Kegiatan Sex yang terkenang
Banyak kawan aku mengatakan aku cukup ganteng, bukan GR,tetapi untuk memberi gambaran saja seperti apakah aku ini. kehidupanku mendapat tawaran dari bos di kantor untuk melihat kondisi masyarakat di pantai utara pangandaran. Waktu itu di kabarkan sedang di cekam ke gagalan panen, sehingga di landa ke laparan. karena dari bogor tak terlalu jauh dan aku berpikir akan lebih leluasa keluar masuk kampung, maka sepeda motor jadi pilihanku.
Cerita seks terbaru, sampai ciamis,aku tak menemukan sesuatu yang aneh.Keadaan masarakatnya biasa-biasa saja. Wilayah itu bagai aku masih baru dan aku belum mempunyai bayangan bagai mana situasinya. Aku lanjutakan ke arah yang ngawur saja, kondisi jalan mulai parah. Aku keluar masuk kampung-kampung sembari memperhatikan kehidupan masyarakatnya. Kelihatannya memang sangat memprihatinkan.
Siang itu tiba-tiba mendung,aku segera mengarahkan kendaraan ke jalan raya. Hujan mulai turun, sementara aku mencari warung untuk tempat berteduh, tak juga ketemu.Lalu terlihat rumah sederhana dengan terlas sedikit besar,aku beranikan masuk halaman rumah itu, lalu segera berteduh. Tak lama kemudian seorang bapak tua keluar untuk melihat siapa gerangan yang datang kerumahnya. Aku pun segera meminta ijin untuk berteduh sejenak. Belum selesai aku bicara,mucul ibu tua yang aku duga istri pak tua itu. Dia langsung mempersilahkan aku masuk.
Mangga nak masuk saja, di luar dingin.Tentunya tak kusangka juga,orang hanya numpang berteduh kok malah suruh bertamu. Nggak apa-apa Bu, biar saja aku tunggu hujan di sini, lagian pakaian aku sedikit basah, biar cepat kering di sini banyak angin.
Udah atu di luar kan dingin, masuk aja nak, nggak apa-apa, nanti juga kering, kata ibu itu berusaha mengajak aku masuk ke ruang tamu. Aku jadi makin tak penak. Apa lagi ibu itu tadi menyebut aku nak, yang aku rasa merupakan panggilan enak di dengar.
Aku putuskan memenuhi ke inginan ibu itu, lalu aku langkahkan kaki memasuki ruang keluarga. Ruangannya sedikit gelap,dan tanpaknya rumah itu belom di aliri listrik karena aku tak melihat ada lampu listrik di ruang tamu. Rumahnya kelihatan sangat sederhana, berlantai pelesteran semen dan berding-ding setengah tembok setengahnya lagi anyaman bambu.
Sang bapak lalu menemani aku, dan seperti biasa menanyakan aku dari mana. Aku kerana tak ingin membuka diri, aku katakan saja aku baru dari kelurahan yang baru saja aku lalui tadi. Penjelasanaku tanpaknya masuk akal bapak itu.
Tak lama kemudian muncul seorang perempuan yang aku perkirakan baru ber umur sekitar 16 tahun,polos, sederhana, cantik, tetapi lumayan manis.Ia membawa dua cangkir teh hangat. Aku segera meminum teh hangat itu, eh ternyata tak manis. Dalam hati sedikit kecewa, tetapi aku segera memaklumi bahwa ini bukan di bogor.
Hujan makin deras, padahal hari sudah semakin gelap. Aku panik juga, karena malam dan hujan begini aku sulit menembus jalan desa yang licin dan kurang aku kuasai. ciamis mungkin jauhnya sekitar dua jam dari posisi aku.Aku ingat di luar ada semacam saung yangme dapat aku pergunakan untuk menginap.Aku minta ijin kepada bapak dan ibu tua tadi yang ikut nimbrung mengobrol dengan aku untuk menginap di saung itu, karena aku merasa kurang aman jalan malam hari ini.
Serta merta ibu dan bapak tadi menawarkan agar aku tidur saja di dalam rumah.Aku tak kuasa menolak tawaran yang setengah memaksa itu. Padahal aku merasa makin taik penak. kenal saja tak,kok tega-teganya menerima tawaran menginap di rumah itu.
Hari mulai gelap. aku beri ibu tadi uang seingat aku pada waktu itu sekitar seratus ribu lah. Buat tolong masak seadanya ibu bisa. kataku.
Aku tahu untuk ukuran di desa itu,uang banyak itu mungkin dapat untuk belanja setengah bulan, Aku berikan uang sebesar itu,juga untuk menutup rasa tak enak aku untuk membantu ala kadarnya.
Sepemberianku,ibu tadi lalu menghilang dan lekas mebeli makanan, sehingga aku ngobrol tak ketentuan arah dengan bapak. Untungnya aku banyak membaca, sehingga topik pembicaraan bapak tentang pertanian dapat aku sambung. Nekatnya bahakan aku berani memberi saran-saran. Padahal aku belum pernah berani, pengetahuan aku melihat dari majalah dan bacaan-bacan, namun saran aku cukup masuk akal.
Tiba-tiba ibu tadi mempersilahkan aku makan di meja makan bersama dengan seisi rumah, selain bapak ibu tadi juga anak perempuannya. Menunya bagi aku biasa saja,ayam goreng, sambel,lalap dan semaka mi instan.
Habis makan, ngobrolsembari ngopi dan merokok. Sekitar pukul 11 malam aku di persilahakan masuk kamar tidur.aku sungguh tak menyangka,ternyata kamar yang di siapkan untuk aku mungkin merupakan kamar terbaik di rumah itu. Rumahnya sekitar 3 x4 m dengan sebuah tempat tidur besi berkelambu ukuran bed-nya dapat di tiduri untuk dua orang, cukup lega. Ada meja kecil dengan sebuah kendi dan gelas di atasnya serta lampu tempel yang sinarnya redup.
Aku termangu-mangu sejenak sembari berpikir kenapa aku dapat tidur yang sebagus ini di rumah sederhana.Ah, mungkin seratus ribu tadi. Ya sudah lah,aku ganti celana panjang yang masih sedikit lembab dengan celana panjang yang masih sedikit lembab dengan celana pendek dan kaos oblong.Aku keluar sejenak untuk buang air kecil di kamar mandi yang letaknya sedikit terpisah dari rumah pertama.
Sekembalinya aku kamar, aku terkejut karena ada anak gadis pemilik rumah sedang duduk sembari menuang air ke gelas. Bapak dan ibu tidur di mana dek?.. tanyaku.
Di kamar belakang, katanya.
Kamu tidur dimana?.. tanya aku penasaran.
Di sini, katanya sembari menunduk.
Oooh-ooh,bagai mana caranya tidur, orang tempat tidurnya cuman satu.
Kamu tidur di sini bersama aku?..tanya aku kurang yakin.
Dia hanya mengangguk.
Aku jadi benar-benar memikirkan berbagai kemungkinan negatif yang dapat saja menjebak aku nanti. Tetapi aku mau protes tak kuasa, karena kedua orang tua tadi sudang engga ada di kamarnya. aku pikir aku harus berhati-hati,jangan sampai terjebak. Jadi aku berniat untuk tidur saja.
Anak manis itu lalu aku tawarkan untuk naik dahulu ke tempat tidur. maksud aku untuk memastikan di sebelah mana aku tidur nanati. Ternyata dia mengambil tempat di tengah,deket ke dingding.aku mengambil tempat di sebelahnya.Jantung ini berdebar-debar, karena selain takut, juga merasa ada kesempatan besar.
Aku lama sekali tidak dapat tidur,ruang yang tadinya gelap,jadi terang.Aku lalu memperhatian patner tidur aku. Perempuan manis yang mulai tumbuh, tidur telanjang seakan pasrah.Aku aku panggil anak itu. Ternyata menyambut,rupanya dia juga belum dapat tidur.Untuk mengatasi kebekuan,aku tanya macem-macem sembari sedikit-sedit aku goda. Dia kadang -kadang mencubit bagian lenganaku jika kena goda.
Dari upaya mengatasi kebekuan,aku mendapat kesimpulan bahwa keadaan aman-aman saja, dan ini bukan jebakan.Yang jadi makin berani,aku miringkan posisi menghadap kepadanya sembari terus melancarkan godaan-godaan kecil sembari berbisik ,maklumlah susananya senyap sekali.
Aku pegang tangannya, dia diam saja. aku cium rambutnya terasa aroma minyak kelapa. Lama-lama aku merangsang aku makin meningkat,tetapi aku belum punya niiat untuk memulainya secara heboh, maklumlah kotan tak nyambung di desa.
Lampu tempat aku kecilkan sampai minimal. Selain untuk menggelapkan ruangan,juga agar sekitar lubang pandang jadi makin pendek, sehingga aku yakin jika di intip tidak akan kelihatan. Aku mulai bergerilia tanpa kata-kata. Taknyambung siih,aku cium keningnya, pipinya, dia diam saja . aku kecup bibirnya,tetapi tidak ada reaksi. Mungkin anak ini belum kenal soal ciuman. Kebetulan aku pun kurang menyukai cipokan, abis cipokan bagi aku tak menggairahkan. Selama ini aku gunakan hanya untuk menjaga kemungkinan seorang perempuan itu, apakah ia mau di cumbui lebih jauh atau tidak.
Tangan ku mulai memeluk dan meremas-remas buah dadanya,pelan-pelan menjalar ke perut, mengusap-usap.Dia diam saja, pasrah. keberanianku bertambah dan aku mulai menyentuh bagian luar dadanya,dan dengan gerakan halus aku mulai meremas. Reaksinya minim sekali, hanya kepalanya saja yang bergerak sedikit berasa.
Tanganku menemuakan jalan masuk di dalam pakaiannya, dan terus merayap mencari bukit yang belum tumbuh besar. Aku remas sebentar dari luar BH, lalu berusaha mencopot kutang perempuan ini. kenyal sekali buah dadnya, meski tak terlalu besar. Besarnya kira-kira sebesar kemampuan telapak aku dengan jari merapat. Aku cari putingnya, ternyata ber kembang kecil, jadi kurang lebih sama dengan puting susu, adik aku. Terus terang aku suka sekali dengan permpuan-perempuan yang beginian.
Puas sudah meremas-remas buah dada bagian atas,aku penasaran situasi di bawah sana. Tangan aku mulai mengelus-elus paha, dia ternyata ke memakai daster hingga mudah merabanya,dan shingga gerakannya sedikit menggelinjang kegelian,segera aku tangkap gundukan segitiga di selangkangannya.tetapi msih ter halang dengan celana dalaman ku coba membuka sedikit demi sedikit dan ahirnya kemaluan gadis manis kelihatan, lalu kuelus-elus kan tanganku ke vagian gadis itu sambil tanganku memasukan ke vagina lalu ku rojok-rojok vaginanya dan kulihat gadi itu mulutnya menggit kecil seakan merasakan kenikmatan aku cium bibirnya dan dia juga membalas ciuman aku.
Aku coba membuka pakaiankua dan aku telanjang bualat ku coba tuntun penisku ke dalam lubang kemaluannya hingga mendekati bibir kemaluannya dan ku dorong badanku sehingga kemaluanku masuk sedikit-demisedikit dan akhirnya ke maluanku masuk semua tapi ada yang mengganjal di lubang kemaluannya.
Karena dia masih perawan ,Aku coba mendorong badanku secara perlahan dan dia menjerit oh..oh.. oh enak ...Aku goyang-goyang badanku dan ku merasakan organismeku dan ku perlahan mengeluarkan penisku dari lubang kemaluan gadis manis itu dan ku keluarkan ke kaos bekas aku tadi. Setelah itu kami berbenah dan merapihkan pakaiannya,sehingga seolah-olah tak terjadi apa-apa.Paginya aku sempat main satu ronde lagi.
Dia keluar kamar duluan langsung kekamar mandi, setelah itu giliran aku membersihkan seluruh tubuh. Pagi itu ibunya menyiapkan nasi goreng lengkap dengan kopi. Aku bagaikan tamu agung di rumah itu, semua suguhan terbaik di berikan.
Sebelum aku pamit,pada siiangnya aku sempat priientasi,dan ternyata tetangganya berjarak sekitar 12 meter dan tetangga banyak yang mempunyai anak yang manis,bahakan tampak lebih culun . Aku seperti di sodorkan kepada tetangganya itu. Sewaktu kami bertemu,orang tuanya tanpak sangat tak tau ketemu.Aku lalu berjanji seminggu sekali akan datang. Janji ini di sambut sangat hormat oleh mereka sekeluarga aku pulang ke bogor dengan aman.

0 Response to "Kegiatan Sex yang terkenang"
Post a Comment