Melayani Nafsu Mertuaku
Ini menceritakan perselingkuhan antara seorang suami dengan ibu mertuanya ketika istrinya sedang pergi keluar kota. Mereka berdua menikmati hubungan seks terlarang ini. Seakan melepaskan nafsu birahinya,anak menantu dan ibu mertua ini mencapai kenikmatan seks yang mereka dambakan dan di pendam selama ini. Selengkapnya,simak cerita berikut ini!
Bapak mertuaku (Pak doni, samaran) yang berusia sekitar 60 tahun baru saja pensiun dari pekerjaannya di salah satu perusahaan di bogor. Sebetulnya beliau sudah pensiun dari anggota ABRI ketiaka berumur 56 tahun, tetapi karena dianggap masih mampu maka beliau terus dikaryakan. Karena beliau masih ingin terus berkarya,maka beliau memutuskan untuk kembali ke kampungnya didaerah malang,Jawa timur selain untuk menghabiskan hari tuanya, juga beliau ingin mengurusi kebun apelnya yang cukup luas.
Ibu mertuaku (Bu nini,samaran) walaupun sudah berumur sekitar 44 tahun,tetapi penampilannya lebih muda dari umurnya. Badannya saja tidak gemuk gombyor seperti biasanya ibu-ibu yang sudah berumur, Walau tidak cantik tetapi berwajah ayu dan menyenangkan untuk dipandang. penampilan ibu mertuaku seperti itu mungkin karena selama di bogor kehidupannya selalu kecukupan dan telaten mengikuti senam secara berkala dengan kelompoknya ...
Beberapa bulan yang lalu,aku mengambil cuti panjang dan mengunjunginya bersama istriku (anak tunggal mertuaku) dan anakku yang baru berusia 2 tahun. Kedatangan kami disambut dengan gembira oleh kedua mertuaku, apalagi sudah setahun lebih tidak bertemu sejak mertuaku kembali ke kampungnya.Pertama-tama,aku di peluk oleh pak tomi mertuaku dan istriku dipeluk serta dicium oleh ibunya dan setelah itu istriku segera mendatangi ayahnya serta memeluknya dan Bu mar mendekapku dengan erat sehingga terasa payudara mengganjal empuk di dadaku dan tidak terasa penisku menjadi tegang karenanya.
Dalam pelukannya,Bu Mar sempat membiarkan dudu.. (namaku) ibu kangen sekali denganmu ",sambil menggosok- gosokan tanggannya di punggungku, dan untuk tidak tidak mengecewakannya kubisiki juga," Buu ,Saya juga kangen sekali dengan ibu ",dan aku menjadi sangat kaget ketika ibu mertuaku sambil tetap masih mendekapku membisikiku dengan kata-kata "suur ..,ibu merasakan ada yang mengganjal di rambut ibu ",dan karena kaget dengan kata-kata itu,aku menjadi tertegun dan terus saling melepaskan pelukan dan kuperhatikan ibu mertuaku tersenyum penuh arti.
Setelah dua hari berada dirumah mertua,aku dan istriku,merasakan ada keanehan dalam rumah tangga mertuaku,terutama pada diri ibu mertuaku.Ibu mertuaku selalu saja marah-marah kepada suaminya apabila ada hal-hal yang kurang berkena, sedangkan ayah mertuaku menjadi lebih pendiam serta tidak meladeni ibu mertuaku ketika beliau sedang marah-marah dan ayah mertuaku kelihatannya lebih senang menghabiskan waktunya di kebun apelnya,walaupun di situ hanya duduk-duduk seperti sedang merenung atau melamun. Istriku sebagai anaknya tidak bisa berbuat apa-apa dengan tingkah laku orang tuanya terutama dengan ibunya yang sudah sangat jauah berlainan dibanding sewaktu mereka masih berada di bogor, kami berdua hanya bisa menduga-duga saja dan kemungkinannya beliau itu terkena post power syndrom. Karena istriku takut untuk menanyakannya kepada kedua orang tuanya,lalu istriku memintaku untuk mengorek keterangan dari ibunya dan supaya ibunya mau bercerita tentang masalah yang sedang dihadapiny, maka istriku memintaku untuk menanyakan sewaktu dia tidak seang di rumah dan sewaktu ayahnya sedang ke kebun apelnya.
Dipagihari ke 3 setelah selesai sarapan pagi, istriku sambil membawa anakku, pamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi mengunjungi budenya di kota kediri,yang tidak terlalu jauh dari malang dan kalau bisa akan pulang sore nanti.
Lho ... mirna(Nama istriku) kok mas mu nggak diajak..? tanya ibunya.
"Laah...nggak usah buuu biar mas nur nemenin bapak dan ibu,wong nggak lama kok",sahut istriku sambil mengedipkan matanya ke arahku tahu apa maksud kedipan matanya itu, sedangkan ayahnya hanya berpesan pendek supaya hati-hati di jalan karena hanya pergi dengan cucunya saja.
Tidak lama istriku pergi,Pak doni doni pamitan dengan istrinya dan aku,utuk pergi ke kebun apalnya yang tidak terlalu jauh dari rumahnya sambil menambahkan kata-katanya "Nak suur ... kalau nanti mau lihat-lihat kebun susul bapak saja ke sana",sekarang yang di rumah hanya tinggal aku dan ibu mertuaku yang sedang sibuk membersihkan meja makan.Untuik mengisi waktu sambil menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan tugas yang diminta oleh istriku,kugunakan utuk membaca koran lokal di ruang tamu.
Entah sudah berapa lama aku membaca koran,yang pasti seluruh halaman sudah kubaca dan tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara sesuatu yang jatuh dan diikuti dengan suara mengaduh dari belakang, dengan gerakan reflek aku segera berlari menuju belakang sambil berteriak,"Buuu .. ada apa buuu ?"..
Dan dari dalam kamar tidurnya kudenger suara ibu mertuaku seperti merintih,"Nak dudu tolong ibuu". dan ketika ku jenguk ternyata ibu mertuaku terduduk di lantai dan sepertinya habis terjatuh dari bangku kecil di dekat lemari pakaian sambil meringis dan mengaduh serta mengurut pangkal pahanya,serta merta kuangkat ibu mertuaku ke atas tempat tidurnya yang cukup lebar dan kutidurkan sambil kutanya "Bagian mana yang sakit ibu ", dan ibu mertuaku menjawab dengan wajah mengiris seoerti menahan rasa sakit,"Di sini .. sambil mengurut pangkal paha kanannya dari rok yang di pakainya".
Tanpa permisi lalu aku mengurut paha ibu mertuaku sambil kembali kutanya "Buuu,..apa ada bagian lain yang sakit?.. "Nggak ada dudu ..cuman di sepanjang paha kanan ini ada rasa sakit sedikit " jawabnya. "oooh ..iya nak dudu tolong ambilkan minyak kayu putih di kamar ibu,biar paha ibu terasa panas dan hilang sakitnya .Aku segera mencari minyak yang di maksud di meja rias dan alangkah kaget aku ketika aku kembali dari mengambil minyak kayu putih, kulihat ibu mertuaku telah menyingkap roknya ke atas sehingga kedua pahanya terlihat jelas,putih dan mulus. Aku tertegun sejenak di dekat tempat tidur karena melihat pemandangan ini dan mungkin karena melihat kergu-raguanku ini dan tertegun dengan mataku tertuju ke arah paha beliau,ibu mertuaku langsung aja berkata "Ayoo..lah nak dudu ,...nggak usah ragu -ragu,kaki ibu terasa sakit sakit ini loh,lagi pula dengan ibu mertua sendiri saja kok pake sungkan sungkan ...tolong di urutkan paha ibu tapi nggak usah pakai minyak kayu putih itu ..ibu takut nanti malah paha ibu jadi kepanasan.
Dengan perasaan penuh keraguan,kuurut pelan-pelan paha kannya yang terlihat ada tanda agak merah paha kanannya yang terlihat ada tanda agak merah memanjang yang sewaktu terjatuh tadi terkenabangku yang dindingnya kutanya ,"bagai mana buuu apa bagian ini yang sakit ? "betul nak dudu ..yaa yang itu tolong urutkan yang agak keras sedikit,kuturuti permintaan ibu dan sambil kutanya ibu. ibu kenapa ibu sering melamun semenjak ibu pindah?.. "Jawab ibu udah enak di bogor tapi sekarang pindah ketepat ayah jadi ibu melamun. sahut duu"oooh gituh ..
Sudah dua menit aku mengurut ibu tetapi ibu malah membuka baju."Kutanya ibu, kenapa ibu lepas baju?.... "Jawaban ibu gerah nak dudu... oh gerah .. dan ibu membuka kutang ibu yang berwarna merah setah membuka ku lihat pemandangang yang sangat indah ,buah dada yang putih masih seger. Ibu bilang nak tolong pijitin payudara ibu,aku ter sentak kaget mendengar itu, aku beraniin tanganku menyentuh buah dada ibu dan perlahan ibu merasakan ke enakan setelah ku pegang buah dadanya. dan ibu bilang dudu tangannya ke bawah dong ke vagina ibuh aku serentak sedikt malu, kucoba tangan ku membuka beha ibu yang berwarna merah,dan kujilati vagina ibu secara perlahan sehingga ibu merasakan enak.
Setelah itu ibu mertuaku meminta aku memasukan venis aku ke vaginanya ,aku terasa malu dan terasa jantukku berdetak kencang.. aku buka celanaku dan penisku ku pegang dan kumasukan pelan-pelan ke vagina ibu,setelah masuk ku ayunkan secara perlahan, keluar masuk venisku kulihat wajah ibu dan kudengar rintihan enk nak dudu ah....aaaaah ohh oohh enak .Setelah lama kemudian aku terasa carianku mau keluar dan ku keluarkan di perut ibu mertuaku. ku merasa ada penyesalan karena sudah berhianat kepada istriku. setelah itu ku pakai bajuku dan celanaku. ku keluar meninggal kan kamar ibu mertuaku.
Entah ibu mertuaku sudah berpakaian atau tida aku buru-buru keluar dan menuju ruang tamu dan membaca koran lagi. Beberapa jam kemudian ayah mertuaku pulang dari kebun dan kita mengobrol di ruangan tamu,seakan tida terjadi apa-apa. aku dan mertuaku mengobrol sampei larut malan kami berbincang-bincang sambil di temani kopi,ibu mertaku datang dari kamarnya dan ikut berbincang.
Setelah perbincangan semua keluargaku tidur karena sudah malam.pagiharinya istriku kembali pulang dan langsung menju ibu dan aku yang lagi di ruang tamu lagi membaca koran, dan istriku nyamprin aku gimana mas udah di tanyain sol kemarin?.... Udah sayang, gimana ibu jawabnya ginih ibu masih belum betah di rumah ayah ini sayang.Oh iyahudah sayang makasih udah nanyain ke ibu.
kita pulang aja besokyah sayang?... jawabku iyah kita pulang sayang... Semenjak peristiwa itu terjadi,ibu seringsekali mengunjungi rumah kami dengan alesan kangen cucu dan anaknya mirna, tapi kenyataannya ibu mertuaku mengontakku melalui telepon di kantor dan meminta jatahnya di sutu hotel,sebelum menuju kerumahku.Untungnya sampai sekarang istriku tidak curiga,hanya saja dia merasa aneh, karena setiap bulannya ibunya selalu mengunjungi rumah kami.

0 Response to "Melayani Nafsu Mertuaku"
Post a Comment