Enaknya Anak SMU
Aku tinggal di semarang tapi tempat kerjaku di deket indramayu yang berjarak sekitar 48 km dan kutempuh dengan kendaraan kantor nyupir sendiri sekitar 2jam.Bagi yang tahu daerah ini,pasti akan tahu jalan mana yang aku tempuh.Setiap pagi kira-kira jam 06.36 aku sudah meninggalkan rumah melewati rute jalan yang sama cuman satu-satunya yang terdekat untuk berangkat ke kantor.Pagi hari di daerah ini,seperti biasa terlihat pemandangan anak-anak sekolah entah itu anak SD, SMP ataupun SMU, berjajar di beberapa tempat di sepanjang jalan yang kulalui sambil menunggu angkutan umum yang akan mereka naiki untuk ke sekolah mereka masing-masing. Karena angkutan umum sangat terbatas,biasanya mereka melambai-lambaikan tangannya dan mencoba menyetop kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan.Kadang-kadang ada juga kendaraan truk ataupun pic-up yang berhenti dan berbaik hati memberikan tumpangan, sedangkan kendaraan lainnya jarang mau berhenti, karena yang melambai-lambaikan tangannya berkelompok dan berjumlah puluhan.
Suatu hari Senin di bulan desember,aku keluar dari rumah agak terlambat yaitu jam 06.46 pagi.Kuperhatikan anak-anak sekolah yang biasanya ramai di sepanjang jalan itu mulai agak sepi, mungkin mereka sudah mendapatkan kendaraan ke sekolah masing-masing.Saat perjalananku mencapai ujung desa bebedilan tempat ini pasti dikenal oleh semua orang karena sering terjadi tawuran antara desa sampai saat ini. Kuliat ada seorang anak sekolah perempuan yang melambai-lambaikan tangannya. Setelah kulihat di belakangku tidak ada kendaraan lain, aku mengambil kesimpulan kalau anak sekolah itu berusaha mendapatkan tumpangan dariku dan karena dia seorang diri di sekitar situ maka segera kuhentikan kendaraanku serta kubuka kacanya sambil kutanyakan,Mau ke mana dik?.. Kelihatan anak sekolah itu agak cemas dan segera menjawab pertanyaanku,Pak boleh saya ikut sampai di SMA ,dari tadi kendaraan umum penuh terus dan saya takut terlambat?.. dengan wajah yang penuh harap. Yaa,Ok lah.. naik cepat,kataku . Terimakasih paak, katanya sambil membuka pintu mobilku.
Jarak dari sini sampai disekolahnya kira-kira 10 km dan selama perjalanan kuselingi dengan pertanyaan ringan, sehingga aku tahu kalau dia itu duduk di kelas 3 SMU dan bernama runi. Tinggi badanya kira-kira 145 cm, warna kulitnya bisa di bilang agak hitam bersih dan cantik dan menarik untuk dilihat, entah apanya yang menarik, mungkin karena matanya agak sayu.
Tidak terlalu lama, kendaraanku sudah sampai di daerah dan runi segera memberikan aba-aba oom, sekolah saya ada di depan itu,katanya sambil jarinya menunjuk satu arah di kanan jalan. Kuhentikan kendaraanku di depan sekolahnya dan sambil menyalamiku runi mengucapkan terima kasih. Sambil turun dari mobil,runi masih sempet bertanya,oom,pesok pagi saya boleh ikut lagi... nggak om. lumayan om bisa naik mobil bagus ke sekolah dan sekalian menghemat ongkos... boleh yah oom?.. Aku tidak segera menjawab pertanyaan itu tapi kupandangi wajahnya,lalu kujawab,boleh saja runi ikut om,tapi jangan bergerombol ikutnya yaa. Enggak deh oom, saya cuman sendiri saja kok selama ini.
Setiap pagi sewaktu aku mencapai desa itu, runi sudah ada di pinggir jalan dan melambaikan tanganya utuk menghentikan mobilku. Dalam setiap perjalanan dia makin lama makin banyak bercerita soal keluarganya, kehidupannya di desa, temen-temen sekolahnya dan dia juga sudah punya pacar di sekolahnya. Ketika kutanya apakah pacarnya tidak marah kalau setiap hari naik mobil orang,runi bilang tidak apa-apa tapi tanpa ada penjelasan apapun, sepertinya dia enggan menceritakan lebih jauh soal pacarnya.runi juga cerita bahwa selama ini dia tidak pernah kemana-mana,kecuali pernah dua kali di ajak pacarnya piknik ke daerah wisata di kuningan.
Seminggu kemudian di hari jumat,waktu runi akan naik di mobilku kulihat wajhnya sedih dan matanya bengkak seperti habis menangis dan runi duduk tanpa banyak bicara. Karena penasaran,kusap dia ,runi, habis nangis yaa kenapa ? ..coba runi ceritakan ,siapa tahu oom bisa membantu.nuri tetap membisu dan sedikit gelisah.Lama dia diam saja dan aku juga tidak mau menggangunya dengan pertanyaan pertanyaan,tapi kemudian dia berkata,oom, saya habis ribut dengan bapak dan ibu,lalu dia diam lagi. Kalau runi percaya pada oom,tolong coba ceritakan masalahnya apa, siap tahu oom bisa membantu, kataku tetapi runi tetap membisu.Ketika mobilku sudah mendekati sekolahnya,tiba-tiba runi berkata,oom,boleh nggak runi minta waktu sedikit buat bicara di sini,mumpung masih belum sampi sekolah. Mendengar permintaannya itu, segera saja kuhentikan mobilku di pinggir jalan dan kira-kira jaraknya masih 2 kam dari sekolahnya.
Ada apa runi? ... Kataku. runi tetap diam dan sepertinya ada keraguan untuk memulai berbicara. ayoo,lah nuri jangangan takut atau ragu atau ragu, ada apa sebenernya, tanya ku nuri bilang oom aku pinjam uang 100 ribu untuk membayar uang sekolah karena 4 bulan nuri belum bayar. dan htiku tersayat atas mendengarkan persalahan runi dan tanganku mengambil dopet dan memberi kan 400 ke nuri dan nuri bilang kebanyakn oom entak nuri engga bisa kembliin uang oom, jawabku gausah di kembalikan buar nuri aja uangnya dan sisanya buat buku-buku nuri.
Dan setelah itu ku lajukan lagi mobilku ke tempat sekolahnya sambil nuri berbicara,Oom kapan-kapan oom ada waktu engga buat nuri untuk menceritakan kisah peribadiku ke oom?.. dan aku jawab dan sanbil sejanak yaudah hari sabtu aja oom ada waktu buat nuri. setibanya di sekolah nuri lasung keluar mobilku sambil mengucapkan terimaksaih.jawab ku sama-sam nuri.
Aku majukan lagi mobilku ke tempat kerjaku dan setelah aku sampai di kantor aku masih ter ingat cerita nuri dan kuputuskan untuk cuti 2 hari alesannya aku ada urusan keluaraga setelah itu ku masuklagi. Setelah pulang kermah aku juga bilang sama istriku ada urusan kantor di luarkota, setelah esok sabtu aku aku berangkat dari rumah jam 06.30 dan naik mobil melaju seperti biasa dan ku lihat runi lagi berdiri sambil melambaykan tangannya ke mobil aku aku langsung memberhentikan mobilku, dan hatiku bilang ko masih memakai baju sekolah kata hatiku danku mendekati runi dan berhenti ,kubuka jendela mobilku dan runi membuka pintu mobilku dan kulihat wajah nya dia masih seperti kemarin-kemarin wajahnya berbintit seakan mau nangis,kutanya kenapa ko wajah mu masih seperti kemarin dan runi tida menjawab pertanyaanku dan kumajukan mobilku sambil bertanya lagi kita mau kemana? ..dan runi pun menjawab aku mau ketempat yang sepi dan tida ada orang karena aku ingin menangis ,karena aku ingin menangis kalau tida orang kan aku engga akan malu hanya oom yang tau. aku jawab sabil berpikir tapi ku susah untuk mencari maunya ,dan ku pikirkan lagi giman kalau kita ke vila aja, apa itu oom vila?.. yaudah kalau engga tau ikut aja oom entar oom tunjukin,dan lau nuri kurang setuju dengan tempatnya, kita cari tempat lain.
Setelah sampai di vila serta memesen minuman ringan serta mengambil kunci kamarnya segera aku kembali dan kutanyakan kepada nuri .., kamu mau disini ?.. lihat saja tempatnya sepi maklum saja masih pagi-pagi.Setelah mobil kuparkir di deptelah n vila,nuri.. Gimana mau disini?.. atau mau cari tempat lain?... nuri tidak segera menjawab pertanyaanku ,tapi dia ikut turun dari mobil dan mengikutiku ke arah pintu kamar vila. Segera setelah sampai di dalam, dia langsung duduk di tempat tidur sambil sambil memperhatikan seluruh ruangan.Karena kulihat nuri tetap diem saja dan ku tanya nuri kamu seneng disini ? sambil mencium kening nuri dan tiba-tiba aku di pegang nuri sambil memeluk ku hingga erat. Tanganku mengusap-usap kepalanya sambil tangan ku pindah ke pahanya sambil mengelus-elus pahanya dan nuri mencium bibirku dan kubalas ciuman lagi,tanganku berpindah ke buah dadanya yang sangat indah dan kuremas-remes buah dadanya hingga nur berteriak kecil oom enak oom ohoho.perlahan ku coba ku buka baju dan kutangnya sehingga terlihatlah buah dada nuri.... yang enak di pandah oleh mata.Kuremes remes buah dadanya dan ku jilati buah dadanya sambil nur berteriak enak....enak om lagi.....
Setelah lama aku jilati buah dadanya ku coba membuka celana nuri dan celana dalamnya hingga terlihat vagina nuri yang ditumbuhi bulu yang kecil...kecil.... oom mau jilatin vagina nuri boleh ?... dan nuri pun menjawab kecil boleh oom boleh.. Aku pindah ke vagina nuri dan kujilati vaginanya kulihat wajah nuri seakan menjawab enak oom... Dan penis ku terasa meakin keras dan panjang, ku sudahin menjilat paginanya lalu ku angkat fenisku ke atas lalu kumasukan secara perlahan sekan fenisku terhalang karena nuri masih perawan,kucoba kutekan sedikit-sedikit kaean napsuku sudah di ubun-ubun ku bilang aku akan berusah memasukan fenisku ke pagina runi .... Sedikit-sedikit ahirnya fenisku masuk sampai seluruh fenisku kumasukan ke pagina nuri ..Dan nuri pun menjerit seakan merasakan sakit ooooh...oh oom sakit tapi enak... om.... Dan kugoyangkan badan ku sehingga nuri merasa kan sakiti ooh ...oh om sakit.
Nuri berkata padaku oom aku di atas yah ?... Dan aku tida berkata apa-apa aku lasng tidur dan berbaring nuri keatas badanku nuri dan nuri memasukan vaginanya ke fenisku dan menggoyang goyangkan badannya semakincepat dan nuri berkata oh oh oh... enak .... dan ku berkata nuri oom mau keluar nih.... Tunggu sama-sama nuri juga mau keluar ..Ahh ...ahhh oom, teriak nuri sambil menggerakkan pantatnya menggila dan akupun karena sudah taktahan menahan maniku dari tadi segera kugerakan pantatku lebih cepat dan crrettt ...cret dan ahah sih oom keluar,sambil kutekan pantat nuri kuat-kuat.
Dan akhirnya setelah ku keluar aku lelah dan lalu beristirahat sebentar,kuajak nuri ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan nuri kembali menjatuhkan badannya di tempat tidur mungkin masih merasakan kelelahan. Tak terasa jam sudah memunjukkan hampir jam 12 siang dan segera saja kupesen makan siang.

0 Response to "Enaknya Anak SMU"
Post a Comment