima semburan spermaku. Beberapa tahun kemudian ia menikah dengan seorang polisi, mengikuti suaminya pindah kekota lain, dan dari kabar yang aku terima ia sekarang menjadi ibu rumah tangga yang baik. Aku pun mulai melupakannya, sampai kemudian,suatu kesempatan yang tidak terduga tib-tiba datng.

Tahun 2013. Saat itu aku berumur 25,tubuh menjadi seorang remaja yang berlibido tinggi, mastubisi tiap hari, rajin mengonsumsi segala material porno yang sedang in saat itu, seperti miyabi,plaboy,vidio blue film dan lain-lain. Dan aku sudah tau,apa yang harus aku lakukan apabila ada kontak fisik dengan seorang wanita, walaupun tentu saja, belum pernah melakukannya. Saat itu, tanteku yang bungsu, linda, yang berumur sebaya denganku,mengajakku untuk berlibur ke rumahkaknya,Linda.Tentu saja aku pun mau,dan kami berdua berangkat kesana.

Saat itu,Tante Lisa yang sebenarnya masih muda (sekitar 21-27an) semakin montok saja,dan belum dikaruniai anak. Suaminya yang polisi,sedang mendapat piketmalam. Otomatis kami bertiga merasa bebas tidur dimanasaja. Malam itu,sehabis nonton acara TV,aku yang tdinya berniat untuk tidur dengan tante Linda,tapi karena kecapean aku tertidur di kasur yang digelar darurat di ruang tengah. Jam 3 pagi aku terbangun,dan terkejut karena tiba-tiba tante Lisa tertidur di sebelahku, sementara adiknya terbawa kembali saat dimana. Semua kenangan bersamanya terbawa kembali saat itu ke ingatanku, dan aku merasa, inilah saatnya aku merespon apa-apa yang pernah dia tunjukkan padaku.
membuatnya semakin terlihat semakin seksi saja. Saat itu keberanianku sudah penuh, dan aku yakin, apa-apa yang pernah dia tunjukkan adalah cermin dari keadaan dirinya yang berlibido tinggi.Aku langsung melucuti pakeianku sendiri sampai bugil, kemudian perlahan-lahan mengangkat dasternya sampai keperutnya, Aku mulai mengocok-ngocokkan penisku yang sudah tegang, dan tanganku yang lain meraba-raba kemaluannya dari balik CD -nya. Kemudian kusingkapkan CD-nya, dan pemandangan bibir vaginanya membuatku semakin bernafsu, Aku  angkat bra-nya dan buah dadanya pun tersembul manis. Tiba-tiba tante lisa mendesah pelan, mengubah posisinya menjadi telanjang, dan terlihat pulas kembali. Aku sudah tidak peduli apakah ia akan bangun atau tidak. Apabila ia terbangun, aku lucuti CD-nya,dan inilah akhirnya buah penantianku. Tanteku yang bugil,telanjang,siap disetubuhi.

Kudekatkan wajahku pada vagina Tante Lisa, baunya yang menggoda membuatku langsung saja menjilati bibir kemaluannya, sambil kedua tanganku menyorong keatas, memainkan puting buah dadanya.Aku terus melakukan itu, dan lama kelamaan, pinggul tanteku mulai bergoyang, mengimbangi gerakan lidahku di seputar klitorianya,Aku mulai memindahkan nafsku lewat mulut,dan mencoba mendorong lidahku berkali-kali ke lubang vaginannya, Makin kesetanan tanteku bergoyang,dan tangannya seketika menjabak rambutku, menghimpitkan selangkangannya ke wajahku, di saat bersamaan dengan lidahku yang terus menerobos lubangnya, merasakan dindingnya yang hangat dan gurih. Peduli setan dengan nafsku yang sesak,aku hanya ingin melakukan itu sampai aku gila sendiri. Tiba-tiba tanteku menggelinjang, pantatnya terangkat keatas, meregang regang, dan akhirnya terkulai kembali kekasur. satu tangannya menutupi vaginannya,namun antara jadi telunjuk dan jari tengah terbuka, menyisaakan lubang itu untuk kumasuki,Aku sudah mafhum, tanteku sebenarnya telah terbangun tapi masih berpura-pura tidur dan tidak ingin membuka percakapan.

Aku langsung berinisiatif, kudekatkan penisku pada vaginanya, dan mencoba untuk memasukannya. Namun tiba-tiba, tangan tanteku memegang erat penisku, dan kemudian ia mendorong tubuh telentangnya ke depan, sampai mulutnya berada di depan penisku, Aku jengkel sekali,ia melakukan semua itu dengan terpejam.Namun karena nafsuku sudah di ubun-ubun, kuikuti saja kemauannya.

Tiba-tiba tanteku mendekatkan mulutnya ke penisku,dan mulai mengisap kepala kemaluanku perlahan-lahan. Nikmat yang kurasakan membuatku secara naluriah mendorong kemaluanku ke dalam mulutnya, dan iapun mulai mengelum batang penisku, dengan bantuan tangannya mengocok dengan cepat. Ah, nikmat sekali rasanya saat itu, melihat mulut dan tangan tanteku sendiri yang sedang sibuk membuat keponakannya senang. Tak lama kemudian, saat aku mulai mengejang, ia menarik mulutnya dari dari penisku, namun tetap menganga,dan tumpahan spermaku pun membanjir tongga mulutnya, Akupun terkurai dengan lemas, dan tanpa canggung lagi mulai berbaring sambil memeluknya, teringat kenangan dengannya semasa aku kecil. Malam itu aku tertidur dengan harapan bahwa hari-hari berikutnya penuh dengan pengejaran dan pemuasaan kenikmatan tubuh.

Namun hal itu tidak pernah terjadi lagi, karena di hari-hari berikutnya ada saja gangguan. Kadang-kadang .Lisa,Tanteku yang bungsu, begadang semalaman. Hari yang lain terkadang  Tante Lisa tidur duluan. Sampai akhirnya liburan habis,aku pulang dengan kenangan yang memabukkan libidoku, sekaligus sangat penasaran untuk bisa benar-benar menyetubuhi Tante Lisa.

Tahun berikutnya aku masuk SMA, dan karena kecapean,aku terpaksa di opaneme karena sakit thypus. Seminggu dirawat di rumah sakit tanpa melakukan apa-apa membuatku jenuh tidak kepalang. Beberapa kali aku minta pulang, namun dokter belum mengizinkanku, padahal rasanya aku sudah cukup sehat. Keluargaku giliran menjagaku di rumah sakit, sampai akhirnya, Tante lisa datang,dan mengatakan bahwa esok hari ia akan menjagaku seharian. Aku senang sekali dengan kedatangannya, dan dan seribu rencana pun mulai kususun sebagai pengisi kebosanan. Ruang rawatku yang luas, memiliki 2 ranjang dan kamar mandi didalam. Aku mulai meraskan keintiman tanteku saat melihat Tente Lisa mulai tidak di ranjang sebelah.

Paginy,aku terbangun jam 6.Saat itu Suster itu suster mulai datang, memeriksa jarum infus, menyiapkan makan dan melakukan tetek bengek lainnya yang tidak terlalu kuperhatikan.Suster mulai memandikan aku,mengelap tubuhku dengan air hangat dari kepala ke kaki.Saat itu Tante Lisa sedang di kamar mandi. Di pagi yang dingin itu penisku mulai tegang, dan saat sang suster sedang mengelap kaki ku, tubuhnya yang sedikit membungkuk membuatku tidak tahan melihat belahan dadanya yang membusung. Pelan-pelan kubuka CD -ku  dan kemaluanku yang saat itu berukuran 15 cm mulai meronta, kukeluarkan dari kandangnya lalu kukocok pelan-pelan.Tatkala suster melihatku, terlihat ia sedikit kaget,namun cepet menguasi dirinya.

"Nakal yah.." serunya sambil tersenyum manis.

"Bersihkan dong mbak", sahutku sambil menunjuk kemaluanku. Terlihat sekilah ia melihat ke arah kamar mandi, mungkin sudah ada yang sedang menjagaku, dan ia pun hanya tersenyum kembali.

"Besok lagideh", jawabnya sambil kembali menyelimutiku, kemudian mendekatkan nampan makanan, dan berlalu dari kamarku.Wah, inilah saatnya ,Aku tinggal berdua dengan Tanteku.Wah,inilah saatnya. Aku tinggal berdua dengan Tante lisa,dan rencanaku pun mulai mengalir. Aku kembali mengocok-ngocokkan penisku agar selalu dalam keadaan tegang,dan  aku harus tetap terlihat belum terlalu sehat untuk bisa ke WC sendiri.

Tanteku keluar dari kamar mandi,saat itu aku mulai bisa mendeskripsikan dirinya. Berkulit kuning langsat, rambut keriting dengan tinggi sekitar 165 cm dan berat 60m an membuatku sangat mabuk, karena aku suka dengan perempuan yang montok. Sementara saat itu tinggiku 170 cm dengan berat 60 kg. ia hanya mengenakan t-shirt dan rok pendek.

"Bagay mana Radi aga baikan ?". tanyanya sambil mengeringkan rambutnya.
iya Tante,apalagi Tante yang jaga,pasti besok bisa pulang he..he... Tapi masih agak pusing nih kalau berdiri", jawabku beralasan.

ya sudah tidur saja enggak apa-apa, kalau ada apa-apa biar sama Tante saja" sahutnya sambil mulai menyuapiku. Tante, saya jenuh nih, Beliin majalah atau koran dong". kataku.Iya nanti Tante beliin, tapi sekarang makan dulu yah". jawbnya singkat.

Selasai menyuapiku ia langsung keluar untuk membelikan koran. Dengan tangan kiri terpancang pada tiang infus,aku cepet-cepet membuka piyamaku dengan dengan tangan kanan, melucuti seluruh pakaianku, membuang pakaianku kebawah ranjang,lalu menyelimuti kembali tubuh bugilku. Aku terus mengocok penisku agar tetap tegang.

Sekembalinya dari luar,Tanteku memberiku beberapa koran dan majalah, dan iapun mulai membaca salah satunya. Sambil membaca koran aku mulai dag-dig-dug.Beberapa kali aku berpikir ulang, sampai akhirnya tekadku sudah bulat.

"tante, pengen pipis nih",kataku. "Oh, mau ke WC apa di pispot? sahutnya. Di pispot aja deh, belum kuat berdiri nih", jawabku berbohong. Tanteku mulai mengambil pispot, dan perlahan-lahan membuka selimtku. Terasa berdesir dan ada gairah yang sulit diungkapkan,waku tubuh bugilku berserta penisku yang mengacung itu mulai terbuka untuk kedua bola mata Tanteku.

"Loh, pakaianmu ke mana Radi ?" Kata Tanteku menyembunyikan keterkejutannya, sambil melihat batang penisku.
"Nggak tahu Tante, tadi abis dimandiin suster nggak dipakein lagi. Di bawah ranjang kali", sahutku ngasal, Tanteku mulai mendekatkan pispot ke sisi ranjang,dan aku mulai memiringkan tubuhku, kemudian Tanteku memegang penisku,dan mengarahkan ke pispot. Tampa ia agak khawatiran dengan sesuatu.

"kapan suster ke sini lagi? tanyanya. "Masih lama tante, paling entar,pas makan siang,Emang kenapa? tanyaku balik."Nggak apa-apa sih. Eh udah punya cewe belum Rudi?.. sambil tetap memegangi penisku yang belum pipis juga.

"Lagi kosong Tante. Belum pernah lagi, semenjak waktu liburan di rumah tante" sahutku sambil memancing tanggapan dia atas kejadian yang pernah kami lakukan. Tanpak dia terpaku, mungkin tidak bigitu suka dengan pendekatan seksku seperti itu, namun tetap memegangi batang penisku,yang terasa hangat di genggaman tangannya.

"Mana nih pipisnya?".. katanya sambil tersenyum. "Enggak tahu Tante, tadi pengen pipis. Mungkin pengen pipis sewaktu dirumah tante" kataku blak-belakan,sudah enggak peduli apa-apa lagi.Tiba-tiba ia mendesah, melepaskan tangannya dari penisku, menyimpan pispot, mulai menutupi tirai dan mengunci kamar kami .Aku agak terkejut karena tiba-tiba, keintiman masa lalu itu datng kembali dengan cara yang lebih vulgar. Sambil menangis,ia membuka seluruh pakaiannya, bejongkok di sisi ranjang, dan dengan buas mulai mengelumi testisku.

"Oh Tante, nikmat banget .. terus Tante.." kataku mulai mengerang.

"Maafin Tante waktu itu ya Radi.. Tante khilaf".serunya sambil tersedu-sedu namun terus memainkan penisku. Aku tidak mengerti apa yang di maksud, aku tidak tahu kehidupan rumah tangganya, yang ada bagiku saat itu hanyalah pertalian emosi dan nafsu yang ada bagiku saat itu hanyalah pertalian emosi dan nafsu yang ada antara aku dan dia, sejak aku kecil. Dan aku akan menikmatinya, tanpa alasan apapun. Aku hanya ingin menikmatinya. setelah puas dengan penisku,ia mulai naik ke ranjang. Mencium dan menjilati seluruh tubuhku. Nikmat yang sukar kulukiskan, sapuan lidahnya meliuk-liuk ganas di telingaku, diwajahku. Turun ke puting dadaku,perutku,dan kembali ke selangkanganku. Turun ke puting dadaku, perutku, dan kembali ke selangkanganku. Tanteku bagai hewan seks yang lapar.

"Naikin pantatnya Rudi ,Tante mau jilatin lubang pantat kamu",seronoknya. Aku mulai menaikkan pantatku, dan lidahnya tiba-tiba bersarang di sana. Geli,malu,nikmat semuanya campur jadi  satu. Ia memutar-mutarkan lidahnya tepat dilubang pantatku dan menyodok lubangnya dengan perlahan-lahan  tapi mantap. Tiba-tiba ia membalikkan wajahnya, dan begitu saja menyuguhkan bongkahan pantatnya diatas tubuhku yang telanjang, sambil terus menjilati penis tubuhku yang telanjang, sambil terus menjilati penis dan testisku. Belahan vagina dan lubang pantatnya tanpak membuka seiring regangan kakinya. Aku sudah kehilangan rasa jijiku saat itu, kedua lubang nikmatnya yang tanpak sedang meledekku langsung saja kuliati tanpa ampun.Dan ia mulai menceracau dan mencaci tidak karuan.

"Oh Radi, penis .. Radi ,aduh ,vaginakujadi enak .Enak enggak sayang? Hangat yah? Jilat yang ,terus jilatin yah...euuh".. Aku engga tahan mendengar omongan joroknya.Ia terus menyodokan pantatnya kebelakang sambil lidah dan tangannya mengocok penisku dengan cepat,aku enggak tahan.

"Enak enggak sayang? Harus cepat goyangannya kalau pengen enak yang.Uhh, vagina Tante suka lidah kamu Rudi .. hangat, oughh..".

"Pelan-pelan dong Tante,nanti saya enggak kuat nih", aku mencoba bertahan. "Iya yang, munceratin sini penisnya di mulut tante yang .. sini mntahin". sahutnya sambil mengerang dan mengocok penisku dengan gila. Arrgh.. ampun Tante,aduh enak .. aduh!'.

"Iyah sayang, penis enak, nanti Tante kasih vagina yah". Seiring dengan ucapannya pada kata vagina, aku engga tahan lagi, muntahkan spermaku memancur keluar ke atas. Tante gilaku mulai mengelumuni penisku yang sudah berlepotan dengan sperma.Aku terkulai,dan ia membalikan tubuhnya, memeluku erat. Sebagian muntahan sperma susulan terus ia perah dengan tangannya dari penisku. Ia mulai beranjak ke kamar mandi, dan aku tertidur ayam sebentar.

Terbangun beberapa menit kemudian, terpampang kembali kenangan masa silam. Tanteku berdiri membelakangiku di depan kamar mandi, dengan satu kakinya berpijak diatas wastafel, menunggingkan pantatnya, dan kedua jari tangannya maju mundur keluar masuk di lubang vaginannya. penisku mulai tegang kembali, dan aku mulai masturbasi sambil menikmati bokong indah Tanteku. Tanteku kumat lagi, dan mulai memutar mutarkan pantatnya.

"Tante,ngentot yuk". rayuku. Sambil tersenyum nakal dan mata yang menantang,ia terus memutar mutarkan pantatnya.Aku engga tahan. Aku langsung beranjak dari ranjang, berdiri sambil tangan kiriku menyeret tiang infus yang beroda,dan mendekati Tanteku dari belakang. Ia terkejut melihat aku yakinkan dia agar tetap disitu. Tangannya mulai ia lepas dari lubang vaginanya, dan kemudian ia angkat lagi pantatnya dengan bantuan kedu telapak tangannya yang membukakan lubang vaginanya.

"Uh, ayocolok Tante Randi, pake penis.." erang  Tanteku manja. "Oughh.." engga tahan aku dengan gelinya kepala penisku waktu mulai bergesekkan dengan bibir kemaluannya.

"Ayo yang,colok yang dalem,gatal.." seringainya sambil menekan pantatnya ke belakang. Dan waktu penisku memasuki vaginanya sepenuhnya, kami berdua kesetanan dan mulai berpacu mengejar puncak kenikmatan.

"oooh, Randi ..enak,oh, kontol kamu enak banget siih", menggeram Tanteku dengan tubuh yang terhentak-hentak.

"Pengen pipis di dalem,ooh Tante,aku engga kuat". Lama kelamaan berdiri membuatku berkeringat. Dengan tangan kiri memegang tiang infus dan tangan kanan bersandar pada tembok, membuat pinggul ku dalam posisi bebas untuk menyodok kemaluannya sedalam mungkin,kedua tangan Tanteku mulai memegang wastafel,dan ia makin tak terkendali. Tubuhnya yang terguncang-guncang, pantatnya binal menghentak-hentak dan basah vaginanya membuatku lupa daratan.

"ooh Tante,buka vaginan doong, pengenlihat" kataku lirih dalam guncangan goyangannya.Ia menarik satu tangannya ke belakang ,dan membuka belahan pantatnya. Pemandangan yang makin membuatku mabuk terguncang guncang,dan ia makin seronok.

"Arrggh Tante ..ooh,nikmathh!!aku pun kelojotan di dalam vaginannya, dengan sigap ia pegang erat pantatku dan mendorongnya,dengan sigap ia pegang erat pantatku dan pantatnya.Nikmat, serasa terbang dan rasa ngilu karena goyangan pantatnya enggak berhenti membuat mataku berkunang kunang. Persetubuhan singkat itu membuat kondisi tubuhku ngedrop,dan aku terjatuh, tidak ingat apa-apa lagi.Hal terakhir yang aku sadari adalah lepasnya jarum infusku dari tanganku.

Terbangun di sore hari, Tanteku sedang duduk di kursi sambil membaca majalah. Suster sedang memeriksa kondisiku, memastikan segalanya baik-baik saja.Aku tiba-tiba saja.Aku tiba-tiba sadar, dibalik selimutku,Tanteku belum mengenakanku pakaian. Sebelum keluar dari ruangan,suster itu mengernyitkan dahi sambil memandangi sebentar cetakan penisku yang membayang dibalik selimut. Mungkin ia bingung dengan apa yang terjadi, akhirnya ia tersenyum, mencubit kecil penisku dari luar selimut dan berlalu dari kamar. Tanteku memelukku dan berjanji tidak akan mengijinkan aku menikmati tubuhnya lagi sambil berdiri. Hari itu adalah hari yang paling aneh, namun sekaligus paling menyenangkan.

Aku tidak pernah berhenti berpikir tentang Tanteku sampai sat ini. Setidaknya, tidak bisa melupakan hasratku yang terus menerus menggangguku, yaitu hasrat seks pada wanita-wanita berumur. Dan sampai sekarang, orientasi seksku yang terbesar adalah berhubungan dengan wanita-wanita paruh baya.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aku Dan Tanteku"

Post a Comment