Kisah Sex Di Service Mekanik Handal
Hari itu, sekitar jam empat sore aku bersama sepupuku, rima baru saja sampai di rumahnya sesudah jalan-jalan di mall. Setengah jam kita di sana nonton VCD sampai pacarnya yang bernama dian datang. Memang sih hari itu aku bermain ke sini supaya bisa sekalian sorenya mengambil kendaraanku yang sedang di service rutin di sebuah bengkel di daerah bandung timur yang kebetulan tak terlalu jauh dari rumah rima.Pas sekali waktu itu dian datang untuk ngedate jadi aku bisa ikut menumpang di anter ke bengkel itu. Kita pun berangkat dari rumahnya dengan kendaraan AILA-nya dian. Meskipun tak terlalu jauh akan tetapi kita sedikit terjebak macet karena waktu itu jam bubaran. Yang ku khawatirkan adalah takutnya keburu tutup, kalo begitu kan aku tak mau harus tetap menumpang pada dian padahal mereka mau pergi nonton dan aku tak mau mengganggu kebersamaan mereka.Akhirnya sampai juga kita di bengkel itu tepat sewaktu akan tutup.
Wah .. Udah mau tutup tuh ciit, mendingan cepetan lari turun, sapa tau masih keburu, kata rima.Tanyain dulu ciit, kita tunggu kamu di sini,kalo ternyata belum bisa ambil kamu ikut kita jalan aja "dian memberi saran. Akupun segera turun dan setengah berlari ke arah karyawan yang sedang mendorong piintu.
Mass...mas tunggu, jangan ditutup dulu, saya mau ngambil kendaraan saya yang Kizang warna merah yang dititipkan kemarin Selasa itu loh kataku dengan terburu-buru. Namun kita udah mau tutup non, kalo mau besok balik aja lagi,katanya.
Ayo dong,Mas katanya di telepon tadi udah bisa di ambi,tolong dong bentar aja yah, saya sudah kesini jauh-jauh nih, desakku. Ada apa nih,kok malah ngobrol, kata seorang lelaki yang muncul dari samping belakangnya.Kebetulan sekali itu adalah mekanik yang menangani kendaraanku sewaktu aku membawa kendaraan itu ke sini, orangnya tinggi dan dan sedikit gemuk dengan rambut gaya ala tentara, umurnya sekitar awal empat puluh, belakangan kuketahui bernama udin, kelihatannya dia tergolong mekanik yang cukup senior di sini.
Akupun lalu mengantarkan maksud kedatanganku ke sini untuk mengambil kendaraanku itu padanya. Awalnya sih dia menyuruhku kembali lagi besok karena bengkel sudah tutup,namun kerana terus kubujuk dan kujanjikan bonus uang rokok akhirnya dia menyerah juga dan mempersilahkan masuk menunggu di dalam. Sebenarnya sih kalo bengkelnya dekat dengan rumahku aku juga bisa saja kembali besok, namun masalahnya jarak tempat ini cukup jauh dari rumahku dan macet pula,kan BT banget kalo harus dua kali jalan. Aku melambaikan tangan ke arah rima dan dian yang menunggu di kendaraan pertanda masalah sudah beres dan mereka boleh pergi, merekapun membalas lambaianku dan kendaraan itu berjalan meninggalkanku. Pak Udin menjelaskan padaku tentang kondisi kendaraanku.dia bilang bahwa semuanya ok-ok saja, kecuali ada sebuah ondordil di bagian bawah kendaraan yang sebentar lagi tak layak pakai karena sudah banyak berkarat (sory aku mengerti otomotif selain menggunakannya,sampai lupa nama onderdil itu). Karena memikirkan kenyamanan jangka panjang,aku menanyakan kalo bagian itu diganti sekarang memakan waktu lama tak, ongkos sih engga masalah. Sesudah berpikir sewaktu dia pun mengiyakannya dan menyuruhku duduk menunggu.
Sejumalah karyawan dan caser perempuan sudah berjalan ke pintu keluar meninggalkan tempat ini.Di ruangan yang cukup luas ini tinggal lah aku dan pak Udin serta beberapa mekanik yang sedang menyelesaikan pekerjaan yang tanggung. Seluruhnya ada tiga orang di ruangan ini termasuk aku yang satu-satunya perempuan.
Masih banyak pekerjaanyah mas?.. tanyaku iseng-iseng pada mekanik gondrong di dekatku yang sedang mengotak-atik engine depan sebuah kijang. Dikit lagi kok Non, maknnya mending di selesaikan sekarang biar besoknya lebih santai, jawabnya, sembari terus bekerja.tapi sebentar lagi aku mapulang karena udah lelah.si gondrong pun pulang dari bengkel.
Tak jauh dari tempat duduk ku Udin sesang berjongkok di sebelah kendaraanku dan di sebelahnya seorang rekannya yang hanya kelihatan kakinya sedang berbaring mengerjakan pekerjaannya di kolong kendaraan.Ternyata pekerjaan itu lama juga selesainya dan dia pulang dari bengkel meninggalkan bengkel karena sudah lelah, seperempat jam sudah aku menunggu melihat situasi seperti ini,timbulah pikiran isengku untuk menggoda Pak udin.Hari itu aku memakai kaos ketat hijo botol berlengan panjang yang dadanya sedikit rendah, lekuk badanku tercetak oleh pakaian seperti itu,bawahnya aku memakai rok hitam yang menggantung beberapa senti di atas lutut. Maka bukan lah hal yang aneh kalo para lelaki itu di tengah kesibukannya sering mencuri-curi pandang ke arahku, apalagi sesekali aku sengaja menyilangkan kakiku.
Aku berjalan ke arah kendaraanku dan bertanya pada pak Udin?.. Masih lama ya Pak?..
Hampir non,ini yang susah tuh melepas yang lamanya, habis sudah berkarat, sebenarnya sih pasangnya gampang saja, bentar lagi juga beres kok.
Perlu saya bantu pak ?.. Bosen dari tadi nunggu terus, tanyaku sembari dengan sengaja berjongkok di hadapannya dengan lutut kiri bertumpu di lantai sehingga otomatis paha putih mulusku tersingkap kemana-mana dan celana dalam merahku juga nampak jelas olehnya. Dia nampak gugup dan matanya tertunduk ke bawah rokku yang kelihatan kerena posisi jongkokku .aku yakin burungnya pasti sudah terbangun dan memberontak ingin lepas dari sangkarnya. Akan tetapi aku bersikap biasa saja seolah tak mengetahui sedang diperhatikan.
Oooh ...ngga ..kok non, jawabnya terbata-bata. Hhoii.. obeng kembang dong, sahut Udin yang dari dalam sembari mendorong korsi berbaringnya keluar dari kolong. Begitu keluar diapun ikut terperangah dengan pemandangan indah di atas wajahnya itu. Udin bengong menatapku tanpa berkedip. Kenapa?.. kok bengong?.. liatin apa hayo ?.. godaku dengan tersenyum nakal.
Kemudian kurailah tangan Udin yang sedang berbaring itu dan kuletakkan di paha mulusku, memang sih tangannya kotor karena sedang bekerja namun waktu itu sudah tak terpikir hal itu lagi. Tanpa harus di suruh lagi tangan kasar itu sudah bergerak dengan sendirinya mengelus pahaku hingga sampai di pangkalnya, disana dia tekankan dua jemarinya di bagian tengah kemaluanku yang masih tertutup CD .
Oooohh.. desahanku merasakan remasan pada kemaluanku. Pak Udin menyuruhku berdiri dan didekatnya badanku serta langsung menempelkan bibirnya yang tebal dan kasar pada bibir mungilku. Tangannya mengangkat rokku dan menyusup ke dalam celana dalamku. sesudah dia mengelap tanganya dia dekap aku dari belakng dan mulai menciumi leher jenjangku, hembusan nafas dan lidahnya yang menggelitik membuat gairahku semakin naik.Buah dadaku yang masih tertutup pakaian diremasi dari belakng, tak lama kemudian kaos mango-ku berserta Bra-ku sudah disingkap ke atas. Kedua belah buah dadaku digerayagi dengan gemas, ujung putingnya terasa makin mengeras karena terus dipencet-pencet dan di pegang-pegang.
Udin mempereteli kancing pakaian mekaniknya, kurang dari selangkah di dekatku dia membuka seluruh pakiannya. Wow tubuhnya padat berisi dengan dada bidang berbulu dan bulunya bulunya turun saling menyambung dengan bulu kemaluannya.Dan yang lebih membuatku terpesona adalah bagian yang mengacung tegak di bawah perutnya, pasti tak terlukiskan rasanya di tusuk benda sebesar piisang raja itu, warnanya hitam denagn kepala kemaluan kemerahan.Dia berjongkok di depanku dan memelorotkan rok dan celana dalamku.
Wah asik rambutnya item lebat banget, Aku paling suaka pepek gini, si Udin mengomentari kemaluanku.Kaki kiriku diangkat ke mobil lalu pak Udin melumati kemaluanku sambil tangannya merojok-rojokan kemaluanku,tangan kirinya memegangi penisnya yang siap menancapakan ke venis aku sesudah melumati penis pak udin di angkat ke vagiana aku sehingga dekat dengan vagina aku,pak udin mendorong badannya dan penisnya langsung menancap ke penisku perlahan penis pak udin masuk ke vagianaku hingga semua penis pakudin masuk kedalam lubang kemaluanku dan menggenjot genjot badannya,tangan yang kiri menyentuh buah dada sambil memegangi.
Pak Udin melihatku,aku bersuara merasakan enak oh...oh ...oh enak pak udin desahanku.....oh..oh... sabil ku bicara tambah kencang pak Udin genjotannya biar aku merasakan sensasi sex luar biasa oh...oh. Pak udin memng jago goyang tiba-tiba pak udin pindah posisi dan mencabut batang kemaluannya dari vagina aku,pak udin langsung berbaring di terlas dan aku menancapkan vaginaku ke penis pak Udin aku goyang dan mendesah oh....oh....oh...enak pak Udin enak...desahanku. akhir puncak aku mengalami orgasme,badanku menggelinjang,kemudan pak Udin juga orgasme dan dia mengeluarkan dari vaginaku lalu mengluarkannya ke mulut aku sambil ku sedot air maninya ku kelum penis pak udin sampai bersih air manianya.Akhirnya selasai juga pak Udin mengerjaiku, dan sedikit kedinginan karena basah.Pak Udin juga sudah kecapean.Pak udin memberikan aku akua gelas dan handuk kering.
Aku menggerakan tangan dan Pak Udin selesai memasang onderdil yang tertunda,selesai pula perbaikan kendaraanku.Aku membayangkan biiayanya pada pak Udin yang ternyata masih saudara dengan pemilik bengkel ini,pantes dari tadi mekanik lain tunduk padanya. Aku juga memberi tambahan seratus ribu rupiah sebagai uang rokok kepada pak Udin. Sampai di rumah aku langsung tidur dengan badan pegel-pegel, janji ke kafe dengan kawan-kawan pun terpaksa kubatalkan dengan alasan tidak enak badan.

0 Response to "Kisah Sex Di Service Mekanik Handal"
Post a Comment