Nafsu Wanita Yang Sudah Tidak Bisa Ditahan

Nafsu Wanita Yang Sudah Tidak Bisa Ditahan-Belum lama ini aku kembali bertemu Lili (bukan nama sebenarnya).Ia kini sudah berkeluarga dan sejak menikah tinggal di surabaya.Untuk suatu urusan keluarga,ia bersama anaknya yang masih berusia 7 tahun pulang ke solo tanpa di sertai suaminya. Nina masih seperti yang dulu, kulitnya yang putih, bibirnya yang merah,rambutnya yang lebat tubuh terjaga selalu di atas bahu.

Nafsu wanita yang sudah tidak bisa ditahan


Meski rambutnya agak kemerahan namun karena kulitnya yang putih bersih, selalu saja menarik dipandang, apa lagi kalo berada dalam pelukan dan dielus-elus. Perjuangan di solo ini mengingatkan peristiwa sepuluh tahun lalu ketika ia masih kuliah di sebuah perguruan tinggi ternama di solo. Selama kuliah,ia tinggal di rumah bude, kakak ibunya yang juga kakak ibuku. Rumahku dan rumah bude agak jauh dan waktu itu kami jarang ketemu Nina.

Aku mengenalnya sejak kanak-kanak.Ia memang gadis yang lincah, terbuka dan tergolong ber otak encer. Setahun setelah aku menikah,istriku melahirkan anak kami yang pertama.Hubungan kami rukun dan saling mencintai. Kami tinggal dirumah sendiri,rumahku agak di luarkota.Jadi suatu melahirkan,istriku mengalami pendarahan hebat dan harus di rawat di rumah sakit lebih lama ketimbang anak kami. Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. Karena itu, ibu mertua,ibuku sendri,tante (ibunya Nina) serta Nina dengan suka rela bergiliran membantu kerepotankami. Semua berlalu,selama sampai istriku diperbolehkan pulang dan langsung bisa merawat dan menyusui anak kami.

Hari-hari berikutnya,Nina masih sering datang menengok anak kami yang katanya cantik dan lucu. Bahkan,heran kenapa,bayi kami sangat lekat denga Nina. Kalau sedang rewel,menangis,meronta,ronta kalo di gendong nina menjadi diam dan tertidur dalam pakuan atau gendongan nina. Sepulang kuliah, kalo ada waktu,Nina selalu mampir dan membantu istriku merawat si keci.Lam-lama Nina sering tinggal di rumah kami. Istriku sangat senang atas bantuan Nina.

Tanpaknya Nina tulus dan iklas membantu kami. Apalagi aku harus kerja sehari penuh dan sering pulang malam. Bertambah besar,bayi kami berkurang nakalnya.Nina mulai tidak banyak mampir ke rumah. Istriku juga semakin sehat dan bisa mengurus seluruh keperluanya.Namun suatu malam ketika aku masih asik menyelesaikan pekerjaan di kantor,Nina tiba-tiba muncul.

Ada apa Nina, malam-malam begini."Mas Didi,tinggal sendiri di kantor?
eh,dari mana kamu ?Sengaja kemari.
Nina mendekat ke arahku. Berdiri di samping kursi kerja,Nina terlihat mengenakan rok dan T-shirt warna kesukannya ijo, tercium olehku bau parfum khas remaja.

Ada apa,Nina? Mas...aku pengen seperti Mbak  lusi.
Pingin?pengen apanya?nina tidak menjawab tetapi malah melangkah kakinya yang putih mulus hingga berdiri persis di depanku. Dalam sekejap ia sudah duduk di pangkuanku.
Nina,apa-apaan kamu ini..." Tanpa menungguku selesi bicara,Nana sudah menyambarkan bibirnya di bibirku dan menyedotnya kuat-kuat.

Bibirnya yang selama ini hanya kupandangi dan ku bayangkan kini bener-bener mendarat keras. Kelumannya penuh nafsu dan nafas halusnya menyeruak. Lidahnya dipermainkan cepat dan menari lincah dalam rongga mulutku.Ia mencari lidahku dan menyedotnya kuat-kuat.Aku berusaha melepaskannya namun sandaran kursi menghalangi. lebih dari itu, terus terang ada rasa nikmat setelah berbulan-bulan tidak berhubungan intim dengan istriku. Nina merenggangkan panggutannya dan katnya,Mas,aku selalu ketagihan Mas.Aku suska berhubungan dengan laki-laki, bahkan beberapa dosen telah kuajak beginian. Tidak bercumbu beberapa hari saja rasanya badan panas dingin. Aku belum pernah menemukan laki-laki yang pas.

Kuangkat tubuh Nina dan kududukkan di atas keretas yang masih berserakan di atas meja kerja.Aku bangkit dari duduk dan melangkah ke arah pintu ruang kerjaku. Aku mengunci dan menutup kelembu ruangan. Na...kuakui,aku pun kelaparan. Sudah empat bulan tidak bercumbu dengan lusi.

Jadikan aku embak lusi,Mas didi,Kata Nia sambil turun dari meja dan menyosong langkahku. Ia memeluku kuat-kuat sehingga dadanya yang empuk sepenuhnya menempel di dadaku. Terasa pula penisku yang terasa mengeras berbenturan dengan perut bawah pusarnya yang lembut. Nina merapatkan pula perutnya ke arah kemaluanku yang masih terbungkus celana tebal. Nina kembali menyambar leherku dengan keluman bibirnya yang merekah bak bibir artis terkenal. Aliran listrik seakan menjalar ke seluruh tubuh. Aku semula ragu menyambut kehadiran Nina.Namun ketika kenikmatan tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh, menjadi mubazir belaka melepas kesempatan ini.

Kamu amat bergairah,Nina.." bisiku lirih di telinganya. "Hmm...Iya ...Sayang.." balasannya lirih sembari mendesah. Aku sebenarnya menginginkan Mas sejak lama..ukh.." Serunya sembari menelan ludahnya."Ayo,Mas teruskan.." Ya Sayang .

Kata Nina sembari tangannya menjelajah dan mengelus batang kemaluanku.Bibirnya terus menyapu permukaan kulitku dileher,dada dan tengkuk. Perlahan kusingkap T-shirt yang dikenakannya. Kutarik perlahan ke arah atas dan serta merta tangan Nina telah di angkat tanda meminta T-shirt langsung dibuka saja.Kaos itu kulempar ke atas meja. Kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat hingga badanNina lekat di dadaku. Kedua bukitnya menempel kembali, terasa hangat dan lembut. Jemariku mencari kancing BH yang terletak di punggungnya.Kulepas perlahan, talinay,kuturunkan melalui tangannya.BH itu akhirnya jatuh kelantai dan kini ujung payudarnya menempel lekat ke arahku.Aku melotot perlahan ke arah dadanya dan kujilati penuh gairah. Permukaan dan tepi putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Nina, namun menambah nikmat aroma gadis muda.

Tangan nina mengusap-usap rambutku dan menggirang kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya."Sedot kuat-kuat Mas,sedottt.." bisiknya. Aku memenuhi permintaannya dan nina tak kuasa menahan kedua kakinya. Ia seakan lemas dan menjatuhkan badan ke lantai berkarpet tebal. Ruang ber-AC itu terasa makin hangat .Mas lepas lepas"katanya lepas sambil telanjang di lantai.Nina meminta aku melepas pakaian. Nina sendiri pun melepas rok dan celana dalamnya.Nina melihat dengan pandangan mata sayu seperti tak sabar menunggu. Segera aku menyusul,tiduran di lantai. Kudekapkan tubunya dari arah saping sembari kugosokan telapak tanganku ke arah putingnya.Nina melenguh sedikit kemudian memiringkan tubuhnya ke arahku. Sengaja ia segera mengerahkan putingnya ke mulutku. 

Mas sedot Mas ..teruskan,enak sekali Mas.. enak.." Kupenuhi permintaannya sembari kupijat-pijat pantatnya. Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Nina. Rambutnya tidak terlalu tebal namun datarannya cukup mantap untuk mendaratkan penisku. kumainkan jemariku di sana dan nina tanpak sedikit tersentak. "uh...hem...hss...terus...terus ".lenguhnya tak jelas. Sementara sedotan di putingnya kugencarkan,jemari tanganku bagaikan memetik buah kadu kadu di pusat kenikmatahnya,he..he... Terasa jemari kanan tengahku telah mencapai gumpalan kecil daging di dingding atas depan vaginanya, ujungnya kuraba-raba lembut berirama. Lidahku memainkan puting sembari sesekali menyedot dan menghembusnya. Jemariku melilit klitoris Nina dengan lembut.

Nina mengelinjang-linjang, melenguh-lenguh penuh nikmat .Mas...Mas... enak.... terus....terus... uh... enak.." Sebentar kemudia nina lemas.Namun itu tidak berlangsung lama karena nina kembali bernafsu dan berbalik mengambil inisiatif. Tangannya mencari-cari arah kejantananku. Kudekatkan agar gampang dijangkau,dengan serta merta Nina menarik celana dalamku. Bersamaan dengan itu melesat keluar pusaka kesayangan Mas.Akibatnya,memukul kearah wajah Nina."uh...uh...Mas apa an ini ." kata Nina kaget.Tanpa menunggu jawabanku, tangan nina langsung meraihnya,kedua telapak tangannya menggegam dan mengelus penisku.

Mas...ini asli? Asli dong penisisku,jawabku.
Nina geleng-geleng kepala.Lalu lidahnya menyambar cepat ke arah permukaan penisku yang berdiameter 7 cm dan panjang 18 cm itu,sedikit agak bengkok ke kanan. Di bagian samping kanan terlihat menonjol aliran otot keras.Membuat perempuan bertambah nikmat merasakan tusukan senjata andalanku.

Mas belum pernah aku melihat penis sebesar dan sepanjang ini."Sekarang kamu melihatnya dan menikmatinya." Alangkah bahagianya Mbak lili." Makanya kamu pingin seperti dia,kan?
Nina langsung menarik penisku. "Mas,aku ingin cepet menikmatinya. Masukkan,cepat masukkan."
Nina menelantangkan tubuhnya,pahanya direntangkannya. Terlihat betapa mulus putih dan bersih,di antara bulu halus di selangkangannya, terlihat lubang vagina yang mungil. Aku telah berada di antara pahanya.penisku telah siap meluncur,Nina memandangiku penuh harap.

Cepat Mas,cepet.." Sabar Nina, kamu harus bener-benar terangsang, Sayang.
Namun tampaknya Nina taksabar,belum pernah kulihat perempuan sekasar Nina.Dia tak ingin di cumbui dulu sebelum di rasuki penisku."Cepat mas.." ajaknya lagi. Kupenuhi permintaanya, kutempelkan ujung penisku di permukaan lubang vaginanya, kutekan perlahan tapi sungguh amat sulit masuk, kuangkat kembali namun Nina justru mendorongkan pantatku dengan kedua belah tangannya. Pantatnya sendiri di dorong ke arah atas. Tak terhindarkan, batang penisku bagai membentur dinding tebal. Namun Nina tanpaknya ingin main ksar,Aku pun,meski belum terangsang bener, kumasukkan penisku sekuat dan sekencangnya. Meski perlahan dapat memasuki rongga vaginanya, namun terasa sangat sesak,serat,panas, perih dan sulit.Nina tidak gentar,malah menyongsongnya penuh gairah. Jangan paksakan,sayang,pintaku.Terus.Paksa,siksa aku .Siksa...tusuk aku.Keras-keras jangan takut mas,terus.."Dan aku tak bisa mengindar,kugenjot keras hingga separuh penisku telah msuk.Namun menjerit oh...ohh...ohhhhh.

Uh Mas enak....oh....oh.....oh....enek....enek....terus sayang genjot dengan semua tenaga kamu, ya ampun enak .."Nina melemas dan terkurai.Kucabut penisku yang masih keras,kubersihkan dengan bajuku.Aku duduk di samping Nina yang terkurai. Nina,kenapa kamu? Lemes,Mas,kamu amat perkasa. Kamu juga liar.

Nina memang sering berhubungan dengan laki-laki Namun belum ada yang berhasil menembus keperawannannya karena selaput darahnya amat tebal,namun perkiraanku, para lelaki akan takluk oleh garangnya Nina. Nina mengajak bersetubuh tanpa pemanasan yang cukup gila,memng anak itu cepet panas.

Cerita sex-Sejak kejadian itu,Nina selalu ingin mengulanginya,namun aku selalu menghindar.Hanya sekali peristiwa itu kami ulangi di sebuah hotel sepanjang hari .Nina waktu itu kesetanan dan kuladeni kemauannya dengan segala gaya,Nina mengaku puas berat 














 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nafsu Wanita Yang Sudah Tidak Bisa Ditahan "

Post a Comment