Janda Tanpa Anak Hot
Janda tanpa anak hot- Aku adalah wanita berumur 26 tahun, sekarang aku tinggal sendirian di rumahku yang terletak di salah satu komplek yang di sebut sebagain orang sebagai komplek orang berduit di wilayah Tangerang.Aku adalah janda tanpa anak, suamiku telah meninggal tujuh bulan yang lalu karena kecilakaan.Saat itu usia perkawinan kami baru menginjak tiga tahun.Rumah yang kutempati ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli rumah ini atas namaku.
![]() |
| janda tanpa anak hot |
"Sebagai bukti ketulusan sayangku padamu" katanya.
Rumah-rumah di komplekku terbilang saling berjauhan karena masing-masing rumah memiliki pekarangan yang luas. Hidup di tangerang menyebabkan aku harus beradaptasi dengan tetanggaku. Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.
Sering aku merasa kesepian tinggal sendiri di rumah ini, tapi aku tidak mau menggunakan jasa pramuwisma, aku ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri. Alesanku pada mama sih biar aku ada kesibukan di rumah,rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri. Malam itu aku pulang agak larut karena baru pulang dari acara ulang tahun temenku. Setelah mengunci pintu depan aku mencari-cari kontak lampu karena suasana rumahku masih gelap.Aku berangkat dari tadi siang untuk bantu-bantu di acara ulang tahun tersebut. Begitu lampu menyala,aku langsung menuju kamarku untuk mengganti baju yang kotor.
Aku melepaskan seluruh pakaianku lalu menyimpan baju kotorku di keranjang yang memang kusediakan di kamar untuk pakaian kotor. Sungguh aku sekarang telanjang bulat. Aku merasa sendiri di rumahku sehingga aku merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur dalam keadaan telanjang. Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.Selesai mandi rasanya badanku terasa segar. Kemudian duduk santai menonton TV di ruang tengah sambil minum susu hangat.Aku hanya melilitkan handuk pada badanku, sambil mengeringkan rambutku dengan kipas angin aku buka channel TV sana-sini. Acaranya tidak ada yang menarik hatiku.
Iseng-iseng aku menonton filem BF koleksi suamiku.Aku pernah perotes padanya karena dia menonton filem begituan.Dia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia mencari style bercinta untukku.Di filem itu pria bule sedang bercumbu seorang wanita asia yang kelihatannya begitu menikmati cumbuan dari peria bule. Aku sedikit terangsang melihat adegan itu, seandainya suamiku masih ada. Aku melepaskan handuk yang melilit badanku, lalu mengelus-elus payudara sendri dengan lembut. Payudaraku memang tidak begitu besar,tapi suamiku mengurus badan,aku memang agak telaten. Karena begiku kecantikan wanita dan kemulusan badan itu adalah harga mati.Aku tidak menyadari sama sekali kalau ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatanku.
Kuelus-elus buah dadaku dengan lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri begitu. Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak,rasanya aku ingin bermalam-malam, matakupun tak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan. Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan,tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke buah dadaku. Ku pijit-pijit puting susuku dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuku. Nikmat sekali rasanya.Tanganku perlahan-lahan turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir vaginaku,aku pun merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.
Aku terangsang sekali,liang vaginaku sudah dibanjiri oleh lendir yang keluar membasahi bibikur vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri hingga akupun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu. Badanku melengkung merasakan kenikmatan,kukangkangkan pahaku semakin lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku.
Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku,kusorongkan sedikit masuk ke dalam.Liang vaginaku sudah bener-bener basah oleh lendir yang licin hingga dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku. Kini jari tangan kiriku sudah tidak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.
Kocokan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding vaginaku bagian dalam,ujung-ujung jariku menyentuh G-spot, punggung dan kepalaku jadi tersandar kuat pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku melayang-layang dengan kenikmatan tiada tara.
Aku sudah bener-bener mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku,ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi,demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam vaginaku yang segera tiba,kurasakan kedutan bibir vaginaku yang tiba-tiaba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam liang senggamanku.
Bersamaan dengan itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding vaginaku.Aku serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir,itulah cairan maniku yang mengalir deras."Ahh.."aku terpekik,lalu tubuhku bergerak hebat. Setelah beberapa detik baru terasa badanku seperti lemas sekali.
Mataku terpejam sambil menikmati rasa indah yang menjalar di sekujur badanku,tiba-tiba terasa ada benda dingin menempel di leherku. Mataku sedikit terbuka,lalu. "Diam atau lehermu akan terluka." Suara seorang laki-laki terdengar mengejutkanku. Jantungku rasanya hampir berhenti menyadari ada pria yang menempelkan pisau ke leherku, dan aku dalam keadaan telanjang.
Aku terdiam tak berdaya ketika dia berusaha mengikat tanganku.Aku takut kalau dia merasa terancam, maka dia akan membunuhku yang tidak tertutup sehelai kain. Terbersit penyesalan dalam hatiku, kenapa aku sangat gegabah. Bagai mana dia bisa masuk kedalam rumah ini, dan apa yang akan mereka lakuakn. Segala macam perasaan dalam diriku saat itu.
He...he...he... Cantik, ijinkan aku untuk membantumu menyelesaikan hasrat terpendam dalam dirimu. Lelaki itu duduk di sampingku. "Nah cantik. Sekarang abang akan memuaskanmu". Laki-laki yang memanggil dirinya abang kemudian dengan kalemnya dia raih tangan dan pinggangku untuk memelukku. Antara takut dan marah,aku masih berontak dan berusaha melawan. Kutendangkan kakiku ke tubuhnya sekencangnya,tapi ..Ya ampun dia sangat tangguh dan kuat bagiku.
Lelaki itu berpostur tinggi pula dan mengimbangi tinggiku,dan usianya yang aku rasa tidak jauh beda dengan usia suamiku disertai dengan otot-otot lengannya yang nampak gempal saat menahan tubuhku yang terus berontak.
Dia lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku.Aku setengah di bantingnya ke ranjang. Dan aku bener-bener terbanting.Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu.Aku meraung,menangis dan berteriak sejadi-jadinya,tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku karena mereka membekap mulutku.Hingga akhirnya,sehingga aku menyadari tidak ada gunanya lagi berontak maupun berteriak. Sesudah itu dia tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya.Dia nampak berusaha menenangkan aku, dengan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku.Dia berbisik dalam desahnya,ayolah cantik,jangan lagi memberontak. Percumakan,jarak antara rumah di komplek ini cukup berjauhan.Lagian kalaupun ada yang tahu mereka tidak akan berani menggangu.
Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat kuatir.Laki-laki ini seakan-akan sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dengan tersenyum dia menampakan wajahnya ke ketiakku.Dia menciumi,mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku.Diri sebelah kanan kemudian pindah ke kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah.Tangan-tangannya menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku,punggungku,dadaku.Tangannya juga meremas-remas susuku. Dengan jari-jarinya dia menjilati puting-puting susuku.Disisni dia melakukannya mulai denagan lembut dan demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir bisa menundukkan aku dengan caranya yang demikian itu. Aku terus berontak dalam geliat ..Tapi aku bagaikan mangsa yang siap diterkam.
Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi. Tak ada suara dari mulutku yang tersumpal.Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras.Aku memandang ke langit-langit kamar.Aku merasa sakit atas ketidak adilan yang sedang kulakoni .Kini lelaki itu menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku."Kau cantik banget .."dia berusaha menenangkanku.
Dia juga mencium tepian bibirku yang tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut. Betapa aku dilanda perasaan malu yang amat sangat.Hanya suamiku yang melihat auraku selama ini, tiba-tiba ada seorang lelaki asing yang demikian saja merabaku dan menyingkap segala kerahasiaanku.
Aku merasakan betisku,pahaku kemudian gumpalan bokongku di raba oleh tangan-tangannya. Pemberontakan sia-sia,wajahnya semakin turun mendekat hingga kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku. "Ah."Bukan main. Belum pernah ada seorang pun berbuat macam ini.Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas.Kemudian aku merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.Lidah itu sangant pelan menyapu dan sangat lembut.Dahaku berdesir."Ayolah sayang,mendesah lah merintihlah puaskan aku.
Aku mendesah dan merintih sangat histeris. Kulepaskan dengan liar derita nikmat yang melandaku. Aku kembali menangis dan mengucurkan air mata.Aku kembali berteriak kecil beserta gelinjang sahwatku.Aku meronta menjemput nikmat. Aku menggoyang-goyngkan pinggul dan pantatku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku.Aku tak mampu mengendalikan diriku lagi.Aku bergoncang-goncang dan menjemputi bibirnya karena kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku di landa nafsu birahi.Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah lelaki ini membuatku seakan-akan menggil dan gemetar lupa diri
Lalu lelaki ini sudah langsung menerekam kembali bibirku. Dia kini berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku.Kini aku di hadapakan kenyataan betapa besar kontolnya di gerbang kemaluanku saat ini. Aku sendiri sudah demikian dilanda birahi dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku. Cairan-cairan kewanitaanku membantu jalan kontol itu masuki kemaluanku.
Blesek...Belesek ...oh...oh....Kenapa sangat nikmat begini, Oh..Oh..Oh aku sangat merindukan kenikmatan ini aku semakin keenakan. Sensasi cengkraman kemaluanku pada bulatan keras batng besar kontol lelaki ini sungguh menyungguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini.
"Aaah...aahh...ahhh" aku menjerit kecil merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar di sekujur tubuhku dan ku merasakn orgasme yang kedualinya laki-laki itu juga merasakan orgasme dan akhirnya cerot....cerot keluar air mani ke badanku. Kami langsung roboh. Hingga sesaat.Aneh,aku tak merasa menyesal, tak merasa hawatir,tak merasa takut,aku pun tertidur kelelahan.
Cerita sex-ke esokan paginya aku terbangaun dengan badan sedikit pegel-pegel. Tidak ada tanda-tanda dia masih ada dirumah. Dan kuperiksa tidak ada barang yang hilang.Apakah dia memang datang untuk memperkosa aku? kadang-kadang aku masih ingin melakukan hal yang sama.

0 Response to "Janda Tanpa Anak Hot"
Post a Comment