Cerita Tante Hot

Source:artikelbokep.net.com


Pembatuku yang semok dan cantik

Hari Minggu siang ini aku sedang santai membaca buku Johan Perkins tentang the Convession of Economic Hitam, ketika aku mendengar suara mobil istriku berhenti didepan gerasi. Suaranya yang nyaring itu,terdengar ketika ia memanggil pembantuku kearah gerasi ketika dia masuk dengan membawa beberapa kantung belanjaan.

"Inah, masukan barang barang-barang ini ke kulkas segera ya.."perintahnya kepada pembantuku. Inah adalah pembantuku satu-satunya, setelah kemarin Warni minta ijin untuk berhenti karena mau dikawinkan oleh kedua orangtuanya. Tak lama kemudian istriku datang menghampiriku yang sedang santai membaca sambil nonton acara TV.."Pa ini pembantu baru yang gantiin si Warni, aku baru ambil dari yayasan di Depok. Namanya siti pa,"jelas istriku.

Dibelakangnya berjalan dengan kepala tertunduk si pembntu baru ini. Sosok tubuhnya cukup tinggi, dengan wajah yang mencerminkan gadis daberi desa dan perawakan yang cukup bagus, Yang membuat aku agak memberikan perhatian lebih lama adalah bongkahan daging yang sangat menonjol didadanya itu.Aku memang gak bisa menahan diri,jika melihat buah dada yang membusung seperti itu. Wah enak nih kalau bisa meremas dan mengulum buah dada seperti ini, pikirku.

"Umurnya baru 20 pa, tapi dia dah pengalaman jadi TKW ke Arab," jelas istri ku"Ini bapak ya Ti, kamu mesti layani Bapak dengan baik lho.." Iya bu,saya akan lakukan ,"jawabnya sambil tetap menundukan kepalanya, sehingga membuatku lebih leluasa untuk mengamati tonjolan buah dadanya yang bulat itu "Ya sudah sana,"kataku,"kamu bantu inah di belakang.Yang penting kamu kerja yang baik."

"Iya pak, terima kasih saya boleh kerja di sini." sahutnya sambil membalikkan badan dan berjalan kearah dapur. Sempat aku perhatikan perawakannya dari belakang,ternyata dia punya pantat yang cukup bundaar dan  sekal, paha dan betisnya sangat bagus bentuknya walou kulitnya tidak terlalu putih. Ini jenis bodiy yang sangat membangkitkan selera nafsu birahiku. Tak terasa adikku sudah mulai bangun dan menggeliat ketika membayangkan pembantu baruku tanpa sehelai benang ditubuhnya.Aaaarghh..!!

Pekerjaanku sebagai konsultan lepas untuk beberapa perusahaan membuatku lebih sering berada di rumah, dan mengerjakan segala sesuatunya dirumah, Aku keluar rumah ketika ada klien atau mitra yang harus kutemui, selebihnya aku lebih senang menghabiskan waktuku dengan bermain bersama anak-anakku.Sehari-hari setelah mengantar anak-anak kesekolah,aku kembali kerumah dan mulai mengerjakan tugas-tugasku.

Aku sedang diruang kerjaku menulis analisa tentang perusahaan telekomunikasi A yang merupakan kompetitor dari klien utamaku, ketika  Siti melewatiku dengan membawa peralatan pembersih," Permisih pak, mau bersihin kamar dan kamar mandi Bapak.." jelasnya lirih sambil menundukan kepalanya. Kupandangi wajahnya yang masih tetap menunduk,an kemudian turun kedadanya yang membusung, padat dan tegak.

"Kaamu umur berapa sih sekarang Ti? tanyaku sambil tetap tidak melepaskan pandanganku dari dadanya. "Saya mau 21 tahun pak, tahun ini," jawabnya sambil masih tetap menundukan kepalanya. "Kamu dah kawin ya," tebakku sambil bersuara agak tegas, walau ngakunya pada istriku masih gadis." Jangan bohong kamu sama aku ya." tegasku. Dia makin menundukan kepalanya dan kemudian menjawab lemah," Sudah pak, tapi jangan bilang ibu ya pak, saya sangat butuh banget kerjaan ini pak. Anak saya sangat perlu uang untuk beli susu dia pa.." Ya sudah,sana. Tapi kerja yang baik dan nurut disini ya, sama aku. Jangan bantah.

Tolong klosetnya jangan lupa kamu gosok yang bersih, ya Ti.." kataku, sambil tak lepas menatap dadanya yang nampak lebih membusung hari ini dengan kaus oblong putih yang agak kekecilan itu.." Maksih pak, saya akan nurut bapak, tapi jangan bilang ibu ya pak." pintanya lirih. he..he...he.. ada kartu truf ni buat aku untuk muasin sikecil yang sudah mulai tegak. Oke untuk hari ini kamu aku biarkan lolos dari incaranku, sambil mulai memikirkan cara untuk dapat menikmati tubuhnya, terutama dadanya sangat tegak, padat dan sekal itu.

Pagi itu aku sedang mengetik kerjaan didepan komputer ketika Siti lewat untuk membersihkan kamarku. Hemmhh. Masih dengan kaus yang agak ketat,dadanya tampak sangat membusung dan menggairahkan .. "maaf pak mau bersihkan kamar dan kamar mandi bapak .." pintanya sambil masih menunduk.."Ya sudah sana,"jawabku sambil tak lepas menatap buah dadanya yang indah.

Aku melanjutkan pekerjaanku sambil memikirkan cara yang tepat untuk menikmati buah dada pembantu baruku ini. Ketika kudengar dia memasuki dan membersihkan kamar mandiku,Aku segera bangkit dan menyusul masuk ke kamar mandi. "Ti tolong kamu potongi bulu rambut yang ada ditelingaku ini ya. Hati-hati dia mulai memotongi rambut di telingaku, dan dengan sengaja kuangkat sikuku, sambil berpura-pura meringis kesakitan, hingga menyentuh tonjolan didadanya.

Dia agak mendur sedikit, tapi kembali sikuku mengejar buah dada yang kesat itu. Wah masih padat dan kenyal sekali, sehingga adikku mulai tegak. Ketika kusuruh dia pindah kekuping kiriku, sekarang dengan telapak tanganku kusentuh,kutekan,dan mulai kuremasi buah dada yang sudah beberapa hari ini menghantuiku. Dia menjauhkan tubuhnya dan berhenti memotong rambut kupingku. "Pak,jangan Pak .."pintanya lemah. Tapi aku segera menghardiknya "Ayo, lanjutkan motongnya!! Dengan takut-takut dia melanjutkan kegiatannya dengan hati-hati, dan kembali aku menjulurkan telapak tanganku untuk meremas dadanya.

Meski dia berusaha menghindar tapi aku malah berusaha untuk memasukkan tanganku kebalik kaus ketatnya, dan akhirnya berhasil kusentuh dan kuremas dengan nikmat buah dadanya yang sebagian lagi masih tersembunyi dibalik Bhnya ."pakk, jangan pakk, nati dimarahin ibu pakk."pintanya lirih sambil berusaha lari keluar kamar mandi. Karena takut nanti dia berteriak, akhirnya aku biarkan dia keluar dari kamar mandi. Uhh.. ini buah dada yang terkenyal dan terpadat yang pernah kurasakan. Awas kamu nanti Ti, janjiku pada diriku sendiri. Aku harus bisa menikamti lebihhh..

Biasanya anak-anak memang tidak tidur bersama aku dan istriku.Dan siti setiap malam tidur dikamar tidur anakku.. dan menemani mereka ketika mereka tidur dikamarku, dan menemani mereka ketika mereka tidur dikamar itu . Tapi malam itu anak-anka tidur di kamarku, jam 12.00 mereka sudah terlelap dikeloni oleh istriku. Aku masih didepan komputer, ketika kudengar suara langkah kaki Siti menaiki tangga dan masuk kekamar anakku.

Ah ..Malam ini aku harus menikmati lagi kenyalnya buah dada si Siti pikirku. Tiga jam kemudian, setelah yakin istriku lelap dalam tidurnya, aku mengendap-endap mendekati kamar anakku dan menempelkan kupingku kepintu. Aku yakin Siti sudah tidur,karena dari dalam kamar anakku hanya suara desis AC saja yang terdengar. Kunci pintu kamar anakku memang sengaja aku sembunyikan, sehingga dengan leluasa aku masuk dan segera mentup kembali pintu.

Kuliat siti tidur dengan nyenyaknya,dan dada yang membusung itu nampak dengan jelas dibalik setelan dasternya yang longgar. Kucoba untuk membuka kancing atas dasternya, ternyata dia tidak mengenakan Bh malam ini .. Wahh.. pucuk dicinta ulam tiba, pikir ku. Setelah lima kancing terbuka semua, maka menyembullah buah dada yang bulat dan tegak. Aku yakin ukurannya tidak kurang dari 36c, dan yang membuatku tambah terangsang karena buah dadanya tetap tegak kencang walau dia dalam posisi terlentang. kutangkupkan telapak tangan ku pelan-pelan diatas dada indah itu, dan pelan-pelan diatas dada indah itu, dan pelan-pelan aku mulai meremasnya. Wahhh adiku sudah mengeras dengan cepatnya,dan nafsuku makin tak tertahan.

Segera kuhentikan remasanku, ketika dia bergerak hendak pindah posisi walau masih dalam keadaan tidur. Ternyata posisinya malah makin membuatku spaneng. Sekarang dia terlentang sepenuhnya, dan kedua kakinya membuka agak lebar, dengan buah dadanya membusung tegak tanpa tertutupi daster atasannya yang telah kubuka kancingnya. Aku sudah tak dapat menahan lagi nafsuku yang memuncak, segera kuaposisikan kedua lututku diantara kedua pahanya dan kutindih dia seraya mulutku tanpa basa-basi lagi segera mengelum dan mengisapi buah dadanya.

Siti terbangun tapi masih belum sadar apa yang terjadi, dan ketika kesadarannya pulih keadaan sudah terlambat karena buah dadanya sudah sepenuhnya tenggelam dalam kuluman mulutku dan kedua tanganku segera menahan kedua tangannya yang hendak mendorong kepalaku. Ahhh memang enak benar susu pembantu baruku ini. Bener-benar kenyal dan padat sekali, pantas tetap tegak walau dia dalam posisi terlentang dan tanpa penyangga apapun. Inilah buah dada yang selama ini kuidam-idamkan. Mulutku tak henti mengelum dan mengisap susu Siti, putingnya kekecap-kecap dengan lidahku.

Awalnya Siti masih berusaha memberontak,tapi ketika kukunci pinggangnya dengnan pinggangku yang berada diantara kedua pahanya,dan kedua tangannya kutahan dengan tanganku,akhirnya dia pasrah dan mengundurkan pemberontakannya. Aku makin menggila dan mulutku makin gencar menghajar kedua buah dadanya bergantian. Nampaknya dia takbisa menghindar dari rangsangan yang timbul dari kuluman dan isapanku pada kedua buah dadanya,sebab matanya mulai memejam dan dia seakan menggigit bibirnya sendiri menahan rangsangan itu. Nafsuku juga makin memuncak melihat ekspresi wajahnya yang mencoba menahan rangsangan yang timbul, dan akhirnya aku coba untuk menarik celana pendek longgar yang dia kenakan sedikit.

Dia menahan tanganku yang mencoba menarik turun celana pendeknya,tapi segera kutingkatkan serangan mulut dan lidahku pada buah dada yang membuncah itu. Dari susunya yang kanan, aku berpindah lagi ke kiri dan terus tidak berhenti, sambil kembali aku berusaha menarik turun celana pendeknya. Akhirnya dengan masih tetap menindihnya aku berhasil menarik turun celana pendek sekaligus celana dalamannya hingga ke pergelangan kakinya lepaslah celana itu dari tubuhnya. Yes .. terpangpanglah tubuh bugil pembantu baruku tetap dibawah tindihanku,dan masih juga mulut dan tangan ku bergantian menghajar kedua buah dadanya tanpa henti.

Kuhentikan sebentar kegiatanku dengan masih dalam posisi dimana aku duduk diantara bentangan pahanya yang sudah telanjang, dan mulai aku melepaskan kaus dan celana pendek dan celana dalam hingga akhirnya aku dalam keadaan telanjang bulat. Siti nampak kaget dan agak ketakutan melihat kelakuanku, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena aku masih tetap mengunci posisinya di bawahku. Aku mulai lagi mengelum susu Siti bergantian kiri kanan,sambil menindihnya aku mulai menempatkan kontolku tepat diatas vaginanya.

Sambil meningkatkan seranganku pada susunya, kontolku yang sudah mengeras dengan sempurna kutekankan pada mulut vaginanya. "Pakk jangan paak .." keluh siti agak lirihh. Nafsuku yang sudah diubun-ubun membuatku gelap mata dan tak menghiraukan desah lirihnya. Kupegang kontolku dengan tangan kananku, dan mulai kutekan kemulut vaginannya pelan-pelan. Aaahh ...sakit pakk." jerit Siti dengan berusaha menggeser pinggangnya kekiri menghindari tekanan kontolku dimulut vaginanya.

"Udah Ti jangan gerak-gerak lagi.." bujukku pelan, sambil kembali menempatkan kontolku pada posisi yang tepat di mulut vaginannya dan kembali kutekan hingga masuk kepalanya saja. "Adduh pak sakit  paak." Kembali Siti hendak menggeser pinggangnya, dan segera aku menahannya sambil sedikit membentaknya, dan segera aku menahannya sambil sedikit membentaknya dengan galak " Diaam  aja kamu Ti ..",Dengan ketakutan akhirnya dia menghentikan usahanya untuk menggeser pinggangnya, dan dengan nikmatnya kembali aku menenangkan kepala kontolku kedalam mulut vaginanya .. Yesss . mulai masuk setengahnya rasanya luar biasa enakkk.

Kulihat dia memejamkan kedua matanya dan gigi atasnya menggit bibir bawahnya menahan sakit dan nikmat ketika kontolku yang berdiameter 5 cm dan panjang 16 cm mulai  menyeruk makin kedalam ..
Akhirnya dengan sentakan yang agak kuat akhirnya kontolku masuk sepenuhnya kedalam vaginan Siti, Ahhh Bener-bener nikmatt cengkraman vaginan Siti  dia mengejan menahan rasa sakit ketika seluruh batang kontolku masuk menghujam kedalam vaginanya. Rasa-rasanya seperti dipijat dan disedot-sedot. Akhirnya pelan-pelan aku mulai menggerakan kontolku mundur separo, berhenti sedikit dan mulai maju lagi hingga habis tenggelam dalam cengkeraman nikmat vagina Siti.

Apalagi cengkraman otot vaginan dan raut wajahnya yang mengejan menahan rasa sakit dan rangsangan yang timbul, membuatku tak dapat menahan lagi untuk meremasi dan mengelumi kembali kedua susunya. Kadang kugigit kecil karena tak mampu menahan rasa nikmat dan gemasku atas kekenyalan susunya. Akhirnya setelah lebih dari 20 menit dalam posisi MOT, rangsangan itu memuncak dan kepala kontolku terasa luuaar biiassa nikmat.

Gerakan ayunanku semakin cepat dan akhirnya aku tak dapat menahan lebih lama lagii, persis ketika air maniku sampai diujung mulut kontolku, segera kutarik keluar dan kumentahkan air maniku diatas perut,dada busung, dan sebagian wajhnya .."cerot ..cerot ..croot... "ahh... nikmattt... " eran gku tak dapat menahan rasa luar biasa yang timbul ketika air maniku keluar deras menyemprot perut,dada,dan wajahnya ... Setelah habis air maniku keluar,aku rebahkan diriku disamping tubuh Siti yang lemah tergolek telentang setelah kugarap hampir satu jam penuh.

Dia segera menarik selimut yang tergeletak disampingnya,dan menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut itu. Sepintas sempat kulihat dia menetikan air mata, dan suara tangis yang ditahannya beradu dengan napasnya yang tersengal.." Udah Ti, gak usah nangis segera .." kataku, seraya mengenakan celana dalam dan pakianku . Dia berusaha menahan tangisanya,dan segera kutinggalkan kamar anakku kembali ke kamar kerja untuk untuk mematikan komputer dan masuk kekamar tidurku.

Kuliat istri dan anakku masih terlihatidur dengan nyenyaknya,kala kulihat jam telah menunjukan pukul 1. Kurebahkan diriku disamping anakku, dan kucoba untuk tidur .Tapi kenikmatan yang baru saja kurasakan masih membayang jelas dalam pikiranku dan mengalahkanku untuk segera tidur. Kapan-kapan aku harus mengulanginya lagi,pikiranku...







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Tante Hot "

Post a Comment