Belajar Sex



Umur Aku saat itu masih 8 tahun kelas  VII SMP, sedangkan susi, kakak sepupuku,Aku lupa berapa umurnya akan tetapi waktu itu dia sudah kelas X SMA. Dia anak yang lincah, cantik,putih dan badannya padat dan berisi. kami sering bermain bersama, main petak umpet, kemah-kemahan, dan tentu saja dokter-dokteran. Seperti biasa hari itu Aku main kerumahnya, orang tuanya sedang siibuk berjualan di warung samping rumah hingga kami hanya berduaan saja di ruang keluarga.

Dek,maen kemah-kemahan yuk, kata kaka. Aku menurut saja, lalu kami membuat tenda dari selimut. kami pun bermain ular tangga di dalam tenda dengan beralaskan karpet. akan tetapi ternyata kakak bosan dengan permainan itu, dek maiin yang lain yuk, maiin dokter-dokteran aja giimana?.. Aku pun mengiyakan dan sesuai kesepakatan akulah dokternya sedangkan kakak adalah pasiiennya.

Kisah Sex, sesudah merapiihkan ular tangga kakak memberikan stetoskop maiinan padaku lalu diia berbariing di atas bantal yang ia bawa ke dalam tenda. seperti biasa Aku menempelkan stetoskop ke dadanya layaknya seorang dokter. akan tetapi tanpa aku duga dia menyingkapkan t-shiirtnya hingga tanpak perutnya, dadanya dan tentu saja ujung pentil buah dadanya, dan tentu saja ujung pentil buah dadanya yang berwarna merah muda. Masih ingat waktu itu buah dadanya masih belum tubuh besar, dan pentilnya terlihat, dan warna kulitnya putih.Karena masih kecil Aku nggak terangsang sama sekali oleh pemandangan itu, akan tetapi yang jelas waktu itu ada perasaan tertarik dalam diriku untuk mengetahui lebih jauh tentang badan kakak . Aku di minta sekali lagi menempelkan stetoskop ke dadanya. Kulakukan hal itu, bahkan iseng ku tempelkan stetoskopnya di daerah situ,akupun menggesek gesekkan stetoskop di daerah ujung pentil buah dadanya.

Iih geli ya, terus dek jangan berhenti, kata kakak susi, udara di dalam tenda memang panas hiingga kami berdua mulai berkeringat, mungkin itulah yang membuat kakak susi melepas bajunya, atau mungkin juga diia sudah tidak tahan lagii dengan rangsangan di ujung pentil buah dadanya. stetoskopku masih terus bergerilya di kedua ujung pentil buah dadanya. sesekali ujung putingnya seraya  memejamkan mata dan sedikit mendesah merasakan geli di ujung pentil buah dadanya.

Kakak susi menyuruhku membukakan roknya. Awalnya aku hanya mennyingkapkan saja roknya hiingga terlihat celana dalamannya. Gak usah diisingkap gitu dek, dilepas aja semuanya, celana dalamnya juga ya, pinta kaka susi. Aku pun melakukannya.Pertama aku lepaskan roknya,lalu aku pelorotkan celana dalamnya hingga akhirnya kakak susi benar-benar telanjang bulat dengan badan mengkilap basah oleh keringat. Aku lihat gundukan kemaluannya,dan aku masih ingat kemaluan yang montok,mnggil dan tanpa ada bulu sama sekali,dan juga teringat jelas daerah disekitar belahan kemaluannya merona merah, mungkin karena celana dalam yang terlalu ketat. Melihat pemandangan itu muncul hasratku untuk mengetahui badan kakak susi lebih jauh, meskipun aku masih kecil akan tetapi dalam dunia medis dikatakan bahwa anak kecil pun memiliki gairah, mungkin itulah yang membuat kemaluan mungilku menjadi terangsang.

Dek,coba kamu periksa kemaluan kakak, stetoskopnya di gesek-gesek juga seperti tadi,kata kakak susi. Aku melakukannya, aku tempelkan stetoskop ke kelumannya, lalu ku gesek-gesekan secara perlahan. Aku lihat kakak susi mendesah lebih keras, dia terlihat menelan ludah, memejamkan mata, sesekali melihat ke arah kemaluannya.

Kenapa kakak,geli ya?... tanyaku
geli banget dek, coba kamu gesekan lebih cepat dikit rasanya enak banget dek, ternyata kakak susi belum puas dengan hanya seperti itu. Dek coba kamu pegang kemaluan kakak, di usap-usap biar cepet sembuh soalnya kemaluan kakak gatal. Aku pun mengusap kemaluannya, rasanya halus banget, hangat dan empuk.Aku lihat mata kakak susi merem melek merasakan geli di derah kemaluannya.

Dek sekarang kamu coba masukin jemari kamu ke kemaluan kakak, perintah kakak susi.Aku binggung, aku tidak melihat ada lubang diisana, hanya gundukan kemaluannya dengan sebuah lekukan garis yang membelah tepat di kemaluannya. Rasa ke ingin taunku makin menjadi, gairahku makin tinggi, dan kemaluanku pun bertambah terangsang.Lalu aku menguak belahan kemaluannya dengan jemari-jemari mungilku. wah sungguh menakjubkan pemandangan di dalem.Bagian dalem kemaluannya berwarna merah muda,dan terlihat basah,pun menebarkan aroma khas kemaluannya, dan kini aku tahu itulah yang di namakan klitoris,ku lihat juga ada setitik lobang yang ternyata itu adalah lobang pipis, di bawahnya ada sebuah lobang kira-kira sebesar jemari telunjukku pada saat itu, mungkin lobang itulah yang dimaksudkan kakak susi. Aku langsung memasukkan jemari telunjukku ke dalam lobang itu, rasanya hangat dan licin .

Akupun memasukkan jemariku makin dalem dengan perlahan. semakin dalem jemariku semakin terasa panas, dan kurasakan sangat licin dan berlendir. Ah ...ah.. ah. sakit dek, puter-puter aja jemari kamu di dalam atau kamu keluar masukin aja jemari kamu, desah kakak susi dengan mata merem melek. Akan tetapi aku keluarkan lagi jemariku,aku amati lendir licin yang melumuri jemariku, tidak berwarna akan tetapi sangat licin dan aroma khasnya begitu menyengat, bukannya bau,akan tetapi justru aroma itu meembuat gairahku makin memuncak.

Loh kok di keluarin lagi dek, masukin lagi dong gak apa-apa kok, ayo dong dek masukin lagi,enak banget niih,kata kakak susi kesal. Kakak susi memeluk kedua lututnya lalu mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar hingga tanpak jelas bagian dalem kemaluannya. Sekali lagi aku masukin jemariku kedalam lobang kemaluannya. kemudian aku putar-putarkan jemariku. Kakak susi memejamkan mata merasakan kenikmatan itu. lalu aku keluar masukan jemariku. Kulihat kakak susi menggit bibir bawahnya yang mungil seraya tetap terpejam. Kakak susi meraih tanganku yang satunya lalu menyuruhku memainkan ujung pentil buah dadanya. kini kedua tanganku sama-sama bermain.Yang kiri memainkan ujung pentil buah dadanya sedangkan yang kanan memainkan kemaluannya.Kakak susi tetap terpejam,kedua tangannya memegangi bantal sehingga terlihat ketiaknya yang halus putih dan berkeringat, sungguh sangat sexi.

Mmh... mmmh...oh...oh... terus dek jangan berhenti oh....oh...oh. agak dipercepat dikit dek,kakak susi ke enakan. Aku pun mempercepat gerakan jemariku di kemaluannya,aku putar-putar,aku keluar masukan begitu seterusnya,desahan kakak susi makin kencang.

Oh...oh...oh. lebih cepat dek, gerakan jemariku yang tadi sudah cepat kini lebih ku percepat lagi hingga kemaluannya berbunyi karena bergesekan dengan jemariku yang bergerak sangat cepat. Ceplok ...ceplok. bunyi itu makin keras dan cepat seiring dengan gerakan jemariku. Mmmh..mmh .. enakbanget dek...terus... terus...oh...oh...oh. kakak susi berteriak kecil tidak karuan. badanya mengelinjang tidak beraturan. wajahnya memerah, keringatnya bercucuran. pinggulnya terangkat ke atas, bergerak ke kanan ke kiri. tangannya makin erat memegangi bantal. Desahannya makin keras seperti orang kesetanan. sesekali badannya tersentak,dan sentakan paling hebat membuat lutut kanannya yang di tekuk kini lurus kembali.Pinggulnya bergerak makin tak beraturan.Pahanya yang kanan merapat ke paha yang kiri hingga jemariku sempat terlepas dari kemaluannya akan tetapi aku masukkan kembali dengan sangat cepat. piinggulnya terangkat sekali lagi, mencondong ke arah kemaluannya. ding-ding kemaluannya menekan jariku kuat sekali,dan akhirnya sebuah tarikan yang cukup keras keluar dai mulut kakak susi.

Dek kakak mau pipis,kemaluan kakak susi menyemprotkan lendir,lendir itu mengenai pahanya,lalu aku lihat lendir itu mengalir deras dari kemaluan kakak susi. Pinggulnya kini turun kembali. akan tetapi lendir itu masih tetap saja keluar membanjiri karpet aku lihat mata kakak susi masih terpejam, mulutnya memegang dan nafasnya tersengal-sengal.

Ah...ah... enak banget dek, akan tetapi kakak susi piipis abis engga tahan lagi siih"Kakak susi kini mulai tenang kembali. matanya terbuka dan melihat ke arahku dengan penuh kepuasan. tangan kirinya memegang kemaluannya yang berlepotan lendir. Kakak susi merasakan lendir itu lalu mengamatinya. Ini apa kok licin?.. dia pun bangkit, duduk dan mengamati vaginanya. tangannya meraih lendir kental berwarna bening keputih-putihan yang masih menggenang di karpet di bawah kemaluannya.

Ini bukan pipis, akan tetapi apa ya?.. dia pun membauinya.Aku melakukan hal serupa. Aku colekan jemariku ke lendir itu dan aku amati, lendir kental yang licin dan berbau sedikit amis. Ini memang bukan pipis kakak,kataku.

Iya,akan tetapi apa ya kok tadi rasanya seperti mau pipis, dan pas keluar rasanya enak banget dek, beda kalo pipis seperti biasanya. dan kini aku tahu itu adalah lendir puncak kenikmatan,kakak susi tadi sudah mengalami puncak kenikmatan yang hebat dan mungkin untuk yang pertama kalinya,dan kini pun aku tahu lendir licin yang pertama kalinya aku memasukkan jemariku kekemaluan kakak susi itu adalah lendir lubrikasi yang akan keluar saat seorang perempuan sedang terangsang. lendir ini ternyatra berguna sebagai pelumas dan sebagai pemberi aroma pada kemaluan.

Dengan keadaan yang masih telanjang bulat kakak susi berdiri dan keluar tenda. lendir puncak kenik matannya masih menetes dari kemaluannya. dia kembalike dalam tenda dengan sebuah lap bersih. lalu dia melap kemaluan dan pahanya yang berlepotan lendir pucak kenikmatan. tadi lendir itu begitu banyak, akan tetapi ternyata sudah di serap oleh karpetnya,kini semuanya sudah bersih, hanya saja aroma kemaluan masih juga memenuhi tenda.Kakak susi memakai kembali pakaiannya.

Dek,lain kali kamu mau gak main yang kayak tadi?.. tanya kakak susi 
Mau kakak,sepertinya asik banget, sampe kamaluanku berdiri,jawabku.
Hah... kemaluan kamu berdiri ...ha...ha..ha.Akn tetapi kamu janji jangan kasih tau sama siapa-siapa kalo kita main yang kayak tadi,klo kamu ngasih tau,nanti kita bisa di marahi sama orang tua. Ok deh kakak,aku janji gak akan aku kasih tau ke siapa-siapa kataku.

Cerita seks,itu itu pengalaman pertamaku tentang seks. sejak saat itu sering melakukan hal seperti tadi.di semua tempat pun jadi, asalkan tidak ada orang yang melihat, kadang di dalam tenda, kadang di kamar kakak susi dan bahkan kami pernah melakukannya di sofa.













Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Belajar Sex"

Post a Comment