Cerita Hot Aku Di Hamili Tetangga Berondong


cerita tante hot


Cerita Tante Hot- Namaku Sani, seorang ibu rumah tangga, umurku 35 tahun, suamiku namanya Sarip, umur 40 mtahun, seorang pegawai di pemerintahan di jogja, Aku bahagia dengan sumi dan kedua anakku. Suamiku seorang laki-laki yang gagah dan bertubuh besar, biasa lah dulu dia seorang tentara. Penampilanku walaupun sudah terbilang berumur tapi sangat terawat, karena aku rajin ke salon dan fitnes dan yoga.Kata orang,aku mirip seperti Wulan jamila.

Tubuhku masih bisa di katakan langsing, walaupun payudaraku termasuk besar, karena sudah mempunyai anak dua.Anakku yang pertama bernapa dian,seorang gadis remaja yang beranjak dewasa. Dia sudah mau lulus SMA, yang kedua ridwan masih sekolah SMK kelas 1. Rika walaupun tinggal serumah dengan kami juga lebih sering menghabiskan waktunya di tempat kosnya di kawasan gejaya.

Kalau si ridwan, karena cowok remaja, lebih sering berkumpul dengan temen-temennya ataupun sibuk berkegiatan di sekolahnya. Semenjak tidak lagi sibuk mengurusi anak-anak, kehidupan seksku semakin tua justru semakin menjadi-jadi. Apalagi suamiku selain ber tubuh kekar, juga orang yang sangat terbuka soal urusan seks. Akhir-akhir ini, setelah anak-anak besar, kami berlangganan internet.

Aku dan suamiku sering berowsing  masalah-masalah seks, baik vidio, cerita, ataupun foto-foto. Segala macam gaya berhubungan badan kami lakukan. Kami bercinta sangat sering, minimal seminggu tiga kali. Entah mengapa, semenjak kami sering berseluncur di internet, gairah seks ku semakin menggebu. Sebagai tentara,suami sering tidak ada di rumah,tapi kalau pas di rumah,kami langsung main kuda-kudaan, heheh.. Sudah lama kami memutuskan untuk tidak punya anak lagi.

Tapi aku sangat takut untuk pasang sepiral. Dulu aku pernah mencoba suntik dan pil KB. Tapi sekarang kami lebih sering pakai kondom, atau lebih seringnya suamiku "keluar" di luar. Biasanya di mukaku, di payudara,atau bahkan di dalam mulutku.

Pokokny kami sangat hati-hti agar ridwan tidak punya adik lagi. Dan tenang saja, suamiku sangat jago mengendalikan muncratannya, jadi aku tidak khwatir muncrat di dalam rahimku.Walaupun sudah dua kali melahirkan tubuhku termasuk sintal dan seksi.

Payudaraku masih cukup kencang karena terawat. Tapi yang jelas, bodiku masih semlohai,karena aku masih punya pinggang. Aku sadar, kalau tubuhku masih tetap membuat para peria menelan air liurnya. Apalagi aku termasuk ibu-ibu yang suka pakai baju yang agak ketat. Sudah kebiasaan sih dari remaja.

Suamiku termasuk seorang pejabat yang baik. Dia ramah pada setiap orang. Di kampung dia termasuk aparat yang di sukai oleh para tetangga. Apalagi suamiku juga banyak bergaul dengan anak-anak muda kampung. Kalau pas di rumah, suamiku sering mengajak anak-anak muda untuk bermain dan bercakap-cakap di terlas rumah.

Semenjak setahun yang lalu, di halamn depan rumah kami di bangun semacam gazebo untuk nongkrong para tetangga.Setelah membeli TV baru, tv lama kami, ditaruh di gazebo itu, sehingga para tetangga betah nongkrong di situ. Yang jelas, banyak bapak-bapak yang curi-curi pandang ke tubuhku kalau pas aku bersih-bersih halaman atau ikutan nimbrung sebentar di tempat itu.

Maklumlah, kalau istilah kerennya, aku ini termasuk MILF,hehehe. Selain bapak-bapak,ada juga pemuda dan remaja yang sering bermain di rumah. Salah satunya karena gazebo itu juga di pergunakan sebagai perpustakaan untuk warga.

Salah satu anak kampung yang paling sering main kerumah adalah komar, yang masih SMA kalas 1. Dia anak tetangga kami yang berjarak 2 rumah dari tempat kami. Anaknya baik dan ringan tangan. Sama suamiku kalau lagi bersih-bersih rumah, atau membelikan kami sesuatu di warung. Sejak masih anak-anak, komar dekat dengan anak-anak kami, mereka sering main karambol bareng di gazebo kami. Bahkan kadang-kadang komar menginep di situ, karena kalau malam, gazebo itu di beri penutup oleh suamiku, sehingga tidak terasa dingin.

Pada suatu malam, aku dan sumiku sedang bermesraan di kamar kami. Semenjak sering melihat adegan blow job di internet,aku jadi kecanduan mengelum penis suamiku. Apalagi penis suamiku adalah penis yang paling gagah sedunia bagiku. Tak kalah dengan penis-penis yang biasa kulihat di BF. Padahal dulu waktu masih pengantin muda aku selalu menolak kalau diajak blowjob.

Entah kenapa sekarang dia usia yang sudah pertengahan kepala tiga ini aku justru tergila-gila mengelum batang suamiku. Bahkan aku bisa orgasme hanya dengan mengelum batang besar itu. Tiap nonton filem blue pun mulutku serasa gatal.

Kalau pas tidak ada suamiku,aku selalu membawa pisang kalau nonton filem gituan. Biasalah, sambil nonton,sambil makan pisang,heheh. Malam itu pun aku dengan rakus menjilati penis suamiku. Bagai mas prasojo, Mulutku adalah Vagina keduanya. Dengan berseloroh,dia pernah bilang kalau sebenarnya dia sama saja sudah poligami, karena dia punya dua lubng yang sama-sama hotnya untuk di masuki.

Ucapan itu ada benarnya, karena mulutku sudah hampir menyerupai vagina, baik dalam mengelum maupun dalam menyedot. Karena kami menghindari kehamilan, bahkan sebagian besar sprema suamiku masuk ke dalam mulutku. Malam itu kami lupa kalu komar di gazebo kami.

Seperti biasa aku berteriak-teriak pada waktu penis suamiku mengaduk-aduk vaginaku. Suamiku sangat kuat. Malam itu aku sudah berkali-kali orgasme, sementara suamiku terus menerus. Tiba-tiba kami tersentak, ketika kami mendengar suara  berisik di jendela.

Segera kami mencabut batangany dan membuka jendela. Di luar namapak komar dengan wajah kaget dan gemetaran ketahuan mengintip kami. Suamiku nampak marah dan melonggokkan badannya keluar jendela. Komar yang kaget dan ketakutan meloncat ke belakang. Saking kagetnya, kakinya masuk ke solokan kecil di terlas rumah. Indun terjatuh dan terjungkal ke belakng. Suamiku tak jadi marah,tapi dia kesal juga.

walah, komar! kamu itu ngapain? bentaknya. Komar ketakutan setengah mati. Dia sangat menghormati kami. Suamiku yang tadinya kesal pun tak jadi memarahinya. komar gelagapan, wajahnya meringis menahan sakit, sepertinya pantatnya terkena sesuatu.

Aku tadinya sangat malu diintip anak ingusan itu. Tapi aku juga menyayangi komar, bahkan seperti anakku sendiri.Aku juga sadar, sebenaenya kami yang salah karena bercinta dengan suara segaduh itu. Aku segera meraih dasterku dan ikut menghampiri komar.

Aduh mas,kasian dia,gak usah di marahin. Kamu sakit komar? Aku mendekati komar dan memegang tangannya. Wajah komar sangat memelas, antara takut, sakit, dan malu.
Sudah engga papa. kamu sakit,komar? tanyaku. Sini coba kamu berdiri bisa gak?
Karena gemeteran,komar gagal mencoba berdiri,dia malah terjerembab lagi. Secara reflek,aku memegang punggungnya, sehingga kami berdua menjadi berpelukan.

Dadaku meyentuh lengannya, tentu saja dia dapat merasakan lembutnya gundukan besar dadaku, karena aku hanya memakai daster tipis yang sambungan, sementara di dalamnya aku tidak memakai apa-apa. 

Aduh map, komar"pekikku. Tiba-tiba suamiku tertawa. Agak kesal aku melirik suamiku, kenapa dia menertawai kami. Aduh Mas ini. Ada anak jatuh kok malah ketawa. haha.. lihat itu, dik, si komar ternyata udah gede. hahaha.."kata suamiku sambil menunjuk selangkangan komar. Weitss.. ternyata mungkin tadi komar mengintip kami sambil mengocok, karena di atas celananya yang agak melorot, batang kecilnya mencuat ke atas.

Penis kecil itu terlihat sangat tegang dan berwarna kemerahan. Malu juga aku melihat adegan itu, apalagi si komar. dia tambah gelagapan. "Hush Mas. Kasihan dia, udah malutuh, kataku yang justru menambah malusi komar. "Kamu suka yang lihat barusan,komar? Wah, hayoo kamu nafsu ya liat istriku? goda suamiku. Suamiku malah ketawa-ketawa sambil berdiri di belakangku. Tentu saja wajah komar tambah memerah, walaupun tetap saja penis kecilnya tegak berdiri. Kesal juga aku sama sumiku. Udah gak menolong malah mentertawakan anak ingusan itu.

Huh,Mas mbok jangan godain dia,mbok tolongin nih, angkat dia.
Lah dia khan sudah berdiri,ya tho komar?wakakak" kata suamiku.
Aku sungguh tidak tega lihat muka anak itu. Merah padam karena malu. Aku lalu berdiri mengangkang di depan anak itu, dan memegang kedua tangannya untuk menariknya berdiri. Berat juga badannya. Kutarik kuat-kuat, akhirnya dia terangkat.

Tapi baru setengah jalan, mungkin karena dia masih gemetar dan aku juga kurang kuat,tiba-tiba justru aku yang jatuh menimpanya. Ohh..aku berusaha untuk menahan badanku agar tidak menindih anak itu, tapi tanganku malah menekan dada komar dan membuatnya jatuh terlantang sekali lagi. Bahkan kali ini,aku ikut jatuh terduduk di pangkuannya.

Dan..Ohhh.Sieppp.. terasa sesuatu menggesek bibir vaginaku. "Waa..! aku tersentak dan sesaat bingung apa yang terjadi, begitu juga dengan komar, wajahnya nampak sangat ketakutan "Aduhhhh! teriakku. Sementara suamiku justru tertawa melihat kami jatuh lagi.Tiba-tiba aku sadar benda apa yang bergesekan dengan vaginaku, penis kecil si komar! penis itu menggesek wilayah sensitifku disamping karena vaginaku masih basah oleh persetubuhanku dengan suamiku, juga karena aku tidak mengenakan apa-apa di balik daster pendekku.

Ohhh ..apa yang terjadi ? pikiranku. Mungkin juga karena penis komar yang masih inut dan lobang vaginaku yang biasa digagahi penis besar sumi, jadinya sangat mudah diselipin batang kecil iyu. Oohh..Mass? desisku pada sumik. Kali ini suamiku berhenti tertawa dan agak kaget. Napa,say?tanya heran.

Kami bertiga sama-sama kaget,suamiku nampaknya juga menyadari apa yang terjadi. Dia mendekati kami, dan melihat bawah kelamin kami saling bersentuhan. Beberapa saat kami bertiga terdiam bingung dengan apa yang terjadi.aku merasakan penis komar berdenyut-denyut.

Lobangku juga segera meresponya, mengingat rasa tanggung setelah persetubuhanku dengan sumiku yang tertunda.Aku mencoba bangkit, tapi entah kenapa,kakijadi gemetar dan kembali selangkanganku menekan tubuh si komar. Tentu saja penisnya melesak ke lobangku.Oohh... Aku merasakan sensasi yang bisa bisa ku temui kala sedang bersetubuh. Ohhh..! desisku. komar terpekik tertahan. wajahnya memerah,tapi aku merasakan pantatnya sedikit dinaikkan merespon selangkanganku.Selippp.. Kembali penis itu masuk kedalam lobangku. Yang meng herankan suamiku diam saja, entah karena dia kaget atau apa. Hanya aku lihat wajahnya ikut memerah dan sedikit membuka mulutnya, mungkin bingung juga untuk beraksi dengan situasi aneh ini.

Aku juga diam saja menahan napas sambil menguatkan tanganku yang menahan tubuhku. Tanganku berada di sisi kanan dan kiri si komar. Sementara si komar dengan wajah merah mata menatap mukaku dengan panik. agak jengkel juga aku lihat mukanya, panik,tapi kok penisnya tetap tegang di dalam vginaku. Dasar anak mesum, pikirku. Tapi aneh juga, aku justru merasakan sensasi yang aneh dengan adanya penis anak yang sudah ku anggap sausaraku sendiri itu dalam vaginaku.

Agak kasihan juga lihat mukanya, dan juga rasa muncul rasa sayang. pikiranku,kasihan juga anak ini,dia sangat bernafsu mengintip kami, dan juga apa lagi yang dikwatirkan, karena penisnya sudah terlanjur dalam di vaginaku.Aku melirik sumiku sambil tetap duduk di pankuan si komar. Suamiku tetap diam saja.Agak kesal juga aku lihat respon mas sarip. Tiba-tiba pikiran nakal menyelimuti.

Kenapa tidak kuteruskan saja persetubuhanku dengan komar,toh penisnya sudah menancap di vagina aku. Apalagi kalau lihat muka nya yang sudah di ubun-ubun,kasihan lihat komar kalau diiteruskan. Dengan nekad aku kembakli menekan pantatku ke depan. Vaginaku meremas penis komar di dalam. Merasakan remasan itu, komar terpekik kaget. Suamiku mendengus kaget juga.

Dik apa yang kau lakukan ?.. kata sumiku gagap.
Aku diam saja,hanya saja aku mulai menggoyang pantatku maju mundur.
Suamiku melongo sekarang. Wajahnya mendekat melihat mukaku setengah tak percaya.komar tidak berani lihat sumiku.Dia menatap wajahku keheranan dan penuh nafsu.

Mas...aku teruskan saja ya,kasihan si komar. Apalagi khan sudah terlanjur masuk,toh sama saja.."bisikku berani ke suamiku. Aku tiak lagi menduga perasaan suami semua.Tapi suamiku memegang pundakku,yang kupikir mengijinkan kejadian ini.Entah apa yang ada di pikiranku,aku tiba-tiba sangat ingin menuntaskan nafsu si komar.

Si komar mengerang-erang sambil terbaring di rumput halaman rumah kami. Kembali aku memaju-majukan pantatku sabil meremas-remas penis kecil itu di dalam lobangku. Remasanku selalu bikin sumiku tak tahan,karena aku rajin ikut senam. Apalagi ini si komar,anak ingusan yang tidak berpengalaman.

Tiba-tiab,karena sensasi yang aneh ini,aku merasakan orgasme di dalam vagianaku.Jarang aku orgasme secepat itu. Aku merintih dan mengerang sambil memegang erat lengan sumiku. Banjir mengalir dalam lubangku.Otomatis remasan dalam vaginaku menguat, dan penis kecil si komar di jepit dengan luar biasa. Komar meringis dan mengerang. Pantatnya melengkung naik dan cerottt...

Cairan penis itu membanjir rahimku. Aku seperti hilang kendali, semua tiba-tiba gelap dan aku diserbu oleh badai kenikmatan... ohohohoh.,...... Aku lalu terkurai sambil menunduk menahan tubuhku dengan kedua tanganku. Nafasku terengah-engah tidak karuan. Sejenak aku diam tak tahu harus bagai mana. Aku dan suamiku saling berpandangan. Dik.. Komar gak pakai kondom?. Suamiku terbata-bata.

Kami sama-sama kaget menyadari bahwa percintaan itu engga pakai pengaman sama sekali, dan aku telah menerima banyak sekali sprema dalam rahimku, akan resiko dari persetubuhan ini.Aku dalam masa subur,dan sangat bisa jadi aku bakalan mengandung anak dari si komar, bocah smp yang ingusan.

pelan-pelan aku berdiri dan mencabut penis komar dari vaginaku. Penis itu masih setengah berdiri,dan berkeliat basah oleh cairan kami berdua.Aku dan suamiku mengela nafas. Cepat-cepat aku memperbaiki dasterku. Dengan gugup,komar juga menaikkan celananya dan duduk ketakutan di rerumputan. Maa...ma'af,Bu .."akhirnya keluar juga suaranya. Aku menatap komar dengan wajah seramah mungkin. Suamiku yang akhirnya pegang peranan. "Sudahlah,komar. Sanah kamu pulang, mandi dan cuci-cuci perintahnya tegas.

Iya,om.Ma. Ma..maaf ya om " kata indun sambil menunduk. Segera dia meluncur pergi lewat halaman samping. Masuk! Suamiku meliahat ke arahku dengan suara agak keras.
Gemeterjuga aku mendengar suamiku yang biasanya halus dan mesra padaku.Aduuh,apa yang akan terjadi? Kami berdua masuk ke rumah, aku tercekat tidak bisa mengatakan apa-apa. Tiba-tiba pikiranku buruk menderaku,jangan-jangan suamiku tak memaafkan aku.

Ohh apa yang bisa kukatakan.Di dalam kamar tangisan aku pecah. Aku tak berani menatap suamiku. Selamaini aku adalah istri yang setia dan bahagia bersama suamiku,tapi malam ini ..tiba-tiba aku merasa aku sangat kotor dan hina Agak lama suamiku membiarkan aku menangis. Pada akhirnya dia menglus pundakku.Sudah bu ini kecelakaan." Hatiku sangat lega. Aku menatap suamiku,dan mencium bibirnya. Tiba-tiba aku menjadi sangat takut kehilangan dia. Kami berpelukan lama sekali.
Tapi mas...kalau aku ..hamil gimana? tanyaku? tanyaku memberanikan diri.
Ah..Mana mungkin,dia khan masih ingusan.Dan kalau pun dik hamil khan gak apa-apa, si ridwan  juga sudah siap kalau punya adik lagi, kata suamiku.

Hari-hari selanjutnya berlalu dengan luar biasa. Suamiku bertambah hot setiap malam.Aku juga selalu merasa horny. Wah, beruntung juga kalau semua ibu-ibu ngidamnya penis suami seperti kehamilanku kali ini.Hamil kali ini betul-betul beda dengan kehamilanku sebelumnya,yang biasanya pakai ngidam gak karuan.

Hamil kali ini justru aku merasa sangat santai dan bernafsu birahi tinggi. Setiap malam vaginaku terasa senut-senut,ada atau tak ada suamiku.Kalau pas ada enak,aku tinggal naik dan goyng-goyng pinggang. Kalau pas gak ada aku yang sering kebingungan,dan mencari-cari di internet filem porno.

Sudah itu pasti aku mainkan pakai pisng,yang jadi langgananku di pasar tiap pagi,hehehe. yang jadi masalah perlukah aku memberi tahu si komar bahwa aku hamil dari benihnya? Aku tak berani bertanya pada sumi.Dia mendukung kehamilanku saja sudah sangat membahagiakanku.

Aku jadi bahagia dengan kehamilan ini.Di luar dugaanku, ternyata kami sekeluarga sudah siap menyambut anggota baru keluaraga kami. Itulah hal yang sangat aku syukuri.








Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Hot Aku Di Hamili Tetangga Berondong "

Post a Comment