Gairah Adik Sepupu





Sepedah ku mulai ku goes dari jam 06.10 ku terus melajukan sepedahku ke taman,dan keringatku mengucur deras membasahi seluruh tubuhku,aku berhenti sejenak untuk beristirahat menikmati taman yang di tumbuhi banyak pohon,ada wanita lewat ku godaain, cewe mau ke mana?... Si cewe itu tida menoleh ke diriku,yaudah engga apa-apa aku engga maksa di menoleh ke belakang.Setelah lama aku ber istirahat aku terus melanjutkan lagi ku pulang ke tempat kostku.

Setelah pulang kerumah ku teruskan ber olahraga barbel kecil masing-masing sebesar 5 kilogram terasa kian berat saja kuayun-ayunkan bergantian. keringatku telah sejak tadi berseleweran membasahi seluruh tubuhku yang kuperhatikan lewat cermin sebesar pintu di depanku itu telah tambah mekar dan kekar.Kalau di bandingkan dengan atletbinaraga,aku aku tak kalah indahnya.Aku hanya tersenyum sambil kemudian menaruh kedua barbelku dan mengusah keringat di dahi.Kuperhatikan jam telah menunjukan pukul 22.40 tepat.

Ya,memang pada jam-jam seperti ini aku bisa olahraga berat untuk membentuk otot-otot di tubuhku. Suasana sepi dan udara sejuk sangat aku sukai.Kamar kosetku di pinggiran utara kota surabaya memang menawarkan hawa dinginnya. itulah sebabnya aku sangat betah di kost sini sejak resmi jadi mahasiswa hingga hampir ujian akhirku yang memasuki semester delapan ini.

Sudah jadi kebiasaanku, aku selalu berolahraga dengan telanjang bulat, sehingga dapat ku perhatikan tubuhku sendiri lewat cermin itu yang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawo mateng gelap. rambut kuning, dan kaki serta dadaku yang membidang ke bawah, lebih-lebih pada daerah kemaluanku.Rambutnya tumbuh subur dengan batang panjang yang selalu terhangati olehnya. kuraba-raba batang kemaluanku yang mulai beranjak tegang ereksi ini. Hmm,ouh, mengasikan sekali. Air keringatku turut membasahi batangku dan buah pelirku. Dengan sambil duduk di kursi pelastik aku berfantasi seandainya ini di lakukan oleh seorang wanita. Mengelus-elus fenisku yang pernah ku ukur memiliki panjang 21 centimeter dengan garis lingkar yang 16 centi meter! Mataku hanya merem melek saja menikmati sensasi yang indah ini. Perlahan-lahan aku melumuri batang fenisku dengan air liurku sendiri.Kini sambil menggegam batang fenisk,aku terus mengelus-elus dan melakukan mengocok-ngocok secara lembut yang berangsur-angsur ke tempo cepat.

Aku telah menikmati itu semua dengan sensasiku yang luar bias ketika tiba-tiba pintu kamar kostku diketok pelan-pelan.Sial,aku sejenak terperangah, lebih-lebih saat kudengar suara cewek yang cukuplama sekali tak pernah ku dengar. Mass,mass dudi?.. ini aku lisa! Lisa ? Adik sepupuku dari gunung kidul? Ngapain malem-malem begini ini datang  ke surabaya? Gila! Buru-buru aku melilitkan handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untuk membukanya.Lisa?.. Ucap ku sambil menggeser posisiku berdiri utuk memberi jalan masuk buat adik sepupuku yang terkenal tomboy ini. Iusi terus saja masuk ke dalam sambil melepas tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yang memang tersedia di setiap kamar kost ini. Sejenak aku melongok keluar,sepi, hanya gelap di halaman samping yang menawarkan kesunyian.Pintu kembali kututup dan kunci.Aku hanya mengeluarkan nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tas ransel lisa. 

Tak berapa lama lisa keluar dengan wajah basah dan kusut.Rambutnya yang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut saat menyadari bahwa kini lisa hanya memakai kaos oblong khas surabaya. Rupanya ia telah melepas celana jeans biru ketatnya di kamar mandi. Kulit pahanya yang kuning langsat dan ketat itu terlihat jelas. Ada masalah apa lagi,hmm? Dapat nilai jelek lagi di sekolah lalu di marahi bapak ibumu?. tanyaku sambil mendekat dan mengelus rambutnya. lisa hanya terdiam saja.Anak SMA kelas tiga ini memang bandel. Mungkin sikap tomboynya yang membuat dirinya begitu.Tak mudah diatur dan maunya sendiri saja. Jadinya, Aku ini yang sering kewalahan jika ia datang mendadak minta perlindunganku, Aku emang punya pengaruh lingkungan keluarganya.

Lisa hanya berdiri termagu di depan cermin olah ragaku.Walau wajahnya merunduk,Aku dapat melihat bahwa dia dia sedang memandangi tubuhku yang setengah telanjang ini. 

Lama ya Mass,lisa nggak kesini. Hampir lima tahun, jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dan tangannya luka lecet kecil. Berantem lagi ya?. Gila! seruku kaget menyadari memar-memar di leher,wajah,kaki,dan entah di mana lagi.

Lusi kalah, Mas.Di keroyok sepuluh cowok jalanan. Sakit semua,ouih.Mas,jangan jangan bilang sama bapak ibu ya, kalau lisa kesini. Aduh..! teriak tertahan lisa mengaduh pada dadanya. Apa yang kamu rasakan lis?.. Dimana sakitnya, dimana?.. tanyaku menahan tubuhnya yang mau roboh. Tapi dengan kuat lisa dapat berdiri kembali secara gontai sambil memegangi lenganku.
Seluruh tubuhku rasanya sakit dan pegal semua,Mas, Ouh!

Biar Mas lihat,ya?.. Nggak apa-apa khan?.. Nggak malu, to?.. desakku yang terus terang aku sudah mulai tergoda dengan postur tubuh lisa yang bongsor ketat. Lisa hanya mengguk kalem. Ah,Mas. Lisa malah pingin seperti dulu lagi,kita mandi bareng. lisa kangen sama pijatan Mas,ujar lisa tersenyum malu.

Edan!Aku kian merasakan batang kemaluanku mengeras ketat.Dan itu jelas sekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam benda keras yang hendak menyedot keluar.Dan lisa dapat pula melihatnya! Perlahan ku lepas kaos oblong lisa. Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudian membiarkan tanganku melepas BH ukuran 35 B serta CD krem berenda katanya.Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yang indah itu, banyak memar mengiasinya.Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya.

Dengan gemetaran, jemariku menggerayangi wajahnya, bibirnya,lalu leher dan terus kebawah, cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembut buah dadanya yang putih ini. Mas enak sekali Mas teruskan yaaa..ouh...ouh.. !pinta mulut lisa sambil merem-melek. ouh...ouh... ! Mulutku Mulutku kini maju ke dada lisa perlahan ku hisap dan ku kelum nikmat puting susunya yang coklat kehitaman itu secara bergantian kiri dan kanannya. Sementara kedua jemari tanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras. Mulut lisa makin merintih rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani.Lisa menantangku, sedotan pada puting susunya makin ke keraskan sambil kuselangi denga menjilat puting susu tersebut secara gemas.

Auuuh,aduh Mass, lebih keras ... lebih kencang, ouh! menggelinjang tubuh lusi sambil berpegangan pada kedua pundakku. Puting lisa memang kenyal dan mengasikan. Kurasakan bahwa kedua puting susu lisa telah mengeras total.Aku merendahkan tubuhku ke bawah,mulutku menyusuri kulit tubuh bugil lisa, menyapu perutnya dicukur habis, sehingga yang tanpak kini adalah gundukan daging lembut yang terbelah celah sempitnya yang rapat. Mulutku langsung menerkam bibir kemaluan lisa dengan penuh nafsu.Aku terus mendesakkan mulutku kedalam liang kemaluannya yang sempit sabil menjulurkan lidahku untuk menjilati klitorianya di dalam sana. lisa bener-bener sangat menggairahkan.Dalam masalah seks, aku memang memiliki jadwal rutin dengan pacarku yang dokter gigi itu. Dan kalau dibandingkan,lisa lebih unggul dari usi, pacarku. Mulutku tidak hanya melumat-lumat bibir kemaluan lisa, tapi juga menyedot-nyedotnya dengan ganas, menggit kecil serta menjilat-jilat.

Tanpa kusadari kain handukku terlepas sendiri.Aku sudah merasakan batang kemaluanku yang minta untuk menerajang liang kemaluan lisa . Aku cepat berdiri dan meminta lisa untuk jongkok di depanku. Gadis itu menurut saja. Buka mulutmu, Dik buka pintaku sambil membingbing batang kemaluanku ke dalam mulut lisa.Gadis itu semula menolak keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya. Akhirnya lisa menurut saja.Lisa mulai menyedot-nyedot keras batang kemaluanku sembari meremas-remas buah fenisku.Ahh,sungguh indah dan menggairahkan.Perbuatan lisa kadangkala menyelingi dengan mengocok-ngocok batang kemaluanku,lalu menelannya dan melumat-lumat dengan girang.

Terus Dik, teruskan, yeeeh,oohh ...ouh... auhh...oh. teriaku kegelian. keringat kembali berceceran deras. Aku turut serta memasuk-masukan batang kemaluanku kedalam mulut lisa,sehingga gadis cantik ini jadi tersendak-sendak.Tapi justru kian senang. Kini aku tak dapat menahan desakan titik puncak orgasmeku. Dengan cepat aku memuntahkan spremaku di dalam mulut lisa yang masih mengelum ujung batang kemaluanku. 

Crooooot.....crot.........cer.................! 
Ditekan Dik,ayo ditelan habis, dan bersihkan lepotannya.PIntaku yang di turuti saja oleh lisa yang semula hendak memuntahkannya.Aku sedikit dapat bernafas lega. lisa telah menjilati dan membersihkan lepotan air maniku di sekujur ujung fenis.

Masss,ouh,rasanya aneh....! Ujar lisa sambil kuminta berdiri. Sesat lamanya kami saling pandang. Kami kemudian hanya saling berpelukan dengan hangat dan mesra. Kurasakan desakan buah dadanya yang kencang itu mengelitik birahiku kembali.AyoDik, menungging di depan cermin itu. Pintaku sambil mengarahkan tubuh lisa untuk menungging. Iisa menurut.Dengan cepat aku terus membenamkan batang kemaluanku ke liang kemaluan lisa lewat belakng dan melakukan gerakan maju mundur dengan kencang sekali.Aduuh ouh....ouh...oh.... ahhhhh...ohhhh.Sakit sakit Masss ! teriak-teriak  mulut lisa.Mata lisa merem melek tapi aku tak peduli,adik sepupuku itu terus saja kuperkosa dengan hebat. Sambil berpegangan pada kedua pinggulnya,aku menarik-narikan batang kemaluanku pada liang kemaluan lisa. Sakit ....oooh ...! Belesep....slep...sleeeep. Suara tusukan persetubuhan itu begitu indah. lisa terus saja menggelinjang hebat.

Aku segera mencabut batang kemaluanku,membalikan posisi tubuh lisa yang kini telanjang dengan kedua kakinya kuminta untuk melipat sejajar badannya. Sementara kedua tangannya memegangi lipatan kedua kakinya. Kini aku bekerja lagi untuk menyetubuhi lisa. Ouuh....ahhhh ouhhh ... enak.
Dengan menopang tubuhku berpegangan pada buah dadanya,aku aku terus kian ganas tanpa ampun lagi menikam-nikam kemaluan lisa dengan batang kemaluanku.Tiba tiba aku keluar yang kedua kalinya Cerrot ....cerot ....cerr.
Menyemprot air mani fenisku di dalam liang kemaluan liasa.Masss ouuuu.. aduh...enak. terik lisa. Dik lisa, bagai mana kalau adik pindah sekolah di surabaya.Kita kost satu rumah ...hmmm?tanyaku sambil menciumi mulut tebal sensual lisa yang juga membalasku. lisa enak-enak aja,Mass.Ouh .. Entah, karena kelelahan kami,kami akhirnya tidur dan terlelap.

Tibalah siang lisa pukul 06.12 bangun dan kelihatan masih belum ber pakaian karena semalam Aku dan lisa ketiduran.Aku dan lisa lasung bergegas ke kamar mandi bersama. Sesudah di kamar mandi lisa memintaku untuk menyabuni tubuhnya dan ku juga di sabuni oleh lisa,katalisa lisa Mas pingin lagi yang kaya semalam yaudah aku pegangi buah dadanya lagi secara perlahan dan buah dadanya ku kelum,dan tanganku memainkan kewanitaannya sambil mengocok-ngocokkan kewanitaannya,dan aku minta ke lisa untuk berbaring di bawah dan lisa menurutinya,Aku pegang fenisku terus kumasukan fenisku ke lubang kemaluan lisa sedikt demi sedikit kumasukan hingga seluruh fenisku tenggelam dan ku genjot-genjot lisa setelah lama menggenjot spremaku keluar dan ku cabut dari lubang kemaluan lisa. dan ku terus membersihkan,dan setelah membersihkan dari kamar mandi aku keluar dan lisa juga ku ber gegas memakai baju, aku langsng sarapan lisa juas sarapan. Setelah kejadian itu sepupuku makin sering datang ke kostku.







Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gairah Adik Sepupu"

Post a Comment