Gejolak Birahi

Source:xbraz.com

Santi adalah seorang gadis dengan wajah canik, alis matanya melengkung,dan mata indah serta jernik,dilindungi oleh bulu mata lentik, hidung mancung serasi melengkapi kecantikannya, ditambah dengan bibir mungil merah alami yang serasi pula dengan wajahnya. Rambutnya yang hitam dan di potong pendek menjadikannya lebih menarik, kulitnya putih mulus dan terawat, badannya mulai tumbuh begitu indah dan seksi.

Dia tumbuh di kalangan keluarga yang cukup berada dan menyayanginya. Usianya baru 17 tahun, kadang sifatnya masih kekanakan. Badannya tidak terlalu tinggi berkisar 145 cm, badannya ideal dengan tinggi badannya, tedak terlalu gemuk atau terlalu kurus. Seminggu yang lalu santi mulai rutin mengikuti les privat  Fisik di rumahku, Rihad, aku seorng dudua.Aku mempunyai sebuah rumah mungil dengan dengan dua buah kamar, diantaranya ada sebuah kamar mungil dengan dua buah kamar,diataranya ada sebuah kamar mandi yang bersih dan harum. Kamar depan diperuntukkan ruang kerja dan perpustakaan,buku-buku tersusun rapi di dalam rak yang di atasnya terletak seperangkat komputer.

Sebuah lukisan yang indah tergantung di dinding, lukisan itu semakin tampak indah di latar belakangi oleh warna diding yang serasi.Ruang tidurnya dihiasi ornamen yang serasi pula, dengan tempat tidur besar dan pencahayaan lampu yang membuat suasana semakin romantis. Ruang tamu ditata sangat artistik sehingga terasa nyaman.

Rumahku memang terkesan romantis denagan terdengar pelan alunan lagu-lagu cinta, Santi sesang mengerjakan tugas yang baru kuperintahkan. Dia terlalu asiyik mengerjakan tugas itu, tanpa sengaja pengapusanya jatuh tersenggol. Sati berusaha menggapai ke bawah bermaksud untuk mengambilnya, tapi ternyata dia memegang tanganku yang telah lebih dulu menggapainya. Santi kaget melihat ke arahku yang sedang tersenyum padanya. Santi berusaha tersenyum,saat tangan kirinya kupegang dan telapak tangannya kubalikan dengan lembut, kemudian kutaruh penghapus itu ke dalam telapak tangannya.

Aku sebagai orang yang telah cukup berpengalaman dapat merasakan getaran-getaran peraan yang tersalur melalui jari-jari gadis itu, sambil tersenyum aku berkata, "San, kamu tambah lebih cantik kalau tersenyum seperti itu". kata-kataku membuat gadis itu merasa tersanjung, dengan tidak sadar santi mencubit pahaku sambil tersenyum senang.

Udah punya pacar santi?, godaku sambil menatap santi. "Belum,kak! "jawabnya malu-malu, wajahnya yang cantik itu memerah". Kenapa kan temen seusiamu sudah mulai punya pacar", lanjutku. "Habis mereka maunya cuman hura-hura kaya anak kecil, caper," komentarnya sambil melanjutkan menulis jawaban tugasnya.

"Ohh!' aku bergumam dan beranjak dari tempat duduknya, mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas. "Minum teh kotak,teh gelas  ,santi? lanjutku. "Apa ya! te kotak aja deh kak ", sahutnya sambil terus bekerja. Aku membawa dua minuman dan mataku terus melihat dan menelusuri tubuh santi yang membelakangi, ternyata menarik juga gadis ini, badanya yang semampai dan bagus cukup membantuku bergairah, pikirku sambil tersenyum sendiri.

Sudah kak", suara santi mengagetkan lamunanku, kuhampiri dan kusodorkan sekaleng teh kotak kesukaan gadis itu. Kemudian aku memeriksa hasil pekerjaan itu, ternyata bener semua. "Ahh, ternyata selain cantik kamu juga pintar santi", pujiku dan membuat santi tanpak tersipu dan hatinya berbunga-bunga.

Aku yang sengaja duduk di sebelah kanannya, melanjutkan menerangkan pemecahan soal-soal lain. Bau wangi parfum yang kupakai sangat lembut dan terasa nikmat tercium hidung, mungkin itu yang membuatnya tanpa sadar bergeser semakin dekat padaku. Pujian tadi membuatnya tidak dapat berkonsenterasi dan berusaha mencoba mengerti apa yang sedang dijelaskan,tapi gagal. Aku yang melihatnya tersenyum dalam hati dan sengaja duduk menyamping, agak menghadap pada gadis itu sehingga istingku mengatakan hatinya agak tergetar.

"Kamu bisa ngerti yang baru kakak jelaskan santi", kataku sambil melihat wajah santi lewat sudut mata. Santi tersentak dari lamunannya dan menggeleng, "Belum, ulang dong kak!", sahutnya. Kemudian aku mengambil keretas baru dan diletakkan di depannya, tangan kananku mulai menuliskan rumus-rumus sambil menerangkan, tangan lainnya diletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk dan sesekali aku sengaja mengusap punggungnya dengan lembut.

Santi semakin tidak berkonsentrasi,saat merasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya semakin berdegup dengan keras, usapan itu kuusahakan senyaman dan selembut mungkin dan membuatnya semalkin terlena oleh perasaan yang tak terlukiskan.Dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi lagi. Tanpa terasa matanya terpejam menikmati belaian tangan dan bau parfum  yang lembut.

Dia berusaha meliriku,tapi aku cuek saja, sebagai perempuan yang selalu ingin diperhatian, santi mulai menconba menarik perhatianku.Dia memberaniakan diri meletakkan tangan di atas pahaku. Jantungnya semakin berdegup, ada getaran yang menjalar lembut lewat tanganku. Selesai menerangkan aku menatapnya dangan lembut, dia tak kuasa menahan tatapan mata yang tajam itu, perasaannya menjadi tak karuan, tubuhnya serasa menggil saat melihat senyumku, tubuhnya serasa menggil saat melihat senyumku, tanpa sadar tangan kirinya meremas lembut pahaku, akhirnya santi menutup mata karena tidak kuat menahan gejolak didadanya.Aku tahu apa yang dirasakan gadis itu dengan instingku.

"Kamu sakit?", tanyaku berbasa basi. Santi menggelengkan kepala, tapi tanganku tetap meraba dahinya dengan lembut, santi diam saja karena tidak tahu apa yang harus dilakuakan.Aku genggam lembut jari tangan kirinya. Udara hangat menerpa telinganya dari hidugku, "kamu bener-bener gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Santi gumamku lirih.

Pujian itu membuat dirinya makin bangga, tubuhnya bergetar,dan nafasnya sesak menahan gejolak di dadanya. Dan santi ternyata tak kuasa untuk menahan keinginannya meletakkan kepalanya di dadaku," Ahh..." santi mendesah kecil disadari. Aku sadar gadis ini mulai menyukaiku, dan berhasil membangkitkan perasaan romantisnya. Tanganku bergerak mengusap lembut telinga gadis itu, kemudian turun ke leher,dan kembali lagi naik ke telinga beberapa kali. Santi merasa angan-angannya melambung,entah kenapa dia pasarah saja saat aku mengangkat dagunya, mungkin terselip hatinya perasaan ingin terus menikmati belaian-belayan lembut itu.

"Kamu memang sangat cantik dan aku yakin jalan pikiranmu sangat dewasa, Aku kagum!, kataku merayu. Udara hangat terasa menerpa wajahnya yang cantik, disusul bibir hangatku menyentuh keningnya,lalu turun pelan ke telinga, hangat dan lembut.Anehnya dia ketagihan,dan merasa tidak rela untuk cepat-cepat mengakhiri semua kejadian itu.

Ja....Jangan kak", pintanya untuk menolak. Tapi dia tidak berusaha untuk mengelak saat bibir hangatku dengan lembut penuh perasaan menyusuri pipinya yang lembut, putih dan halus, saat merasakan hangatnya bibirku mengelum bibirnya yang mungil merah dan dia pun bergetar, aku yakin baru pertama kali ini dia merasakan nikmatnya dikulum dan di cium bibir laki-laki.

Jangan di dadanya berdegup makin keras, perasaan nikmat yang menyelimuti hatinya semakin membuatnya melambung."Uuuhhh...! hatinya tergelitik untuk mulai membalas ciuman dan kuluman hangatku. "Aaahh..." dia mendesah merasakan remasanku lembut di payudara kiri yang menonjol di dadanya, seakan tak kuasa melarang. Dia diam saja, remasan lembut menamabah kenikmatan tersendiri baginya."Dadamu sangat indah santi,sebuah pujian yang membuatnya semakin mabuk,bahkan tangannya kini memegang tanganku,tidak untuk melarangnya,tapi ikut menekan dan mengikuti irama remasan di tanganku.Dia benar-benar semakin menikmatinya.Penisku mulai menegang.

"Aaah", santi mendesah kembali dan pahanya bergerak-gerak dan tubuhnya bergetar menandakan vaginanya mulai basah oleh lendir yang keluar akibat rangsangan yang di alaminya,hal itu membuat vaginanya terasa geli, merupakan kenik matan tersendiri.Dia semakin terlena diantara degup-degup jantung dan keinginannya untuk mencapai puncak kenikmatan. Diimbanginya kuluman bibir dan remasan lembut di atas buah dadanya.

Saat tanganku mulai membuka kancing baju seragamnya, tangannya mencoba menahannya. "Jangan nanti dilihat orang", pintanya, tapi tidak kupedulikan. Kulanjutakan membuka satu persatu, dadanya yang putih mulus mulai terlihat, buah dadanya tertutup BH-nya warna nya merah. Seakan dia sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya, hanya kenikmatan yang ingin dicapainya, dia pasrah saat kugendong dan merebahkannya di atas tempat tidur yang berseprai putih. Di tempat tidur ini aku merasa lebih nyaman, semakin bisa menikmati cumbiuan, dibiarkannya dada yang putih mulus itu makin terbuka.

"Auuuuh", bibirku mulai bergeser pelan mengupas dan mencum hangat di lehernya yang putih mulus. "Aaaahhh",dia makin mendesah dan merasakan kegelian lain yang lebih nikmat.Aku semakin senang dengan bau wangi di tubuhnya. "Tubuhmu wangi sekali", kembali rayauan itu membuatnya makin besar kepala. Tanganku itu dibiarakan menelusuri dadanya yang terbuka. Santi sendiri tidak kuasa menolak, seakan ada perasaan bangga tubuhnya dilihat dan kunikmati. Tanganku kini menelusuri perutnya dengan lembut, membuatnya menggelinjang kegelian.Bibir hangatku beralih menelusuri dadanya.

"Uhhh...! tanganku menarik bajunya ke atas hingga keluar dari rok abu-abunya, kemudian jari-jariku melepas kancing yang tersisa dan menari lembut di atas perutnya."Auuuuuhhhh".Membuatnya menggelinjang nikmat, perasaannya melembung mengikuti irama jari-jariku, sementara penisku terasa makin tegang.

Dia mulai menarik kepalaku ke atas dan mulai mengimbangi ciuman kulumuan seperti caraku mengelum dan mencium bibirnya."Oooooh", terdengar desah sati yang semakin terlena dengan ciuman hangat dan tarian jari-jariku diatas perutnya, kini dada dan perutnya terlihat putih, mulus dan halus hanya tertutup CD-ny  merah muda yang lembut.

Aku semakin tegang hingga harus mengatur gejolak birahi dengan mengatur pernafasanku, aku terus mempermainkan tubuh dan perasaan gadis itu, kuperlakukan santi dengan halus, lembut,dan tidak terburu-buru,hal ini membuat santi makin penasaran dan makin bernafsu, mungkin itu yang membuat gadis itu pasrah saat tanganku menyusup ke belakang,dan membuka kancing BH-nya Tanganku mulai menyusup di bagian dada yang menonjol di bawah BH-nya gadis itu, terasa kenyal dan padat di tanganku.

"Aaaahhh...Uuuuuhhhh...Ooooohhh", santi mengelinjang-gelinjang geli dan nikmat, jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadanya yang mulai berkembang lembut. Serasa serasa terus berpagutan.Dia serasa semakin nikmat,geli dan melambungkan angan-angannya. Ujung jariku mulai mempermainkan puting susunya yang masih kecil dan kemerahan itu dengan sangat hati-hati.

"Kak....Ahhh...uuuuhhh..."....Santi mulai menunjukan tanda-tanda terangsang hingga berusaha ikut membuka kancing bajuku, agak susah,tapi dia berhasil,tangannya menyusup kebalik baju dan mengelus dadaku, sementara bibirnya makin makin memnucak. "Ngggh...", vaginanya yang basah yang basah semakin membuatnya nikmat, pikirku,sati menurut ketika dadanya diangkat sedikit, dibiarkannya baju dan BH-nya kutinggalkan,lalu dilempar ke samping tempat tidur.

Sekarang tubuh bagian atasnya tidak tertutup apa-apa pun, dia tanpak tertegun dan risih sejenak,saat mataku menelusuri lekuk tubuhnya.Di sisi lain dia merasa kagum dengan dua gunung indah yang masih perawan yang menyembul di atas dadanya,belum pernah terjamah oleh siapa pun selain dirinya sendiri. sedangkan aku tertegun sejenak meliahat pemandangan di depan mataku, birahiku bergejolak kembali,aku berusaha mengatur pernafasan, karena tidak ingin melepaskan nafsu binatangku hingga menyakiti perasaan gadis cantik yang tergolek pasrah di depanku ini.Aku mulai mengelum buah dada gadis itu perlahan terasa membusung lembut, putih dan kenyal. Diperlakuakan seperti iti santi menggelinjang,"Ahhh.... uuuuhhhhh...ahhhhh". Pengalaman pertamanya ini membuat angan-angannya terbang tinggi. Buah dadanya yang putih,lembut,dan kenyal itu terasa nikmat kuhisap lembut, tarian lidah di puting susunya yang kecil kemerahan itu mulai berdiri dan mengeras."Aaahh"

Geli ...Ahhhh...ohhhh!dan penisku terasa sudah kencang ku memgang dan mengarhakan ke vagina sati dan kumasukan perlahan ...dan santi pun menglinjang-mengelinjang oh.....ohhhh enka...kaka dan ku terus menggejot sedikit dan kulihat darah keluar, hatiku merasankan ta peduli napsuku sudah di ubun-ubun ku mengenjotnya sampai santi menjerit sakit kakak ....tapi enak....oh....ohhhhhh,...oh. 

Cerita sex-Setelah itu aku merasakan orgasme dan ku keluarkan ke perut santi....cerot.....cerot.....enak... "dan aku lemas dan berbaring di sebelah santi tanpak merasa sangat puas dengan pelajaran tahap awal yang kuberikan "Bagai mana kalau aku hamil kak", katanya sambil sudut matanya mengeluarkan air mata. Sesat kemudian aku dengan sabar menjelaskan bahwa santi tidak mungkin hamil, karena dalam masa siklus subur, berkat pengalamanku menganalisa kekentalan lendir yang keluar dari vagina dan siklus menstruasinya.santi semakin merasa lega, aman,merasa di sayang.Dan aku memakai pakaian ku dan santi juag dia mencium tanganku dan kemudian dia pamit pulang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gejolak Birahi"

Post a Comment