Gairah Ibu Mertuaku




Di rumah itu kami tinggal bertiga, aku dengan istriku dan ibu dari istriku. Sering aku pulang lebih dulu dari istriku, karena aku pulang naik kereta sedangkan istriku naik kendaraan umum. Jadi seiring pula aku berdua di rumah dengan mertuaku sampai dengan istriku pulang. Mertuaku berumur sekitar kurang lebih 44 tahun, tetapi dia mampu merawat tubuhnya dengan baik,aktif dengan kegiatan sosial dan bersenam bersama ibu-ibu yang lainya, Kadang sering kuliat ibu mertuaku pakai baju tidur tifis dan tanpa BH, melihat bentuk tubuhnya yang masih lumayan dengan kulitnya yang putih membuatku kadang bisa hilang akal sehat, pernah suatu hari,selesai ibu mertua selesai mandi hanya mengenakan sehelai handuk yang di lilitkan ke badanny. Gak lama dia keluar kamar mandi telepon berdering, sesampai dekat telepon ternyata ibu mertuaku sudah mengangkatnya,dari belakang kulihat bentuk pangkal pahanya sampai ke bawah kakinya begitu bersih tanpa ada bekas goresan sedikitpun.

Aku tertegun diam melihat kaki ibu mertuaku, dalam hati berpikir"kok, udah tua begini masih mulus aja ya?... aku terhentak kaget begitu ibu mertuaku menaruh gagang telepon, dan aku langsung berhambur masuk kamar, ambil handuk dan mandi. Selesai mandi aku membuat kopi dan langsung duduk di depan tv nonton acara yang lumayan untuk di tonton.Enggak lama ibu mertuaku nyusul ikutan nonton sambil ngobrol denganku.Bagai mana pekerjaan mu?... "Baik-baik saja" Tanya ibu mertuaku. "Baik,Bu.Lho ibu sendiri gimana?,, Tanyaku kembali. Kami mengobrol sampai istriku datang dan ikut gabung ngobrol dengan kita berdua.

Malam itu jam 11.40 malam aku keluar kamar untuk minum,kulihat TV masih menyala dan kulihat ibu mertuaku tertidur di depan tv, Rok ibu mertuaku tersibak sampai celana dalamannya kelihatan sedikit.Kulihat kakinya begitu mulus,kuintip roknya dan terlihatlah gumpalan daging yang di tutupi celana dalamannya.Pengen banget rasanya ku pegang dan kuremas vagina ibu mertuaku itu,tetapi buru-buru aku ke dapur ambil minuman lalu membawa kekamar. Sebelum masuk kekamar sambil berjalan pelan kulihat ibu mertuaku sekali lagi dan burungku langsung ikut beraksi pelan. Aku masuk kamar dan coba mengusir pikiranku yang mulai kerasukan ini. Aku telat bangun,kulihat istriku sudah tidak ada.langsung aku berlari ke kamar mandi,selesai mandi sambil mengeringkan rambut yang basah aku berjalan pelan dan tanpa sengaja kulihat ibu mertuaku berganti baju di kamarnya tanpa menutup pintu kamar.Aku kembali diam tertegum menatap keseluruhan bentuk tubuh ibu mertuaku. Cuma sebentar aku masuk kamar, berganti pakaian kerja dan segera berangkat.

Hari ini aku pulang cepat, di kantor juga nggak ada lagi kerjaan yang harus aku kerjakan. Sampai di rumah aku langsung mandi, membuat kopi dan duduk di pinggir kolam ikan. Sedang asik ngelihatin ikan tiba-tiba kudengar suara teriakan,aku berlari menuju suara teriakan yang berasal dari kamar ibu mertuaku.Langsung tanpa pikir panjang kubuka pintu kamar.Kulihat ibu mertuaku berdiri di atas kasur sambil teriak "Awas tikusnya keluar.. tandas ibu mertuaku. 
Mana ada tikus, kemanakan.
Loh..kok pintunya dibuka terus, ibu mertuaku kembali menegaskan.
Sambil kututup pintu kamar kubilang ,mana...mana tikusnya?... 
Coba kamu lihat dibawah kasur atau di sudut sana .. Kata ibu mertuaku sambil menunjuk meja riasnya.

Kuangkat seprai kasur dan memang tikus kecil mencuit sambil meleompat ke arahku.Aku ikut kaget dan lompat ke kasur. Ibu mertuaku tertawa kecil melihat tingkahku dan mengatakan,kamu takut juga yah?.. Sambil berguman kecil kembali kucari tikus kecil itu dan sesekali melirik ke arah ibu mertuaku yang sedang memegangi rok terangkat itu.Lagi enak-enaknya mencari tiba-tiba ibu mertuaku kembali teriak dan melompat kearahku,ternyata tikusnya ada di atas kasur, ibu mertuaku mendekapku dari belakang,bisa kurasakan payudaranya menempel di punggungku,hangat dan terasa kenyal-kenyal kuambil keretas dan kutangkap tikus yang udah mulai kecapaian itu trus kubuang keluar.

Udah dibuang keluar belum?.. tanya ibu mertuaku ,Sudah Bu,jawabku.
Kamu periksa lagi,mungkin masih ada yang lain?.. Soalnya ibu dengar suara tikusnya ada dua, tegas ibu mertuaku. Walah, tkus ,maen pake ajak temen segala.. gumanku.Aku kembali masuk ke kamar dan kembali mengendus-endus  dimana temennya itu tikus seperti yang di bilang ibu mertuaku.

Ibu mertuaku duduk di atas kasur sedangkan aku sibuk mencari, begitu mencari di bawah kasur.Aku kaget dan kesentak tanganku,ternyata tangan ibu mertuaku yang merabanya, aku pikir temannya tikus tadi.Ibu mertuaku tersenyum dan kembali meraba. Aku mendengar aneh kejadian itu, kubiarkan dia merabanya terus.

Gak ada tikus lagi Bu..! Kataku.
Tanpa berkata apapun ibu mertuaku turun dari kasur dan langsung memeluku.Aku kaget dan panas 
dingin. Dalam hatiku berkata "kenapa nih orang?.. Rambutku di belai,di usap seperti seorang anak.di peluknya ku erat-erat seperti takut kehilangan.
Ibu kenapa?.. tanyaku.
Ah.. nggak! ibu cuman ingin belai kamu,jawabnya.
Udah ya.. Bu,belai-belamnya. Kataku 
Kenapa,kamu enggak suka dibelai sama ibu?jawab ibu mertuaku.
Bukan engga suka kalau ibu membelaiku entar burungku keras hehe..he.

Ibu mertuaku terus membelah ku coba membalas belayannya  di atas ranjang dengan posisi terlentang,kulihat ibu mertuaku terus masih mengusap-usap dada dan bagian perut ku hingga ke fenisku.Ibu mertuaku tiba-tiba memasukan tangannya ke celanaku dan menggapai fenisku, dan mengocok-ngocok fenisku hingga memanjang aku merasakan ser..ser ..jantungku berdetak kencang. Sehingga ibu mertuaku membuka celanaku, aku pun tida bisa menolak karena aku jua pingin mencoba main sex sama ibu mertuaku.Setelah ibu mertuaku mebuka celanaku,fenisku di kocok-kocok sama ibu mertua hingga fenisku ke memanjang.dan mulutnya langsung menjilati fenisku.

Dan ibu mertuaku menoleh kepadaku sambil tersenyum mesum.kepala fenisku di ciumnya,aku engga tahan dengan gerakan yang dibuat ibu mertuaku. Ah..ah.. hmm terus.. itu saja, yang keluar dari mulutku. ibu mertuaku terus melanjutkan permainannya dengan mrngelum burungku  .Aku bener-benar terbuai dengan kelembutan yang diberikan ibu mertuaku kepadaku. Kupegang kepa ibu mertuaku yang bergerak naik turun. Bibirnya benar-benar lembut,gerakan kelumannya begitu pelan dan teratur.Aku merasa di sayang,dicintai dengan ibu mertuaku.
Ah,Bu..aku nggak tahanlagi Bu... jelasku hingga aku mengeluar kan sprema. Hhmm.. mmh ..heh sura ibu mertuaku menjawabku.

Aku terdiam lemas sambil melihat ibumertuaku datang menghampiriku dan memeluku dengan mesra.Aku balas pelukannya dan kucium dahinya.Kubantu dia membersihkan mulutnya yang masih penuh spremaku dengan menggunakan kaos ku tadi.Aku duduk di ranjang,telanjang bulat dan menghisap rokok. Sedang ibu mertuaku tiduran dekat dengan burungku.

Kenapa jadi begini Bu?.. tanyaku. "ibu cuman pengen aja kok ..jawab ibu ,mertuaku. Aku belai rambutnya dan kuelus-elus dia sambil berkata"ibu mau juga?.. 
Dia mengaguk pelan, kubuka rok ibu mertuaku dan terus ku cium bibir ibu mertuaku.Dia balas ciumanku dengan mesra, aku pegang kemaluan ibu mertuaku yang masih tertutup celana dalam, sedikit demi sedikit ku lepaskan dan terlihat lah kemaluan ibu mertuaku,aku lalu menjilati kemaluan ibu mertuaku dan aku kocok-kocok kemaluanya aku lihat ibu bersuara ah....ah....ahah...oh... eank. 

Aku coba angkat fenisku dan kumasukan ke kemaluan ibu mertuaku, sedikit demi sedikit ku masukan hingga fenisku masuk kedalam ibu mertuaku dan ku goyang-goyngang badanku dan mengeluar masukan fenisku dan genjot lagi hingga fenis ku keluar lagi yang keduakalinya...Aku kelelah setelah bersetubuh dengan ibu mertuaku dan ku putuskan untuk beristirahat, ibu mertuaku bilang maksih yah udah muasin ibu. Ibu senang mempunyai menantu seperti kamu sambil senyum kepadaku ,aku pun bangkit dari tempat tidur bergegas mandi membersihkan badan serta fenisku yang penuh dengan keringat serta sisa sprema di fenisku.

Itu lah terahir kali kami melakukan perbuatan itu bersama. Sebenarnya aku berusaha untuk menghindar,tetapi kita hanyalah manusia biasa yang terlalu mudah tergoda dengan hal itu.Ibu mertuaku pindah ke rumah anaknya yang sulung, aku tahu maksud dan tujuannya.Tetapi istriku tidak menerimanya dan berperasangka bahwa istriku tidak mampu menjaga ibunya yang satu itu.







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gairah Ibu Mertuaku"

Post a Comment