Mertuaku Sex Hot-Namaku Asep,Usiaku 29 tahun,Aku menikahi Rani,Aku dan istriku sudah menikah hampir dua tahun dan kini Rani sedang hamil tua. Rani adalah anak tertua dari dua bersodar,usianya kini 26 tahun. Karena kehamilan adalah yang pertama,maka Rani sengaja pindah ke ruah ibunya untuk mendapatkan bimbingan dan bantuan pada saat persalinannya kelak.
 |
| mertuaku sex berat |
Ibunya Rani alias ibu mertuaku bernama imin, usianya baru 45 tahun. Mamah imun, begitu aku memanggilnya adalah korban poligami.Bapak mertuaku menikahi sekertarisnya yang berusia jauh lebih muda sekitar lima tahun yang lalu. Padahal menurutku mam imun masih angat cantik dan menarik. Terutama body montoknya yang masih kencang,tak kalah dengan Rani,istriku.
Sejak aku menikah dengan niken,aku sudah sering memperhatian mama imun yang menurutku lebih montok dibandingkan Rani.Salah satu kenggulan mama imun adalah pantatnya yang bulat dan besar. Sementara buah dadanya mungkin sama dengan Rani istriku yang berukuran 34B.
Satu kebiasaan mama imun di dalam rumah yang membuatku sering berdebar-debar adalah kebiasaannya yang hanya mengenakan handuk sesudah mandi. Pakaian kotornya ditinggalkan di kamar tidur, pergi ke kamar mandi dengan lilitan handuk,kemudian setelah mandi kembali ke kamar dengan badan yang di lilit handuk juga.
Aku sudah sering mendapati mama imun dengan lilitan handuk dan selalu saja mencuri pandang ke arah dadanya yang tidak tertutup sempurna dan sebagian pahanya yang mulus dan montok. Selain itu ibu mertuaku juga tidak pelit dalam berbagi pemandangan indah selangkangannya.Kalau sedang duduk nonton TV, belau cuek saja kalau kedua pahanya terbuka dan memperlihatkan kemulusan paha serta sebagian celana dalamnya. Pada intinya,aku, aku sangat senang menginap di rumah mertuaku,termasuk pada saat istriku menanti saat kelahirannya.
Tidak sampai menginap seminggu,istriku sudah siap untuk melahirkan, Aku dan mamah imun segera membawa Rani ke RS,menunggu beberapa jam sebelum Rani diputuskan untuk oprasi Cesar. Usai oprasi,Niken di putuskan harus rawat inap tiga malam,Mama imun tentu saja minta di anter pulang.Aku mempunyai kesempatan menganter ibu mertuaku saat banyak kerabat berkunjung ke kamar rawat inep Rani.Sepanjang perjalanan,Mama imun asik menelepon seseorang dan suaranya terdengar begitu manja,aku menduga dia menelpon suaminya. Salah satu percakapannya dia meminta orang itu datang ke rumah.
Sampai di rumah sudah pukul 8 malam, mertuaku langsung mandi, maklum hampir 12 jam berada di RS.Aku mendapatkan ke sempatan lagi memandang tubuh montoknya di balut handuk. Entah mengapa malam itu wajah mama imun begitu riang,mungkin karena menunggu orang yang di teleponnya itu. Saking riang susana hatinya, dia tak menutup pintu kamar saat kembali dari kamar mandi.Aku yang berada di dalam kamar sebenarnya tentu saja dengan mudah melihat ke dalam kamarnya.
Aku meneguk ludah dan langsung teransang melihat ibu mertuaku menjatuhkan handuk yang membalut tubuh bugilnya yang montok. posisinya membelakangiku, sehingga yang tampak adalah bongkahan pantatnya yang besar, namun masih kencang
 |
| mertua sex berat |
Mama imun mengenakan baju tanpa menyadari bahwa aku memandanginya dari belakang. Mulai dari mengenakan celana dalem, beha samapi dengan berpakaian lengkap. Peristiwa itu membuat kepalaku langsung pening, birahiku yang memuncak seperti berkumpul di kepala. Namun karena aku harus kembali Ke RS, maka aku berusaha melupakannya.
Saat aku hendak masuk ke mobil,seorang lelaki seusiaku masuk ke pagar rumah dan berkata padaku ingin bertemu dengan mama imun.Aku baru pertama kali bertemu dengan peria itu dan kemudian masuk ke dalam rumah untuk memberi tahu mama imun.Ibu mertuaku itu tanpak sangat senang, dia berhambur keluar dan mempersilahkan tamunya masuk,sementara aku pamit untuk pergi ke RS.
Sampai di RS, masih banyak kerabat yang sedang berkunjung dan mengucapkan selamat pada tistriku.Entah mengapa,aku lupa membawa perlengkapan kosmetik istriku, sehingga ia menyuruhku kembali ke rumah untuk mengambilnya.Dengan berat hati terpaksa aku menjalankan mobil kembali ke rumah.karena berniat hanya sebentar,aku memarkir mobil di luar pagar rumah. Sepatu peria yang menjadi tamu ibu mertuaku masih di depan pintu rumah. Suara TV yang menyala membuat suaraku membuka pintu mungkin tidak terdengar oleh mama imun.
Aku mulai curiga ketika mendapatkan mama imun maupun tamunya di ruang tamu maupun di ruang tv. Dengan penuh penasaran dan sura pelan,aku mendekati kamar mama imun. pintu kamar mam imun tidak tertutup rapat,dan seperti dugaanku,aku mendengar lenguhan dan jeritan mama imun. Engh..entot terus tante ya...okh...ya....begitu ho...hoo..."terdengar jelas erangan erotis mama imun, Aku sudah 100% yakin bahwa mam imun sedang digarap oleh peria muda tadi.
Tiba-tiba muncul ide gilaku,kalau aku menangkap bash mama imun mesum dengan peria tak dikenal,maka aku akan memiliki kartu As ibu mertuaku yang bisa kugunakan untuk meminta jatah juga darinya. Maka tanpa keraguan lagi aku membuka pintu kamar dengan tiba-tiba. Mama ..Mama sedang apa? teriaku."Kehadiranku yang tiba-tiab membuat dua insan telanjang yang sedang ML itu terhentak kaget. Sang peria terlompat dari posisinya yang sesang mengocok vagina mama imun. Sementara mam imun yang sedang mengakang dengan refleks menutup selangkangannya yang barusaja digarap oleh sang peria muda.
Oh...Asep kenapa kamu balik lagi?tanya mama imun gugup. Sag peria yang juga gugup itu langsung menyambar pakaiannya dan lari keluar kamar,sehingga tinggal aku dan mam imun di dalam kamar. Menyadari tinggal berdua, dengan nakal aku menatap tubuh telanjang ibu mertuaku yang belum sejam yang lalu aku intip itu. Mama ..mam montok sekali .." pujiku jujur ketika memandang buah dadanya yang besar dan masih kencang. puting susunya yang besar dan berwarna coklat mengacung di tengahnya.
Asep ..Kamu .."mama imun tanpak kaget menyadari kalau aku terpesona oleh tubuh telanjangnya. Menyadri situasi tidak seburuk yang di duga, mama imun tersenyum manis.Kedua paha yang tadinya dia himpit untuk menutupi selangkangannya, dengan perlahan dia buka. "Wow", seruku penuh nafsu melihat bukit selangkangan mam imun yang montok dengan rambut yang hanya disispan di bagian atas, vaginanya yang basah dan berkeliat sudah agak menganga, maklum barusan habis di garap.
Hmm..kamu ....Kamu nakal ya juga Asep.." Seru ibu mertuaku senang melihat tingkahku. "He....he..he...Mama lebih nakal pastinya..."balasku." Eh...Mama kan masih muda,masih butuh dong.." Mama imun memberi alasan,"Kalau kamu mau, boleh juga kok, hi...hi...hi.,tapi jangan sampai Rani tahu.."
Beanar nih mama?Emang memek mama masih legit?",candaku. "Kurang ajar kamu, kalau kamu sudah ngerasain pasti ketagihan,he...he...he..."seru lestari manja. "Buka tuh celana kamu,mama pingin lihat kontolmu", serunya jorok sambil bangkit dari tempat tidur dan hendak berjalan ke luar kamar.Aku menyempatkan meremas pantat besarnya.
Ih...Nakal! Jerit mam imun ketika pantatnya kuremas.Dia berjalan keluar kamar dengan telanjang bulat dan memanggil-mangil pria tadi yang ternyata bernama uus. Sementara aku menuruti perintahnya membuka celanaku sehingga penisku yang sudah mengeras mengacung penuh birahi. Sekitar 4 menit tak ada lagi sura memanggil dari mam imun,tapi wanita itu tidak segera muncul di kamar, justru kemudian terdengar mam imun memanggilku.
Asep ...Sini kamu..."panggil mam imun dari ruang tengah. Sial,aku yang masih canggung memakai kembali celanaku meskipun tidak aku kencangkan. Aku berjalan menuju ruang tengah dan mendapatkan ibu mertuaku dalam posisi duduk mengangkang di sofa tengah digarap oleh si uus itu.Aku terpaku sejenak,bingung tercampur kecewa. "Eh, kenapa bengong?kan mama suruh kamu buka celana,ok" seru mamah imun sambil menikmati kocokan uus di vagina,"Sini mana kontolmu,biar mama emut.." Tapi Mama.."Kataku canggung dengan kehadiran uus yang sedang asik menikmati vagina mama imun.
Sudah ..Sini...Biarin uus menyelesaikan PRnya, gara-gara kamu kamu bikin kaget, dia belum selesi," katanya enteng sambil menarik celanaku. Aku yang sudah telanjur birahi tak berdaya menolak ajakan mama imun yang memeloroti celanaku dan menggam penisku bagai seorang penyanyi yang sedang menggam mikrofon. Sejenak kemudian ibu mertuaku dengan sangat bernafsu mengocok-ngocok penisku sambil terus menikmati kocokan uus di vaginanya.
Edan, tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku mengenai perilaku seks ibu mertuaku ini. Meskipun aku sadar ada kebinalan dalam dirinya, namun aku tak sampai berpikir bahwa dia akan melakukan bertiga seperti ini .Aku yang tadinya agak sungkan, lama-kelaman akhirnya larut dalam birahi yang diciptakan oleh perilaku seks mam imun yang agak menyimpang itu.
"Kamu jangan bengong dong Asep, remas nih tetek mam, pijit-pijit susu mamah imun memerintahku. Bagaikan budak seksnya,aku menuruti perintah itu,tentu dengan suka cita. "Kamu juga uus,pake tanganmu untuk pijit -pijit memekku",kini giliran uus yang kena perintah. Kami menjadi peria muda menjadi budak. Seks seorang perempuan setengah baya. Aku asik meremas - remas buah dada montok mam imun dan memijat-mijat puting susunya yang besar, sementara itu uus asik mengocok-ngocok vagina sambil mengusap dan memijat klitoris mam imun.
Mama inun,sang"nyonya besar" begitu menikmati permainan ini,wajahnya sangat mesum dan melenguh keenakan, sampai akhirnya sang nyonya besar tak mampu menahan desakan orgasmenya. Okhh.....yes....yess...kocok yang keras uus ayoooo.."Mam imun menjerit sambil melejat-lejat keenakan," kamu juga sep ...tarik putingku" uus mengocok vagina mama imun dengan irama cepat, sementara aku menarik puting susunya yang sudah mengeras,semuanya dilakukan demi memberikan sensasi orgasme yang dasyat buat sang nyonya besar yang begitu senang mendapatkannya.
Aku sangat beruntung,uus tak sempat orgasme ketika mam imun sudah selesai dengan orgasme spektakulernya.Vagina ibu mertuaku,meskipun mungkin sudah agak longgar akibat serangan uus, namun setidaknya belum dibasahi oleh spermanya. Masih ada peluang untukku menikati liang kenikmatan mama imun yang pernah melahirkan istriku itu.
Mam imun hanya istirahat sebenta sebelum menyuruhku tiduran di atas sofa. "ayo, giliran kamu asep, menikmati memek mama" ajaknya,"pasti kamu sudah ngiler kan sama memek mama? ditanggung kamu kamu kecanduan, he...he..he.
Aku menggam penisku dan ku tuntun ke dalam vagina mama imun yang lagi di sofa perlahan ku memasukan dan kudorong sampai penisku masuk,dan kugenjot dia sekuat tenaga, ku lihat uus menyodorkan penisnya ke mam imun sehingga,mama mertuaku menggam penisnya dan mengocok-ngocok kemaluan uus.
Aku menggoyang-goyang kan memek mamah imun "Oh..Saya puas mah.." jeritku keenakan, cerot..cerot air maniku keluar,dan memuncratkan ke tubuh mama imun,enak mamah,
He...he...he.Enak mana memek mama sama memek Rani?tanyanya bangga. "Eh,enakpunya mama" jawabku jujur.
Kalau gitu,kapan mama butuh,kamu siap ya.." Mama imun meminta atau memerintahku,tidak ada bedanya. Tapi aku mengaguk setuju.Siap yang tidak mau mengulanginya fantasi sex binal yang nikmat dengan ibu mertuaku yang seksi dan montok.
Cerita sex-Setelah orgasme aku pamit mau kembali ke RS, takut istriku marah menunggu. Sementar mama imun tanpaknya masih lanjut dengan ronde berikutnya dengan uus.Sial enak bener si uus. oh ..oh...oh.Eh uus kau masukan kontolnya kaya tadi asep dan uus memegang penisnya dan menuntun ke vagiannya dan perlahan uus menggenjot keras 20 menit kemudian uus merasakan orgasme cerot..cerot keluar di vagian tante imun, uus kelahan dan bergegas memakai baju dan pamit untuk pulang.
0 Response to "Mertuaku Sex Berat"
Post a Comment