Antara Aku dan Bu Dosen (wikwik)


Tidak seperti hari biasanya, sore hari kala itu hening suasana kampus. Masih tergambar jelas senyum manisnya, merah muda mempersona warna bibirnya. Indah terlukis di dalam memori, namun sayang.. beranak dua, such as a liarrrr.

Warning !

Sebelum melanjutkan membaca cerita ini, silahkan persiapkan mental yang kuat karena cerita ini merupakan cerita dewasa nyata yang berasal dari galaksi yang teramat jauh di semesta ini; dan mungkin akan sulit dipahami bagi pembaca awam, peace!
Mulai Cerita ..
Hari itu, tepatnya sore hari setelah selesai kelas, saya pergi menemui sosok yang sudah lama ingin saya temui selama 2–3 bulan terakhir ini; ibu dosen. Kenapa ngebet banget pengen ketemu sampai 2–3 bulan ini? Beliau sedang cuti selama 2–3 bulan terakhir, baru hingga beberapa hari yang lalu kembali aktif mengajar.

Singkat cerita, bertemulah saya dengan beliau di ruang dosen tempat beliau berada. Lalu menanyakan mengenai nilai mata kuliah saya yang diampu oleh beliau di semester sebelumnya. (jangan tanya nilainya apa! awas jangan tanya yaa!) Kurang lebih, beginilah transkrip percakapannya:

Ujang: Permisi. maaf bu, ini ujang yang waktu itu konfirmasi nilai sebelum ibu cuti. Sampai sekarang nilai saya kok masih belum berubah ya bu?

Ibu: Oh iya, waktu itu saya udah kasih kok ke Sekretariat supaya diubah nilainya.
Ujang: Oh begitu ya bu, berarti di Sekretariat nya belum diubah ya?

Ibu: Iya, coba nanti saya cek lagi ya!

Ujang: Iya bu! Oh iya bu, waktu itu ibu pernah bilang kalau nanti nilainya kurang bisa diperbaiki ya bu? (trigger start)
Ibu: Oh bukan begitu, itu mah buat yang nilainya jelek aja.

Ujang: ‘kan saya juga nilainya jelek bu?

Ibu: Bukan, itu khusus buat yang perlu di-remedial aja!

Ujang: Oh jadi gak bisa ya bu? Huft!

Ibu: Iya gak bisa, paling kalau mau ulang aja tahun depan! (haha lucu ya bu -_-)

Ujang: Padahal yang lain mah nilainya bagus-bagus ya bu!

Ibu: Iya, kalau saya lihat di kelas kamu rata-rata bagus semua nilainya, cuma dua-tiga orang aja yang kurang bagus.

Ujang: Iya bu, da mereka mah apa atuh.., pada kerjasama semua! (trigger.. trigger.. daisuki)

***

Udah ah. Sampai sini aja transkripnya, aku gak kuat kalau dilanjutin lagi! hahaha
Cerita selanjutnya hanyalah cerita membosankan dan penuh kekecewaan yang ada. 

Mengapa tidak?
Jadi sebetulnya, pada saat hari ujian saya mengikuti kelas lain untuk mengikuti ujian (bukan kelas yang biasanya).

Beberapa hari setelah ujian, ada hal menarik yang dikatakan orang kelas mengenai ujian hari itu. Kurang lebih begini kata mereka:
Si ibunya juga keluar ruangan sepanjang ujian, balik-balik lagi pas udah mau beres!
kamu atuh gk ikut di kelas yang biasa!

Saya tidak terlalu peduli dengan nilai sempurna dan saya sangat bersyukur tidak mengikuti kelas yang seharusnya pada waktu itu. Karena sungguh, dari dulu sampai sekarang hal yang sama selalu berulang.


Hmm, menyenangkan sekali rasanya melihat ekspresi ibu dosen saat itu. Raut wajah itu rasanya seperti memberitahu semua hal yang ingin diberitahu sekian lama namun tidak bisa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Antara Aku dan Bu Dosen (wikwik)"

Post a Comment