Gairah Rina Hot
![]() |
| Source:twitter.com |
Aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di bandung, dan sekarang sudah tingkat akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja.Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di bogor. Suatu hari aku ke bogor. Ketika aku samapi ke rumah kakaku, aku melihat ada tamu, rupanya ia adalah temen kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakaku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya didi. ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anaknya -istrinya. Istrinya, Dina.8 tahun lebih muda darinya,dan putrinya,dini,duduk di kelas 2 SMP.
Kalau aku ke bogor aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari senin,aku ditugaskan oleh didi untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia meminta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya,sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.
Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakaku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menju rumah didi. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnyakulihat ada beberapa VCD porno. Karena memang sendirian,aku pun menontonnya. Sebelum habis saat filem,tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka.Aku pun tergopong-gopong mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.
Dan ternyata Rina yang masuk kerumah, dan dia langsung kedapur untuk menyipan belanjaannya rina memanggil ke saya agar aku memasak" dan setelah makan siap,Aku memanggil rina dan sakali lagi astaga .. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya.Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai "bergerak" sekarang bener-bener menegak dan mengganjal di celanaku.
Selesai makan,saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan,dan dari celah dasternya , buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.
"Oom,ayo tebak,Hitam,kecil,keringatan,apaan?"
"Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada ditutup botol Fanta! Gantian ..Putih-putih,kecil, keringatan,apa?".
Rina mengerenyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan. "Yang bener...Rin pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!
"Aahh..Oom Ryan ngeledek..!' "Uuuh.. mmmhh.." Rina menggelinjang.
Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya. Aahhh..! Rina meneletang di sofa dengan tubuh hampir polos!
Aku segera mengelum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku dan erangnya yang tersendat membuatku makin taksabar. Aku menarik lepas celana dalamnya,dan nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Rina.Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.
"Ehhh.. mmaahh.."tangan rina meremas sofa dan pinggulnya menggetar ketika bibir kemaluannya kucium. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan. "oooh .."Rina mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
"Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Rina akan terlonjak dan nafas Rina seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.
Ketika aku berhenti menjilat dan mengelum,Rina tergeletak terengah-engah,matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku,dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Rina.
"Mmmmhh.. ohhhh" ktika Rina membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.Mungkin filem tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya. Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Rina dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Rina dan aroma kemaluan Rina di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.
Dengan tangan, kugesek-gesekkan kemaluanku ke celah di selangkangan Rina,dan sembentar kemudian kurasakan tangan Rina menekan pantatku dari belakang. Ohmm mam masuk hh masukin omm ahh .. ehekmm.."
Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Rina semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan,tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir,apakah lubang sekecil ini akan akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini.
Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 16 cm, lebarnya 4,7 cm sedangkan Rini masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil.
Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar,Aku pun berusaha.Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangn itu.Rini memekik kecil, dahinya mengerenyit menahan sakit. Kuku-kuku tangan mencekram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk.Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Rina terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.
Sembentar kemudian kernyit di dahi Rina menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Rina mengerenyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.Aduhhh..Sshh..iya terushh.. mmhhh,..aduhhh..enak...oomm.."
Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Rina, lalu membalikan kedua tubuh kami hingga Rina sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kelumannya.Tanpa perlu diajarkan,Rina segera menggerakan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelenitt dan pinggulnya,dan kami pun berlomba mencapai puncak.
Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Rina makin menggila dan ia pun membungkukan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku,dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.
Setelah tubuh Rina melemas,aku mendorong ia telentang.Dan sambil menindihnya,aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks ,Rina tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua. Sekian lama kami diam terengah-engah dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
"Aduh oom ..Rina lemes, Tapi enak banget."
Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas.Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan,tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Rina yang masih amat kencang.
Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme,dan Rina entah berapakali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Rina kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.
Kembali ke rumah didi,aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Rina pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya,lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kemaluanku.Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi,dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerakan mengikuti kepalanya yang tergerai yang bergerak -gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun.Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan filem yang kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku "blowjob" aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD.

0 Response to "Gairah Rina Hot"
Post a Comment