Perselingkuhan Dengan Istri Temenku Sendiri




Rudi, 34 tahun adalah temen sekantor suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 25 tahun. Mereka sering bermain tenis bersama, entah mengapa setiap Rudi datang kerumah menjemput suamiku ia selalu menyapaku dengan senyumannya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.

Aku bener-bener dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Rudi. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 3 hari. pas di hari minggu Rudi datang kerumah maksud hati ingin mengajak suamiku bermain tenis, pada waktu itu aku sedang olah raga dirumah dengan memakai hot pant ketat dan kaos diatas perut. 

Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku-liku tubuhku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang seksi tercetak jelas di kaos dan celana pendekku yang serba ketat itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku ke luar kota sejak dua hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata. 

Rere mau tidak gantiin suamimu,main tenis dengan saya. Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku pergi keluar dengan laki-laki selain suamiku tatapi terus terang aku senang mendengar ajakannya, aku langsung mengangguk sambil berlari kekamarku untuk mengganti pakaian.Di kamar Aku termangu hatiku dagdigdug seperti anak SMA sedang berpacaran lalu aku melihat diriku dicermin ku pilih baju tenisku lalu ketemukan rok tenisputihku yang super mini lalu ku pakai dengan blous 'you can see' setelah itu kupakai lagi sweater,wouw .. cukup seksi juga aku ini. Setelah itu aku pakai sepatu olahragaku lalu cepet-cepet aku temui Rudi didepan pintu, Ayo Rudi aku sudah siap. Rudi hanya melongo melihat pakaianku. Jakunnya terlihat naik turun.

Singkat kata aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola aku bermain tenis dengannya dengan penuh ceria, kukejar bola yang di pukulnya, rok miniku berkibar, tanpa sungkan aku biarkan matanya menatap celana dalamku,ada perasaan bangga dan gairah setiap matanya menatap pantatku yang padat bulat ini. Saking hotnya aku mengejar bola tanpa kuduga aku jatuh terkilir, Rudi menghampiriku lalu mengajakku pulang. setiba di rumah, kuajak Rudi untuk mampir dan ia menerimanya dengan senang hati. Rudi memapahku sampai ke kamar,lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan minuman dan kembali ke kamar mendapatkan aku telah melepas sweater dan sedang memijat betisku sendiri.

Ia agak tersentak melihatku, karena aku telah meninggalkan sweaterku sekarang tinggal memakai blos, 'you can see' longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga menarik rokmini olahragaku hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya. Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang"gentelmen" pria ini. penampilannya agak kaku tetapi tetapi di sertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin ini lah yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami. 

Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Rudi terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa ku sadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.

Kami saling mengisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. Her ... kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanapa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan,entah siapa yang memulai,aku dan Rudi saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Rudi mulai bralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagai mana peria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku,dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini.

Kembali Rudi yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas,ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.

Rudi mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.

Mmmh... Rudi ... sudah terlalu jauh Rud ... desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah dadaku yang montok dan putih susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai brpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.

Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuat terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai menyelipkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya.Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BH-ku.

Dicium buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. Oooh oh...oh... sshh...aach... Rudi. Desahanku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.

Rudi menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihanku yang sangat menikmati gelombangn yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggolora ini, Ooh Rudi sudah ... Rudi...setop...!! tetapi Rudi terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia bener-bener telanjang bulat.

Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa dari penis suamiku,vaginaku tiba-tiba berdenyut tak karuan. Oh...oh .tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah belanjut sedemikian jauh.

Rudi melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku.Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku.

Apakah ketika lidahnya menggoda selangangkanganku dengan jilatannya yang sekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku, yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.

Akhirnya,dengan menyibakkan celana dalamku, Rudi mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birhi, ggaah... Rudiii ...stop ...oh. bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Rudi melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Rudi berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil .Oooohhh... betul... betul luar biasa napsu birahiku makin menggebu gebu.

Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Ooooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentarlagi aku akan disentuh oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus menggelegak. Kupasrahkan diriku ketiaka Rudi membuka kakiku hingga mengangkang lebar-lebar, lalu Rudi menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Menembus vaginaku.Rudi,Besar sekali Heerr.. Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian,besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

Tanpa terburu-buru, Rudi kembali menjilati dan mengisap putingku yang masih mengencang dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggitnya,lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku.

Ia menggerak-gerakan pantatnya maju mudur dengan perlahan,memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap. Dan seluruh tetes air maninnya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. arrrghhh. Nikmatnya mengalami multiple orgasme sungguh luar biasa!! ooh Rudi aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dasyat ini! Oooh Rudi aku keluar,Rudi juga keluar maninya oooh...aku juaga keluar sayang.

Ahirnya perlahan-lahan kesadaraanku pulih kembali,klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Rudi sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar,aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat di hargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.

Rudi telah menaklukan diriku luar...dalam !! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba-tiba Rudi melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 12 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya,aku hanya mengangguk tak berdaya. Sepeninggalan Rudi dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku.Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku itu, tetapi aku telah mengkihanati suamiku.

Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak,aku sangat menikmati multiple orgasme dan sangat mengharapkan Rudi memberikan multiple orgasme lagi terhadapku. Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku bingung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Rudi.

Setelah beberapa minggu dalam kondisi seperti ini, hatiku makin tidak menentu, makin kucoba melupakannya makin terbayang seluruh kejadian multiple orgasme hari itu,aku masih merasakan tubuhnya yang kekar berkeringat napasnya yang mendengus dengus terdengar suaranya memanggilku sayang.

Rudi berhenti bertugas di kantor suamiku.Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialih tugaskan, aku tidak tahu. Namun hingga kini, pergumulan batin dalam diriku masih terus berlangsung. Di lain piahak aku tetap ingin mencintai suamiku, walaupun ia tak bisa membiarkan multiple orgasme yang telah diberikan Rudi padaku. 









 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perselingkuhan Dengan Istri Temenku Sendiri"

Post a Comment