Pengalaman Masa Kecilku

 Pengalaman Masa kecilku-Saat itu kelas 4 SD,jadi belum tahu apa-apa tentang seks. Apalagi berhubungan badan. Umur saya waktu itu kira-kira masih 8 atau 11 tahun. Jadi saya rasa pembaca sekalian pun mengerti kalau di saat usia seperti itu boleh di bilang kita tidak tahu apa-apa. Betul tidak? Sewaktu saya kecil seperti itu,saya tinggal di desa SB dengan kakek dan nenek saya.


pengalaman masa kecil



Memang dari umur 1 sampai kira-kira 13 tahun saya tidak pernah tinggal bersama orang tua saya. Boleh di katakan di sana saya hidup tanap temen,soalnya desa saya dulunya mayoritas penduduk pribumi, sedangkan saya non peribumi. Jadi hanya sebagian yang mau bertemen dengan saya. Karena apabila pulang sekolah saya tidak ada temen,saya sering bermain sendiri atau kadang-kadang pergi ke rumah tetangga sebelah bermain-main.

Tetangga sebelah saya juga mempunyai seorang anak dan jarang bergaul.Jadi kami selalu bermain bersam.Oh ya saya lupa,anak tetangga sebelah saya itu adalah seorang cewek manis dengan rambut panjang dan memiliki tinggi lebih dari saya. Dan satu lagi,umur dia lebih tua dari saya 3 tahun.Jadi pada saat itu.dia masih berumur kira-kira 14 tahun. Memang bener kata guru Biologi  saya bahwa umumnya cewek lebih cepat dewasa ketimbang peria.

Hampir setiap hari saya main ke sebelah,dan orang tuanya juga baik kepada saya.Ya mungkin juga gara-gara anaknya jarang bergaul.Jadi mereka selalu senang kalau melihat saya bermain-main dengannya. Cewek saya bermain ini,kita sebut saja namanya mila(bukan nama sebenernya).Sering di tinggal sendiri di rumah,karena ibunya adalah seorang bidan yang setiap hari jarang di rumah. Sedangkan ayahnya adalah seorang pekerja,jadi otomatis kalo ibunya pergi dia tinggal sendirian di rumah. Karena dia sering sendiri,kadang-kadang dia datang ke rumah saya untuk mengajak saya bermain di rumahnya. Terang saja saya mau, soalnya di rumahnya selain banyak permainan,juga bebas karena tidak ada orang yang melarang. Karena keseringan saya bersamanya,kami sudah tidak ada perasaan malu satu sama lain. Kami juga sering menonton acara TV berdua,kami  habis kan waktu dengan bermain-main, seperti main catur,main rumah-rumahan dan bila sudah bosen kami duduk berdampingan nonton TV bersama.Apabila nonton filem horor saya sangat senang karena apa bila dia ketakutan kami sering berpelukan.Karena dia lebih tua dari saya,tak jarang saya mendapat pelajaran tentang apa saja darinya.

Saya ingat pada suatu siang karena kecapaian bermain,saya tertidur di kamarny.Mungkin karena dia juga kecapean dia tidur juga di samping saya dan ketika saya bangun saya merasakan tangan saya sudah memegang sesuatu yang lembut dari tubuhnya dan ketika saya lihat ke samping ternyata tangan saya sedang memegang dadanya yang pada saat itu masih belum membesar tapi sudah lumayan untuk di nikmati.Karena belum mengerti apa-apa saya menggerakan tangan saya untuk menggeser agar tidak mengganggu tidurnya,namun tangannya yang lembut tiba-tiba menangkap tangan saya agar tetap berada di dadanya. Sambil menggerak-gerakan tangannya yang menangkap tangan saya di dadanya,saya lihat dia sepertinya keenakan.Dan walaupun saya waktu itu belum mengerti tentang yang begituan,tapi naluri saya mengatakan untuk terus melanjutkan kegiatan itu tanpa di komando.Saya pun meletakkan tangan saya satu lagi ke payudsaranya dan meremas-remasnya perlahan.Walaupun dia masih dalam keadaan tidur dan berpakaian lwngkap.Namun sensasi yang saya rasakan waktu itu begitu indah.Bahkan kemaluan saya bisa berdiri sangat tegang.

Dia yang sudah merasakan bahwa tangan saya telah bergerak sendiri pun mulai melepaskan genggamannya pada tanganku dan membiarkan tangan saya bergerak sendiri. Kemudian tangannya bergerak menuju ke batang kemaluan saya yang sudah berdiri tegak tetapi karena waktu itu saya masih kecil,jadi batang kemaluan saya juga kecil,dan masih botak.Saya Saya terang saja kaget,karena dia tiba-tiba mengeluarkan kemaluan saya dan menggamnya.Saya waktu itu tidak mengerti apa maunya dan tidak pernah mengerti soal begituan. Namun semakin lama saya semakin merasakan nikmat yang susah dilakukan dengan kata-kata.Saya melihat dia telah membuka matanya dan melihat dia tersenyum melihat wajah polos saya yang tidak mengerti soal begituan.Dia kemudian dengan tangan satunya lagi mengangkat kaosnya ke atas dan sekarang hanya tinggal kaos kutangnya saja.Tangan saya yang kembali diam di tariknya kembali ke perutnya yang telanjang dan mengusap - usapakannya. Saya pun mulai mengusap - usap peutnya yang berkulit halus dan putih itu,karena saya merasakan bahwa kulitnya sangat enak dielus.

Dia yang tahu saya serjak kecil tidak pernah tinggal bersama orang tua kemudian bertanya,"Dun,(bukan nama asli),apakah kah kamu pernah minum asi?"saya hanya menggeleng dan terus menikmati usapan tangan saya dan genggaman tangannya di batang saya mengangguk dengan cepat,karena seumur-umur saya tidak pernah merasakan. Dia pun kemudian membuka kaos kutangnya dan terlihat olehku sepasng bukit yang tidak begitu tinggi mencuat ke atas. Kemudian dia menghentikan aktifitasnya dan duduk bersila bersandar di dinding.Dengan bertelanjang dada dia kemudian mengambil kepala saya dengan lembut dan ditariknya agar rebah di pangkuannya dan setelah saya rebah di pangkuannya dan setelah saya rebah dengan kepala tepat berada di pangkuannya.Dia kemudian memegang payudaranya yang sebelah kanan dan menyodorkannya ke mulut saya.Saya kemudian pun menghisap-hisap payudaranya.Dia tertawa kegelian dan kembali menangkap batang kemaluan saya dan mempermainkannya kembali.

Kak,Kok nggak ada susunya",protes saya waktu itu. "Kita kan sekarang lagi main rumah-rumahan,jadi kita ecek-ecek aja." Saya pun menggauk dan kembali menghisap payudaranya yang masih berwarna merah muda itu. "Nah,sekarang saya berperan jadi mama,dan kamu anak mama yang masih kecil jadi kamu harus nurut ",katanya lagi dan saya tetap setuju walau saya kurang mengerti arah permainannya.

Tapi saya tidak peduli karena sepertinya permainan rumah-rumahan seperti begini yang baru pertama kali kami mainkansepertinya sangat menarik dan mengasikan.Karena batang kemaluan saya terus di permainkan dengan tangannya,tiba-tiba saya merasakan seperti ingin kencing."Susi (bukan nama asli) eh,mama saya mau kencing."Dia pun menghentikan kegiatannya dan kemudian mengangkat kepala saya kemudian berkata,"Oke..Sekarang mama bawa kamu ke kamar mandi dan sekalian mandi yah." Saya kembali mengangguk.Sesampai di depan pintu kamar mandi,dengan masih bertelanjang dada dia kemudian membuka semua pakaian saya.Saya hanya menurut,dan kini saya tanpa sehelai benang pun yang menutup ditariknya tangan saya ke kamar mandi,dia pun kemudian menutup pintu dan mulai membuka celananya plus CD-nya .Kini untuk pertama kalinya saya melihat dia telanjang bulat di depan saya. Entah kenapa kemaluan saya yang tadi sempat turun,kembali naik setelah melihat dia jongkok untuk pipis sehingga kemaluannya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus terlihat jelas.

Liang kemaluannya yang kemerah-merahan membuat saya terbengong."Loh,katanya mau kencing? Katanya sambil tersenyum dan kembali memandang junior saya yang sudah naik tinggi.Saya pun kemudian berjalan menuju klosetnya dan kencing di sana,tapi kencing saya sedikit saja. Setelah selesai bahu saya kemudaian dipegangnya dan kemudian dia membalikan tubuh saya dan kembali terlihat oleh saya teman bermain saya yang kini berperan sebagai ibu denagn rambut diikatnya ke atas dengan tanpa busana. Kemudian dia pun mulai memandikan seperti seorang ibu memandikan anaknya atau bila boleh dikata memandikan suaminya,sebab dia selalu saja memegang kemaluan saya.

Setelah selesai memandikan saya,saya di mintanya untuk menunggu sebentar dan duduk di kloset karena dia bilang kalau sekatrang giliran mama yang mandi.Saya hanya duduk dan melihat dia mandi.Setelah ia selesai membersihkan badannya. Dia kemudian berjalan menuju saya dan berkata," Ssst..Sekarang ceritanya kamu sudah besar dan sedang mandi dengan istrimu",kemudian dengan sikap jongkok dia kembali sekali lagi menggenggam batang kemaluanku ke mulutnya yang mungil,sambil dikocok-kocok dan mengelumnya.Saya merasakan geli dan nikmat menjadi satu. Kemudian entah naluri dari mana tangan saya berusaha menggapai payudarahnya tapi tidak sampai karena susi sedang berjongkok,dia pun kemudian naik dan membungkuk dengan mulut tak lepas dari batang kemaluanku dengan maksud agar tanganku sampai ke dadanya.

Setelah sampai saya pun meremas-remas dadanya. Setelah lama bermain dengan gaya begitu,dia kemudian berdiri.Saya kembali hanya mengikutinya karena saya menganggap permainannya kali ini sangat menarik.Dia kemudian menyadarkan saya ke dingding kemudian saya lihat wajahnya sangat dekat ke wajah saya.Saya sering melihat adegan tv,maka saya pun ingin merasakan berciuman dan saya rasa dia juga demikian.Maka sedetik kemudian kami sudah saling mengulum walaupun pada saat itu kami tidak mengerti caranya.Kami hanya saling mengisap dan mengelum.Karena saya waktu itu lebih rendah beberapa centi darinya.Jadi sewaktu ia menciumku,tubuhnya sangat rapat dan saya dapat merasakan payudaranya menekan ke dada saya,sedangkan di bawah saya merasakan kalau pinggunya bergerak maju mundur,sebab saya waktu itu bisa merasakan kalau batang saya yang sudah tegak itu bergesekan dengan selangkangannya yang maju mundur.

Setelah puas berciuman tanpa bicara dia kemudian memegang kemaluan saya dan mengarahkan ke liang kemaluannya.Namun pada saat itu saya rasa dia telah mengerti soal keperawanan sedangkan saya tidak tahu apa-apa (yang penting enak) dia hanya memasukkan sedikit batang kemaluan saya ke liang kemaluannya .Hanya kira-kira 1/4 dari panjangnya dia genggam dan masukkan ke lubang kemaluannya. Kemudian setelah dia taksir tepat,dia pun mulai menggerakan pinggulnya maju mundur sehingga tepat 1/4 bagian yang masuk ke lubangnya.Waktu itu saya melihat dia seperti merasakan kenikmatan yang luar biasa karena berkali-kali dia mendesah dan mendesis.

Setelah beberapa menit saya merasakan ada cairan hangat membasahai batang kemaluan saya dan saya melihat dia berhenti dari aktifitasnya sesat dan kemudian mencabut kemaluan saya.Setelah keluar cairan itu kami pun kemudian mandi sekali lagi dan berpakaian kembali.

Eh,dun kamu jangan bilang siapa-siapa yah tentang yang kita lakukan tadi,entar kita bisa di marahin",katanya."Ok dech,tenang aja.Habis madi enaknya ngapain yah" ?
Yuk kita noton tv aja,sambil nunggu mamaku pulang.

Nah setelah kejadian itu saya semakin sering ke ruamahnya,namun karena mamnya sekarang jarang keluar siang ,jadi kami jarang bermain,dan sengat saya,saya hanya sempat bermain seperti itu tiga kali dengannya dan selama kami bermain rumah-rumahan,keperawannya tetap terjaga.Karena waktu saya umur 14 tahun,nenek saya di panggil tuhan.Dan saya pun di bawa kembali bersama orang tua saya dan melanjutkan sekolah saya di kota B,dan sapai serkarang saya jarang pulang ke desa Bd dan dan bila saya ke sana saya sudah tidak pernahberjumpa susi.

Cerita sex-kata keluarganya dia ikut tantenya keluar kota. Dan pernah suatu kali saya pulang ke Bd dan bertemu dengannya,kami hanya senyum-senyum tanpa bicara,sebab kami berdua sepertinya malu kalau meningat kejadian sewaktu kami belum mengerti apa-apa





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman Masa Kecilku"

Post a Comment