Tetangga apertemenku


Pada waktu aku menyelesaikan pekerjaanku, karena letak kantorku yang amat sangat jauh dengan rumah.Aku memutuskan untuk mengontrak apartemen di daerah bogor sehingga jika ke kantor tidak terlalu jauh. Namaku dani,sekarang saya bekerja di salah satu perusahaan industri di daerah kuningan bogor. Dulu aku tinggal bersama kedua orang tuaku di sebuah perumahan yang amat membosankan sehingga aku memutuskan untuk mandiri dengan menghuni apertemen milik dari saudaraku yang baru menikah sehingga dia di boyong oleh suaminya ke jogja.

Hari pertama aku menghuni aku lapor dengan ketua perhimpunan pengurus Apartemen dimana aku tinggal beliau kebetulan tinggal di lantai 11 sedangkan aku di lantai 09. Setelah melapor aku dimohon bantuannya untuk menjaga, kebetulan adik perempuan beliau mencoba untuk berkenalan dengan tante lili, ternyata beliau tidak terlalu tua,kelihatanya sekitar 37 - 39 tahun. Orangnya ramah dan baik sekali. yang aku heran sampai umur segitu belau belum menikah, mungkin punya masalah dengan karir karena aku melihat mobilnya ada dua yaitu AILA dan Toyota camry.

Tante lili begitu aku memanggilnya memiliki 1 pembantu dan seorang supir yang selalu melayani beliau selama 2 tahun di Apartemen itu. Berikut adalah pengalamanku diwaktu tidak terduga dimana aku dititipkan kuci Apartemen oleh beliau karena pembantu dan supirnya cuti lebaran, sehingga beliau tinggal di rumah kakanya di lantai 11.

Sekedar gambaran, tante lili mempunyai tinggi badan sekitar 157 cm, mempunyai pinggul yang besar, buah pantat yang bulat, pinggang yang ramping, yang perut yang agak rata (ini dikarenakan senam aerobic dan renang yang di ikutinya secara berkala, dengan di dukung oleh buah dada yang besar dan bulat, belakangan saya baru tahu bahwa tante lili memakai Bra ukuran 35B untuk menutupinya. Dengan wajah yang seksi menantang dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah jika tante lili menjadi impian banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.

Hingga pada suatu sore, saat saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di Apartemenku, kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante lili. Eh ya ada apa tante, kataku sambil membuka pintu. Ngga Dani ada surat atau tagihan kartu kriditku ngga dari Front office depan?jawaban tante lili. Sepertinya engga ada tante, jawabku, eh aku numpang ke kamar mandimu ya, sambil meringis, mungkin dia udah kebelet pips he..he..he. Silahkan Tante tapi kamar mandinya ngga sebersih punya tante lho maklum bujangan, kataku sambil tertawa. Ngga apa-apa,jawabnya.

Baru aku sadar bahwa si tante lili memakai baju training tipis mungkin baru lari atau fitness di lantai 3. Abis lari ya tante,tanyaku. Iya tapi nyari kamar mandi susah mana lifnya lama lagi,juga tante lili sambil nyelonong ke kamar mandiku. Sambil jalan ke dapur aku berfikir kok kayaknya ada yang salah ya dengan membiarkan si tante ke kamar mandi tapi apa ya? .. Ya ampun tadi khan aku lagi nonton BF di laptop memang kebetulan mau coli sih maklum belum ada pasangan,pacar. Wah mati Aku ketahuan dah sama tante lili.Ah bodo amat kaya dia ngga pernah muda aja.

Begitu keluar dari kamar mandi si tante senyum-senyum,wah malu deh aku. Hayo kamu tadi lagi ngapain Dani ?.. tanya si tante. Ngga ngapa-ngapain kok tan, jawabku sambil menunduk ke bawah, malu.  Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya. Dani, katanya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu. 

Ya,Tante?... Jawab saya. Eee.. nggak jadi deh.. Jawabnya ragu-ragu. Ada yang bisa saya bantu,tante? 
Tanya saya agak bingung karena karena melihat keraguan-geraguannya. Eee... enggak kok. Tante cuman mau nanya. jawabnya dengan ragu-ragu lagi.Kamu sering ya nonton filem itu di kamar mandi?.. tanya dia.

Iyah sih tan. Maklum tan belum punya pasangan?.. jawabku terpaksa. Terus pake sabun ya?.. he..he..he. kata tante lili sambil tertawa. Iya tan, udah ah aku tangisin malu di tanya terus. Tegasku sambil ngomel. Jangan marah dong, biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur,jorok nanti kena penyakit, jawabnya tante lili.

Eee.. Mau dibantuin tante enggak?.. sambungnya ,maksud tante?.. Tanyaku wah ibarat ada lanjutan dari filem ku tadi nih. Katanya si tante horni abis. Iya kamu nonton bareng tante horni abis. Iya kamu nonton bareng tante khan biar ngga malu lagi, sambil melayang tangan tante lili ke selangkanganku. Sana ambil laptop mu. Asik banget dah pikirku tanpa di suruh aku pun berlari kekamar mandi dan membawa keluar laptopku. Kemudian aku setel lebih dulu filem yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian tante lili duduk di sebelahku sambil membawa teh panas dengan wangi tubuh yang segar. Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut baju training dan kemudian beliau melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya karena dia tidak memakai Bra. Tanpa kusadari,di antara degupan jantungku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk tepat di sebelahku,dan ikut menonton filem BF yang sedang berlangsung.

Cakep-cakep juga yang main. Akhirnya dia memberi komentarnya. Dari kapan Dani mulai nonton filem begini?.. tanyanya. Udah dari dulu tante..Kataku. Mainnya juga bagus dan tidak kasar.Dani udah tahu rasanya belum..?tanya dia lagi. 

Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster, wah enak dong lagi sakit di servis suster, iyah tapi udah lama tan udah lama rasanya, tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya ya?.. Kalau iyah boleh juga sih .. kataku. Ah Dani ini kok jadi nakal yah sekarang, katanya sambil mencubit lenganku.

Tapi boleh lah tante ajarin biar kamu tahu rasanya. tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang. Tidak lama berselang,tiba-tiba tante lili menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula Aku langsung membara. Tapi aku hanya bisa pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan tante lili sudah mulai mengusap-ngusap daerah tubuhku sekitar dada dan perut. Rangsangan yang ditimbulkan dari usapan cukup membuat aku diperlakukan oleh seorang wanita yang usianya diatasku. Kejantananku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur.

Kemudian tante lili mulai mencium leherku,lalu turun ke bawah sampai dadaku.Dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri. Tangan kanan Tante lili juga sudah mulai masuk kedalam celananku, dan mulai mengusap-usap kejantananku. Karena kedaan yang sudah sangat terangsang,aku mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang dia pakai. Aku remas payudaranya dari luar tanktop, dan aku remes-remas,terkadang aku juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku. Sssshhh..oh..oh tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku,dan di usapnya kejantananku.Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang aku pelorotkan ke bawah sampai pada permukaan celana dalamnya,yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam tante lili.

Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku di ujung atas permukaan kemaluannya. Dia kelihatan agak kaget ketika merasakan jariku bermain di daerah seputar klitorisnya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku,lalu jari kedua  "Aahhh..ssshh...oohh..terus Dani ..terus ..Bisik tante lili.

Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku merasakan bahwa tubuhnya agak bergetar yang kemudian baru aku tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme. Beberapa saat tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang di akhiri dengan terkulainya tubuh tante lili yang kulihat sangat lemas di sofa.

Saya kapan tante, kan saya belum?.. Rujuku. Nati dulu yah sayang, sebentar beri tante waktu untuk istirahat sebentar aja, kata tante lili. Tapi karena sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir kemaluanya sampai mengenai klitorisnya, aku dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang kulakukan terhadapnya. Sehingga sesekali terdengar suara erangan dan desisan dari mulutnya yang seksi. Aku usap-usapkan kejantananku yang sudah sangat amat tegang di bibir kemaluannya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membing batang kemaluanku menuju lubang kemaluannya. Pelan-pelan saya dorong kejantananku agar masuk semua.

Kepala kejantananku mulai menyentuh bibir kewanitaan tante lili. Ssssh ... rasanya benar-benar tidak bisa kubayangkan sebelumnya. Lalu tante lili mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya. Lalu tante lili mulai menyuruhku untuk memasukan kejantananku ke liang kewanitaannya lebih dalam dan pelan-pelan. Aahh.. baru masuk kepalanya saja aku sudah tidak tahan, lulu tante mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kejantananku yang perkasa ini bisa masuk lebih dalam. Bagian dalam kewanitaannya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak serat, mungkin karena licin dan basah,tapi masih agak serat, mungkin karena sudah lama tidak di pergunakan. Namun tante lili tetap memasakannya masuk. Aaaagh ...Bram, rasanya memang bener-bener luar biasa walaupun kejantananku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa.Lalu terdengar suara erangan tante lili.

Lalu tante lili mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam kewanitaannya, yang membuatku semakin gila. Ia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan. Beberapa menit kami begitu sangat menikmati dan aku mendekati orgasme, dan ku keluar cerot...cwrot, enak lili 

Wah kok nggak ditarik Dani,nati aku hamil lho?.. tanyaku dengan suara yang agak bergetar.Maaf tan aku lupa abis keenakan sih,jawabku. Yaudahlah tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu langsung buru-buru di cabut dan di keluarkan di luar ya?... katanya menenangakan diriku yang terlihat takut.

I...iiya tante ...jawabku sambil menunduk. Ya santai aja aku sebenarnya udah minum pil kok Dani,jawab tante lili. Wah rupanya nih tante udah pengalaman dalam hal beginian, tapi ngga apa-apa dah aku belagak culun aja. Kemudian kami berpelukan di sofa, dan melakukan perbuatan itu sekali lagi tapi di kamar mandi dan sama gaya dan desahan di kamar mandinya,setelah aku dan tante melakukan persetubuhan di kamar mandi ,aku langsung mandi dan tante juga mandi,bersih-bersih lalu aku dan tante keluar dari kamar mandi, tante pamitan untuk pergi ke Apartemennya dan aku langsung tidur. Setelah kejadian itu aku dan tante  sering ketemu dan mengobrol di Apartemen aku.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tetangga apertemenku "

Post a Comment